Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]

Kampanye Edukasi “Sehat Ada di Tangan Kita” di RSUP Dr Sardjito

Yogyakarta, 1 September 2015, RSUP Dr Sardjito bekerjasama dengan Unilever, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan PERSADA mengkampanyekan “Sehat Ada di Tangan Kita” dengan menggelar Training of Trainers (ToT) bagi 300 tenaga medis dan non-medis di Ruang Utama, Gedung Diklat Lantai IV RSUP Dr Sardjito. Acara dibuka oleh sambutan dari ketua panitia kampanye edukasi, Sri Rahayu, S.Kep.Ns, sambutan dari Social and Professional Marketing PT Unilever Tbk, dr. Gracecielia Piscesianita, MKK dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Sutanto Maduseno, Sp.PD-KGEH.

“Infeksi tidak hanya terjadi pada pasien, petugas pelayanan kesehatan pun sangat berisiko terkena penularan infeksi. Tindakan yang paling berisiko terkena infeksi pada saat petugas kesehatan bertugas, seperti operasi, mengambil darah, penutupan kembali jarum suntik, atau cairan yang terinfeksi di laboratorium dan beberapa tindakan lainnya. Bagaimana mengantisipasinya? Petugas melaksanakan kewaspadaan standar dengan menjaga kebersihan dan melakukan cuci tangan pakai sabun di lima hal penting,” ujar dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp.A.

kUntuk memudahkan dan memperluas jangkauan sebaran edukasi, RSUP Dr Sardjito, PERSI-KARS didukung oleh Unilever mengampanyekan “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan Khusus Kebersihan Tangan” yang menitikberatkan pada kebersihan tangan di lima saat penting : 1) sebelum menyentuh pasien; 2) sebelum melakukan tindakan bersih/aseptik; 3) setelah terkena cairan tubuh pasien; 4) setelah menyentuh pasien; dan 5) setelah menyentuh benda-benda di sekeliling pasien. Tak hanya itu, penanggulangan infeksi terkait pelayanan kesehatan juga harus didukung kondisi eksternal yang higienis. Rumah sakit harus menjaga kebersihan lingkungannya agar terbebas dari debu dan kotoran. Perlu diingat bahwa sekitar 90% dari kotoran kasat mata mengandung kuman yang kemudian memicu angka infeksi terkait pelayanan kesehatan yang berlangsung di rumah sakit atau Hospital Acquired Infection (HAI).

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.