Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Implementasikan Hospital Disaster Plan (HDP), RSUP Dr. Sardjito Adakan Simulasi Penanganan Korban Bencana Gempa Bumi

YOGYAKARTA – Civitas hospitalia RSUP Dr. Sardjito bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan Yogyakarta mengadakan simulasi terpadu penanganan korban bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Yogyakarta, Kamis (4/1). Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Dr.dr. Darwito, SH, Sp.B(K)Onk membuka “Simulasi Terpadu Penanganan Korban Bencana di RSUP Dr. Sardjito” di halaman gedung Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito pada pukul 09.00 WIB. Simulasi ini diikuti oleh 35 probandus yang berperan sebagai korban dengan kondisi trauma kepala dan patah tulang dan 10 probandus sebagai keluarga pasien. Penanganan terhadap korban dilakukan oleh Tim Medis Reaksi Cepat (TMRC) di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. Sardjito dan Klinik 24 Jam sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan pasien. Selain sebagai pembelajaran bersama, simulasi semacam ini rutin dilakukan untuk mengukur kesiapsiagaan civitas hospitalia dalam menghadapi kejadian bencana dengan mengimplementasikan Hospital Disaster Plan (HDP).

Kemunculan bencana yang seringkali terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi membuat banyak pihak tidak sempat menyiapkan diri dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul akibat bencana tersebut. RSUP Dr. Sardjito memiliki peran penting dalam penanganan kejadian bencana, baik bencana internal rumah sakit maupun bencana eksternal rumah sakit. Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Rukmono Siswishanto, Sp.OG(K) mengatakan pentingnya melakukan simulasi semacam ini.

“Simulasi ini bertujuan sebagai media edukasi bagi seluruh civitas hospitalia dalam melakukan penanganan terhadap korban bencana dengan mempersiapkan tenaga keperawatan, logistik, sarana prasarana serta obat-obatan. Selain melatih ketrampilan individu, simulasi ini juga melatih kerjasama antar satuan kerja di lingkungan rumah sakit dalam menghadapi situasi penanganan bencana.”

Selain menghimbau civitas hospitalia dalam meningkatkan ketrampilan, dr. Rukmono juga mengingatkan pentingnya evaluasi respon time dan pendataan terhadap para korban untuk kemudian dikoordinasikan dengan penjamin dalam hal administrasi.

Simulasi dimulai sejak petugas IGD RSUP Dr. Sardjito menerima kabar dari PUSDALOPS BPBD DIY bahwa telah terjadi gempa bumi di daerah Bantul pada hari Kamis, 4 Januari 2017 dengan kekuatan 5,6 SR dengan perkiraan korban mencapai 300 korban jiwa. Dikarenakan khawatir akan terjadi gempa susulan, maka warga membawa korban ke Rumah Sakit di daerah kota Jogja dan Sleman, dimana salah satunya adalah ke RSUP Dr. Sardjito. Sebanyak 35 korban dilarikan ke RSUP Dr.Sardjito dengan kondisi yang beranekaragam. Setelah dilakukan Triase oleh dokter jaga, didapatkan data 5 pasien dengan cedera kepala berat (merah), 5 pasien dengan trauma abdomen/ trauma thorax (merah), 15 pasien dengan trauma ekrimitas (kuning) dan 10 pasien dengan luka terbuka ringan dan masih mampu berjalan (hijau). P3M IGD segera melaporkan hal ini kepada Kepala IGD, dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS(K) untuk kemudian mempersiapkan tim penanganan bencana dan mengaktifkan penanganan sesuai Hospital Disaster Plan (HDP). Penanggung jawab pelayanan keperawatan dan pelayanan medis membagi beberapa tim untuk menangani korban bencana di antaranya tim triase, tim zona hijau, tim zona merah dan kuning yang ditempatkan di kamar periksa IGD, tim resusitasi dan tim di ruang tindakan. Selain itu, petugas keamanan tidak lupa melakukan pengamanan dengan mengatur arus lalu lintas kendaraan dari zona drop zone yang menuju ke IGD.

Halaman Instalasi Rawat jalan digunakan sebagai area triase menggunakan metode Simple Triage and Rapid Treatment (START) dengan memberikan label triase warna hijau bagi pasien yang masih mampu berjalan. Sedangkan label triase warna merah dan kuning diberikan untuk pasien  yang diturunkan menggunakan scoop stracher atau LSB. Dokter jaga melakukan retriase untuk seluruh korban bencana yang masuk ke IGD. Penanganan pasien label merah dilakukan di ruang resusitasi, pasien label kuning di ruang kamar periksa sedangkan pasien label hijau ditangani di area klinik 24 jam. Seluruh korban yang telah ditangani kemudian segera ditransport ke HCU dan IMC, sedangkan bagi korban yang memerlukan tindakan operasi emergency akan dioperasi di ruang OK IGD.

Secara keseluruhan, simulasi penanganan  korban bencan gempa bumi di RSUP Dr. Sardjito berjalan dengan lancar. Namun demikian, usai melakukan simulasi, jajaran direksi dan seluruh pemeran melakukan evaluasi bersama. Civitas hospitalia belajar mengenai Hospital Disaster Plan (HDP) rumah sakit  dalam simulasi ini yang meliputi sistem komando tim penanganan bencana, siklus penanganan bencana, penanganan medis, manajemen fasilitas/ infrastruktur, pengelolaan keamanan rumah sakit, pengelolaan bahan beracun berbahaya (B3) dan limbahnya, sistem informasi, pelayanan sosial bagi pasien dan keluarga korban bencana, pengaturan area, penyediaan SDM dan pengelolaan tenaga bantuan/ relawan, pengelolaan transportasi, penyediaan makanan, dukungan kesejahteraan petugas dan keluarga, pengelolaan informasi publik, penyediaan suplay medis dan non medis serta penanggung jawab keselamatan gedung. Selain menjadikan simulasi semacam ini sebagai media edukasi, untuk ke depannya akan dilakukan beberapa perbaikan terkait sarana prasarana maupun kesiapan SDM di rumah sakit dalam menghadapi kejadian bencana yang sewaktu-waktu bisa saja menimpa kita dengan tetap mengutamakan patient safety.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.