Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Keajaiban Itu Nyata, Kini Tsaqif Kembali Bersama Kita

Yogyakarta – Bayi mungil yang sempat koma selama satu pekan itu kini kian lincah merespon rangsangan dengan tangis dan gerakan tangannya. Muhammad Tsaqif Dirga Triskanadifan, bayi berusia 5 bulan, korban selamat setelah mengalami pendarahan hebat di kepala karena laka lantas. Kecelakaan di Jalan Magelang KM 5, Yogyakarta, Kamis sore (22/12/2016) silam telah merenggut nyawa kedua orang tua Tsaqif. Sebuah mobil dari arah berlawanan yang hilang kendali langsung berbelok kanan menabrak sepeda motor yang tengah dikendarai ayah, ibu dan Tsaqif yang sedang melaju menuju rumah kerabat mereka. Menurut salah seorang kerabat Sutrisno, Takas Prasetianto, dalam kecelakaan itu ayah Tsaqif, Sutrisno (34) terseret sekitar 20 meter dan Sri Kanthi Prihatin (34) terlempar dan terbentur di bagian kepala. “Tsaqif sempat terlepas dari gendongan ibunya saat itu.”, tuturnya.  Sutrisno meninggal di tempat kejadian sementara Sri Kanthi dilarikan ke IGD RSUP Dr. Sardjito namun nyawanya juga tidak tertolong, menyisakan seorang bayi mungil yang saat itu tengah kehilangan kesadarannya.

Tsaqif mendapatkan perawatan intensif di High Care Unit RSUP Dr. Sardjito selama satu pekan. Tim dokter memasang ventilator atau alat bantu pernafasan. Selain itu, selang Naso Gastric Tubes (NGT) juga dipasang untuk memasukkan asupan nutrisi ke tubuh Tsaqif. Hal yang tak terduga, almarhumah Sri Kanthi ternyata menyimpan persediaan ASI di almari es. ASI tersebut oleh dokter diberikan kepada Tsaqif melalui selang NGT. Hingga tiba pada suatu Kamis sore (29/12) sebelum Maghrib, Tsaqif perlahan membuka mata dan mulai menggerakkan tangan serta kakinya. Dia mulai berinteraksi setelah sempat koma sejak dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Tsaqif mulai dipindahkan ke ruang perawatan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pada Minggu (1/1) untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan secara intensif dari tim dokter. Pengggunaan ventilator sudah mulai dilepas karena Tsaqif dapat bernafas sendiri. Kondisi Tsaqif yang kian stabil meyakinkan tim dokter untuk melakukan operasi hidrosefalus guna mengeluarkan cairan yang menumpuk di otak akibat pendarahan kepala. Operasi yang dimulai hari Selasa (10/1) pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB berjalan dengan lancar. Selang Ventriculo Peritoneal Shunting (VP-Shunt) dipasang untuk mengaliri cairan dari dalam otak menuju rongga perut. Tsaqif juga sudah diperbolehkan pindah ke Instalasi Kesehatan Anak (INSKA) di bangsal Melati 3 setelah operasi. Selama perawatan, prosedural pemulihan dilakukan dengan memberikan fisioterapi atau rangsangan gerak agar kinerja otak Tsaqif dapat berfungsi maksimal serta tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya.

Senin (23/1) tim dokter RSUP Dr. Sardjito mengizinkan Tsaqif untuk pulang. Respon Tsaqif terhadap beberapa rangsangan mengalami perkembangan yang baik. Tangisan riuh dari bayi mungil itu kini semakin kerap terdengar. Tsaqif juga mulai belajar minum susu menggunakan dot. Namun demikian, respon minum susu melalui dot belum maksimal sehingga perlu dipasang selang NGT untuk memaksimalkan asupan nutrisi bagi tubuh bayi yang kini menginjak usia 5 bulan itu. Tim dokter juga telah mengedukasi pihak keluarga terkait penggunaan selang NGT ketika Tsaqif berada di rumah. Kakak kandung almarhumah Sri Kanthi, Kantun Basuki menyampaikan ungkapan terima kasih kepada tim dokter RSUP Dr. Sardjito.

“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada tim dokter RSUP Dr. Sardjito yang telah merawat Tsaqif selama ini, memberikan perawatan paripurna kepada Tsaqif hingga kondisinya semakin membaik seperti sekarang.”, tuturnya.

Tsaqif adalah semangat bagi Wildan, anak pertama pasangan Sutrisno dan Sri Kanthi Prihatin untuk terus melanjutkan hidup setelah kehilangan kedua orang tuanya. Mendengar bahwa adiknya sudah diperbolehkan pulang, Wildan menyambut gembira kabar tersebut. Teringat satu bulan yang lalu saat Tsaqif terbaring koma di HCU, Wildan dengan setia menemani adiknya. Kini bayi istimewa itu tengah kembali berkumpul bersama keluarga besarnya. Pihak keluarga sepakat untuk bersama-sama mengasuh Tsaqif dan kakaknya, Wildan Aprila Triskanadifan hingga dewasa.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.