Fax:(0274) 565639    [email protected]
Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333   

RSUP Dr. Sardjito Gelar “Seminar Motivasi Peningkatan Kinerja Berbasis Budaya”

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp.A, MPH membuka Seminar Motivasi Peningkatan Kinerja Berbasis Budaya, Selasa (31/1) di Ruang Utama Gedung Diklat RSUP Dr. Sardjito. Seminar yang diikuti oleh jajaran direksi, pejabat struktural maupun non struktural, serta Ketua Kelompok Staf Medik (KSM) di lingkungan RSUP Dr. Sardjito ini merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam upaya pembentukan karakter yang dipaparkan oleh motivator Indonesia sekaligus pendiri ESQ Leadership Center, Dr. H.C. Ary Ginanjar Agustian. Adapun tujuan dari seminar ini adalah membentuk insan berkarakter unggul sebagai cerminan keseimbangan antara kecerdasan emosi dan rohani atau Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) untuk memotivasi peningkatan kinerja berbasis budaya bagi civitas hospitalia RSUP Dr. Sardjito.

Secara umum, manusia biasanya hanya mementingkan kecerdasan intelektual atau Intelektual Quotient (IQ) dalam menjalani hidupnya, dimana mereka hanya berfokus terhadap kemampuan dalam mengetahui dan mendalami suatu ilmu pengetahuan. Namun, cenderung mengesampingkan  kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yang memberikan keterampilan dalam bersosialiasi dan berhubungan dengan orang lain, serta kecerdasan spiritual atau Spiritual Quotient (SQ) yang akan memberikan jawaban atas eksistensi diri. Pada fase kehidupan manusia, tentu kita pernah mengalami suatu kegagalan. Berada di titik terendah dalam hidup terkadang menjadikan kita berpikiran bahwa kita adalah pribadi dengan kualitas hidup yang rendah pula. Pada fase ini, kecerdasan emosi dan rohani atau Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) kita tengah diuji. Secara sadar atau tidak, ESQ yang tidak seimbang sebenarnya menjadi puncak terjadinya masalah tersebut. ESQ juga sebenarnya amat berkaitan dengan pembentukan karakter pribadi manusia yang baik sehingga hal ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara kecerdasan emosi dan rohani. Salah satu motivator Indonesia, Ary Ginanjar Agustian yang merupakan motivator sekaligus pelopor dalam mengasah kemampuan ESQ yang merupakan gabungan dari pada EQ (emotional Quotient) dan SQ (Spirutual Quotient).

Budaya kerja atau coorporate culture merupakan sesuatu yang penting dalam mewujudkan visi, misi maupun tujuan yang ingin dicapai. Budaya kerja dibentuk dari adanya perubahan bisnis atau business transformation dan perubahan budaya (culture transformation). Transformasi bisnis yang meliputi strategi, struktur, sistem perlu diselaraskan untuk membentuk suatu kinerja yang unggul. Sedangkan dadi sisi budaya, perlu dilakukan perubahan secara menyeluruh terhadap kepercayaan, nilai, dan juga kebiasaan dalam bekerja sehingga melahirkan suatu komitmen bersama. Hasil dari business transformation dan culture transformation ini akan membentuk suatu komitmen bersama dalam penerapan budaya kerja. Membangun kohesivitas dan rasa saling percaya antar para pemimpin merupakan hal yang tidak kalah penting untuk meningkatkan kinerja. Tiga hal yang perlu kita perhatikan antara lain (1) The shared vision atau satu tujuan yang sama, (2) The shared values yaitu sellau mengacu pada nilai sebagi panduan dalam pengambilan keputusan, serta (3) The culture of trust atau mempercepat proses pengambilan keputusan dan kemudahan untuk segera beradaptasi terhadap perubahan.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.