Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

OPERASI TRANSPLANTASI HATI PERTAMA di RSUP Dr SARDJITO SUKSES

Yogyakarta: Tim Gabungan Transplantasi Hati RSUP Dr Sardjito dan Kyoto University Jepang berhasil melakukan operasi transplantasi hati yang pertama di RSUP Dr Sardjito terhadap seorang pasien Atresia Bilier, Adelia Dwi Cahyo. Anak yang berusia 14 bulan ini mendapatkan donor hati dari sang ibunda, Dwi Purwanti, 32 tahun. Calon resipien dan donor hati telah diputuskan bersama oleh tim yang telah disepakati baik dari aspek medik maupun sosial, pemilihan prioritas calon resipien juga didiskusikan bersama dengan pihak Jepang. Resipien dan donor yang terpilih akan mengikuti proses persiapan pemeriksaan parameter klinik, laboratorium dan radiologi selama 3 bulan ke depan.

Operasi berhasil dilakukan selama 16 jam nonstop sejak Rabu (11/11) pukul 09.00 WIB dan berakhir pada Kamis (12/11) pukul 01.00 WIB berjalan lancar. Dalam proses operasi, Tim Transplantasi Hati RSUP Dr Sardjito bekerjasama dengan Tim dari Kyoto University beranggotakan 6 orang, terdiri dari ahli bedah : Hideaki Okajima, MD, Ph.D; Shintaro Yagi, MD, Ph.D; Atsushi Yoshizawa, MD, Ph.D; Yuki Masano, MD, Ph.D; Kentaroh Yasuchika, MD, Ph.D dan ahli anestesi, Chisaki Takeda, MD. Ketua Tim Transplantasi Hati, Prof. dr. Mohammad Juffrie. Sp.A(K), Ph.D mengatakan operasi dapat dilaksanakan dengan sukses berkat kerjasama yang baik antara kedua tim dokter yang sebelumnya sudah melewati persiapan yang panjang. Beliau juga mempresentasikan tingkat keberhasilan yang dilakukan berada pada skala 80-90 persen.

Ahli bedah dari Kyoto University, Atsushi Yoshizawa, menjelaskan bahwa proses operasi, dimulai dengan pemotongan hati Dwi Purwanti yang memakan waktu delapan jam. Di sisi lain, tim dokter juga mengambil bagian hati Adelia yang mengalami kerusakan. “Proses penyambungan hati membutuhkan waktu hingga lebih dari enam jam. Tim harus bekerja dengan teliti untuk bisa menyambung pembuluh hati dengan hati baru,” kata dia.

Hingga hari ini, 7 hari seusai operasi kondisi keduanya, donor maupun resipien sudah baik, bahkan sang ibu sudah diperbolehkan pulang dan meninggalkan rumah sakit. Prof. dr. Mohammad Juffrie, Sp.A(K), Ph.D menambahkan, “Biasanya masalah yang terjadi pada operasi transplantasi seperti ini adalah infeksi dan dejeksi (penolakan) dari tubuh resipien atau penerima donor namun sejauh ini respon dari resipien masih sangat baik”.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.