Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

STUDI BANDING 4 RUMAH SAKIT DI RSUP Dr. SARDJITO

YOGYAKARTA, 9 Mei 2018, bertempat di ruang Seminar, Gedung Administrasi Pusat,  Direktur Umum dan Operasional, dr. Djoko Windoyo, Sp.RM, menerima kunjungan dari 4 rumah sakit, yaitu RSUD Arjawinangun Cirebon (3 orang), Rumah Sakit Karima Utama Surakarta (6 orang), RSUP Dr. M. Jamil Padang  (2 orang), dan RSUD Tarakan (40 orang). Dalam sambutannya Direktur Umum dan Operasional menyampaikan apabila RSUP Dr. Sardjito dan RSUP DR. Djamil Padang sama-sama merupakan rumah sakit kelas A. RSUP Dr, Sardjito sendiri ditugasi oleh Kementerian Kesehatan untuk membina 4 provinsi yang ada di Indonesia, yaitu : DIY, NTT, Papua dan Papua Barat. Tentunya tidak hanya itu, banyak juga rumah sakit di luar provinsi tersebut yang ingin sharing dan ingin tahu ilmu apa saja yang didapat di sardjito ini.

Kami tidak menutup kesempatan bagi yang ingin sharing ilmu, tetapi terkait dengan waktu, kemarin-kemarin kita setiap saat menerima kunjungan studi banding, tapi beberapa waktu yang lalu kita sudah mengatur waktu dimana kita hanya menerima studi banding setiap hari kamis pada minggu pertama dan minggu ketiga. Dikeranakan kamis besok libur maka studi banding diajukan pada hari ini. Sehingga, dilain waktu apabila Bapak/ibu hendak berkunjung kesini maka dapat memilih hari kamis minggu pertama atau minggu ketiga. Jangan meminta hari yang lain, karena apabila setiap hari melayani satu per satu rumah sakit sangat menyita waktu. Dengan ditentukannya waktu seperti ini akan menjadi lebih efisien. Contoh seperti hari ini terdapa kunjungan 3 rumah sakit yang akan melihat pengelolaan limbah. Apabila kita layani masing-masing akan memakan waktu 3 hari, tetapi kalau dijadikan satu seperti ini akan menjadi lebih efisien.

RSUP Dr. Sardjito mempelopori bagaimana limbah rumah sakit dipilah-pilah secara benar, sehingga limbah medis yang dulunya kita serahkan ke transporter atau pengelola, saat ini dapat didaur ulang sendiri. Hal itu selain menghemat biaya kita juga mendapatkan uang dari limbah yang didaur ulang tersebut.  Selama ini yang kita daur ulang hanya plabot infus dan jerigen bekas cairan haemodialisa. Kedepannya kita akan tingkatkan lagi untuk spet dan botol obat trial, yang bisa dan diperbolehkan oleh regulasi untuk didaur ulang. Dengan adanya hal tersebut, limbah yang kita serahkan ke pihak lain akan semakin sedikit. Semakin banyak limbah yang kita kelola maka semakin banyak juga uang yang kita peroleh.

RSUP Dr. Sardjito berusaha agar pasien-pasien yang datang ke rumah sakit lebih simpel  dan lebih nyaman, kita sudah mengembangkan di Instalasi Rawat Jalan pasien sudah bisa mencetak Surat Elijibilitas Pasien (SEP) secara mandiri, kalau dulu pasien harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan SEP. Terkadang dari subuh sudah pada antri untuk mendapatkan nomor antrian. Masih banyak rumah sakit dimana pasien masih harus mengantri dari subuh untuk mendapatkan nomor antrian, untuk hal tersebut kita sudah bisa memotongnya. Pasien sudah bisa mendaftarkan secara online termasuk persyaratannya, peserta BPJS bisa mengupload foto persyaratannya kemudian kita verifikasi kalau sudah lengkap kita beritahu dan besoknya datang ke Anjungan Pasien Mandiri yang seperti ATM tinggal memasukkan nomor Rekam Medisnya dan akan keluar SEPnya. Ini merupakan inovasi yang cukup rumit juga dalam pembuatannya, karena SEP yang keluar dari mesin tersebut berbeda dengan SEP pada umumnya.  Kita sudah bernego dengan BPJS kalau itu diperbolehkan. Untuk sampai dibolehkan itu prosesnya tidak mudah, tetapi itu sudah kita lalui sehingga kalau rumah sakit lain sekarang banyak yang meniru akan melalui proses yang panjang seperti yang sudah kita lalui. Sampai saat ini belum ada yang belajar tentang hal tersebut. Dengan adanya inovasi ini, pasien lebih nyaman dan tidak perlu antri terlalu lama dan untuk rumah sakit sendiri menjadi tidak terlalu lama antri di pendaftaran. Silahkan kalau memang ingin mengetahui tentang hal tersebut silahkan belajar dengan IT kami. Dikarenakan RSUP Dr. Sardjito menjadi rumah sakit rujukan nasional maka banyak mengembangkan inovasi-inovasi yang belum dilakukan di rumah sakit PPK 2, salah satunya Transplantasi Ginjal. Ini merupakan salah satu tugas dari rumah sakit tipe A, memang tugas yang berat tetapi harus tetap kita laksanakan. Akhir kata kami ucapkan terima kasih dan selamat datang di RSUP Dr. Sarjito, mudah-mudahan kunjungan Bapak/ibu sekalian membawa manfaat bagi rumah sakit masing-masing.

Herlinda AR, SKM (Wakil Direktur Penunjang dan Pengembangan) sekaligus mewakili 3 rumah sakit yang lain mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari RSUP Dr. Sardjito. Dapat kami sampaikan bahwa RSUD Tarakan merupakan rumah sakit Tipe B, jumlah tempat tidur kami 360, jumlah karyawan 1015 orang, dan BOR kami 75%.  Pada tahun 2017 kami sudah mengadakan kunjungan ke RSUP Dr. Sardjito, pada waktu itu kita belum terakreditasi jadi kita terpacu, kita sering melihat di media sosial bahwa RSUP Dr. Sardjito banyak melakukan inovasi-inovasi dan kita ingin mengatahui bagaiamana trik-triknya untuk mencapai paripurna. Pada bulan Februari 2018, mendapatkan KARS akreditasi paripurna. Direktur RSUD Tarakan memberikan kami reward, dimana 120 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari masing-masing 40 orang. Ada yang ke Malang, Bandung dan Jogjakarta. Permohonan maaf karena Direktur RSUD Tarakan dr. Muhammad Hasbi Hasyim, Sp.PD sampai saat ini masih dibandara karena pesawat delay, sehingga saat ini belum bisa bergabung dengan kita disini. Semoga dengan hal-hal yang kita dapatkan di RSUP Dr. Sardjito dapat dimplementasikan di rumah sakit masing-masing yang tentunya untuk kemajuan rumah sakit. Ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi yaitu Pelayanan Poli Perjanjian, Pengelolaan Limbah, Binatu, Gizi, CSSD, dan Kedokteran Forensik. Selain RSUD Tarakan, ada RSUD Arjawinangun Cirebon yang studi banding tentang Pengelolaan Bank Sampah dan Limbah, Rumah Sakit Khusus Bedah Karima Utama Surakarta studi banding tentang Pengelolaan Sampah Di Bank Sampah dan dari RSUP Dr. M. Jamil Padang tentang Pelayanan Keperawatan di Ruang PACU.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.