Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
PANCASILA SARDJITO WEB (2)
WhatsApp Image 2020-05-22 at 20.47.39
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_call_center

MANAGEMEN STRES

Apakah anda pernah stres? Stres dapat menyerang semua orang tanpa kecuali, yang awalnya bukan gangguan kesehatan namun apabila tidak segera disikapi, stres akan menjadi “virus” yang dampaknya melebihi penyakit yang paling berbahaya bahkan bisa mematikan. Sebenarnya apakah stres itu? Stres adalah sebuah hubungan antara individu dengan lingkungan yang dinilai oleh individu tersebut sebagai hal yang membebani atau sangat melampaui kemampuan seseorang dan membahayakan kesejahteraannya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak yang membuat kita sedih, marah, atau tertekan, seperti permasalahan beban pekerjaan yang berat, masalah perceraian, pertengkaran dengan pasangan, hutang, sakit keras, ditinggal oleh orang dekat,kerugian usaha, beratnya beban dan tanggungan hidup dan tekanan dari lingkungan yang bisa menyebabkan kita menderita stres.

Sebenarnya stres ada tahapannya dan kita mempunyai alarm untuk merasakan tanda-tanda stres. Mari kita kenali tahapan stres, sampai di level mana tingkat stres kita :

  1. Stres tahap 1
  • semangat bekerja besar, berlebihan (overacting)
  • penglihatan “tajam” tidak sebagaimana biasanya
  • merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun tanpa disadari cadangan energi dihabiskan disertai rasa gugup yang berlebihan
  • merasa senang dengan pekerjaannya dan semakin bersemangat namun tanpa disadari cadangan energi menipis
  1. Stres tahap 2

stres yang semula menyenangkan mulai menghilang dan timbul keluhan-keluhan sbb :

  • merasa letih sewaktu bangun pagi
  • merasa mudah lelah sesudah makan siang
  • lekas merasa capai menjelang sore
  • sering mengeluh perut tidak nyaman
  • detakan jantung lebih keras dari biasanya (berdebar-debar)
  • otot-otot punggung dan tengkuk terasa tegang
  • tidak bisa santai
  1. Stres tahap 3
  • bila tetap memaksakan diri, keluhan akan semakin nyata dan mengganggu
  • gangguan lambung usus semakin nyata (ex: gastritis, diare)
  • ketegangan otot-otot semakin terasa
  • Perasaan tidak tenang dan ketegangan emosional semakin meningkat
  • gangguan pola tidur
  • Koordinasi tubuh terganggu (badan terasa oyong dan serasa mau pingsan)
  1. Stres tahap 4

Bisa tidak ditemukan secara medis.Namun gejala dapat muncul sbb :

  • Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat sulit
  • aktivitas pekerjaan yang semula mennyenangkan dan mudah diselesaikan menjadi membosankan dan terasa lebih sulit
  • yang semula tangap situasi menjadi kehilangan kemampuan untuk merespon secara memadai
  • ketidakmampuan melakukan Activity Day Living (ADL)
  • Gangguan pola tidur disertai mimpi yang menegangkan
  1. Stres tahap 5
  • Seringkali menolak ajakan karena  tiada semangat dan kegairahan
  • Daya konsentrasi dan ingatan menurun
  • timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat dijelaskan apa penyebabnya
  1. Stres tahap 6
  • kelelahan fisik dan mental yang semakin mendalam
  • ketidakmampuan untuk menyelesaikan pejkerjaan sehari-hari yang ringan dan sederhana
  • gangguan sistem pencernaan semakin berat
  • timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang semakin meningkat, mudah bingung dan panik
  1. Stres tahap 7

Tahap klimaks, seseorang mengalami serangan panik dan perasan takut mati, sering dibawa ke UGD, ICU, meskipun tidak ditemukan kelainan fisik organ.

  • Debaran jantung teramat keras
  • susah bernapas (sesak dan megap-megap)
  • Sekujur badan terasa gemetar, dingin, dan keringat bercucuran
  • ketiadaan tenaga untuk hal-hal ringan
  • pingsan atau kolaps

Memang tubuh kita punya mekanisme yang hebat untuk mengenali dan mengatasi stres. Tapi tetap saja kesadaran dari diri sendiri itu perlu. Untuk itu perlu mencari solusi untuk mengatasi stres tersebut, berikut ini managemen stres yang mungkin dapat dilakukan :

  1. Jaga kondisi tubuh dan konsumsi makanan sehat secara teratur
  2. Tidur yang cukup, karena tidur merupakan salah satu terapi untuk mengurangi kemarahan, kesedihan, karena tidur memberi kesempatan pada otak untuk relaks
  3. Olah raga teratur. Olah raga merangsang keluarnya zat endhorpin yaitu zat yang membuat tubuh merasa nyaman. Orang yang suka berolah raga akan tampak fit dan bahagia
  4. Selalu berfikir positif
  5. Melakukan hobby atau hal-hal yang menyenangkan, sehingga sejenak bisa melupakan rutinitas atau masalah yang ada.
  6. Tidak terpaku terhadap rutinitas. Harus berani berubah, tidak malu dan ragu. Seperti merubah penampilan diri.

Oleh : Nur Utami Hidayati, SKM

UPKRS RSUP Dr. Sardjito

Author Info

Promkes Sardjito

Unit Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.