Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di DIY Dengan Konsep “Bibit Apik, mBobot Tumata, Babaran Slamet”

SARDJITO NEWS – Angka Kematian Ibu (AKI) karena kondisi kehamilan dan kelahiran di Indonesia terbilang cukup tinggi, yaitu sebanyak 306 kasus. Negara Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Negara Laos. Selain itu, pada tahun 2015, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu penyumbang AKI dengan frekuensi yang fluktuatif, yaitu 66 kasus pada tahun 2015, naik menjadi 86 kasus pada tahun 2016 dan mengalami penurunan menjadi 84 kasus pada tahun 2017. Melihat fenomena ini, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) berupaya melakukan akselerasi penurunan angka kematian ibu, salah satunya dengan menyelenggarakan POGI Jogja fest 2018. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) baik dari penyelenggara pelayanan kesehatan, pihak pembuat kebijakan dan masyarakat untuk saling bekerja sama menaikkan derajat kesehatan ibu hamil melalui 3 upaya pokok, yaitu merencanakan kehamilan sebaik-baiknya, melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan merencanakan persalinan yang aman dengan konsep Bibit Apik, mBobot Tumata, Babaran Slamet.

Tingginya kasus kematian ibu melahirkan di DIY diakibatkan oleh berbagai faktor. Ketua POGI DIY, Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati, M.Sc, Sp.OG(K) menjelaskan penyebab kematian ibu di DIY tahun 2017 terbanyak dikarenakan penyakit jantung, yaitu sebesar 29% dibandingkan penyakit lainnya, seperti 26% disebabkan karena infeksi, 17 % pendarahan, 17% lain-lain dan 11% PEB. Dalam kapasitasnya, POGI menyampaikan Program Akselerasi dengan konsep Bibit Apik, mBobot Tumata, Babaran Slamet sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian Ibu melahirkan. Lebih lanjut, dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.OG(K) menjelaskan Bibit Apik yang dimaksud adalah upaya merencanakan kehamilan pada saat yang tepat. Setiap perempuan mempunyai waktu yang tepat untuk hamil sesuai dengan jenjang usia masing-masing. Oleh karena itu, penting adanya usaha konsultasi dengan dokter. mBobot Tumata berarti ketika hamil selalu melakukan pemeriksaan kehamilan secara terpadu. Pemeriksaan bisa dilakukan di Instansi Kesehatan mulai dari tingkat Puskesmas sampai tingkat RSUP melalui proses rujukan. Sedangkan Babaran Slamet artinya melakukan persalinan secara aman. Aman yang dimaksud adalah aman ketika melahirkan, kondisi ibu dan anak sehat, serta paska kelahiran. Melalui upaya Akselerasi Penurunan AKI dengan konsep Bibit Apik, mBobot Tumata, Babaran Slamet diharapkan mampu menurunkan AKI menjadi 27 kasus dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.OG(K) menambahkan upaya Penurunan AKI DIY juga dilakukan melalui POGI Jogja Fest 2018.

POGI Jogja Fest 2018 yang mengusung tema Bibit Apik, mBobot Tumata, Babaran Slamet diselenggarakan pada tanggal 13-28 Oktober 2018. Rangkaian kegiatan ini dimulai dnegan acara talkshow on air yang diselenggarakan di Jogja TV dan beberapa radio swasta di Yogyakarta, seperti Radio Sonora dan Geronimo. Selain itu, POGI juga menggelar lomba desain logo POGI dan seminar interaktif. Puncak kegiatan POGI Jogja Fest 2018 akan diselenggarakan pada hari Minggu (28/10) mulai pukul 05.30 – 14.30 WIB di Balai Kota Yogyakarta yang dibuka oleh Ketua POGI DIY, Dr.dr.Diah Rumekti Hadiati, M.Sc, Sp.OG(K). Selain POGI Fun Run 5K, masyarakat juga berkesempatan mengikuti kegiatan talkshow interaktif bersama Prof. dr.Ova Emilia, M.Med.Ed, Sp.OG(K), PhD., Dr. dr.Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG(K) serta dr. M.Nurhadi Rahman, Sp.OG. yang bertindak sebagai mediator. Kegiatan yang tak kalah menarik berikutnya adalah pemeriksaan USG dan EKG bagi ibu hamil serta pemeriksaan skrining kanker leher rahim (IVA dan Papsmear) gratis. Selain itu, POGI Fest 2018 juga turut dimeriahkan dengan kegiatan donor darah bersama dengan Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUP Dr. Sardjito dan juga kegiatan lomba mewarnai gratis yang diikuti oleh anak-anak tingkat playgroup sampai dengan kelas 3 Sekolah Dasar dengan tema “Ibuku Pahlawanku”. Selama kegiatan POGI Jogja Fest 2018 akan berlangsung pula bazaar yang menjual berbagai jenis produk UMKM Seperti makanan, pakaian, aksesoris pria maupun wanita dan lain sebagainya. Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya mempersiapkan kehamilan dengan perencanaan yang lebih matang sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu melahirkan.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.