Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Berkomunikasi Dengan Orang Usia Lanjut

Seiring berkurangnya usia seseorang, makan semakin berkurang pula kemampuannya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Terdapat 3 perubahan pada usia lanjut yaitu perubahan fisik, psikososial dan spiritual. Perubahan fisik meliputi kemampuan indera seperti telinga, mata, daya tangkap, daya ingat, kekuatan jantung, paru, dan lain-lain. Lalu, perubahan psikososial mencakup finansial serta adanya konflik maupun hambatan sosial. Sedangkan untuk perubahan spiritual ditandai dengan munculnya kecemasan hingga gejala depresi. Dalam menyampaikan pesan kepada orang dengan usia lanjut sebaiknya singkat, jelas, lengkap dan sederhana yang dibantu dengan tulisan dan bahasa tubuh agar mudah dipahami.

Komunikasi sendiri memiliki pengertian menyebarkan informasi (informasi, pesan, pengetahuan, nilai, pikiran) untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama (commoness). Adapun komponen dari komunikasi terdiri dari komunikator (sumber/source), berita (pesan/message), saluran (media/channel) dan penerima (reflektor/receiver). Suatu komunikasi dikatakan sukses apabila komunikator cakap dalam menyampaikan informasi menggunakan media yang tepat baik secara lisan, tertulis maupun elektronik sehingga penerima atau komunikan dapat memahami pesan yang disampaikan dengan baik. Beberapa hal yang dapat menghambat komunikasi antara lain kurang cakapnya berkomunikasi, sikap kurang tepat, kurang pengetahuan, kurang paham sistem sosial, adanya perasaan berburuk sangka atau curiga, jarak fisik, verbalistik, kesalahan bahasa, indera rusak, komunikasi satu arah, berantai ataupun berlebihan.

Prinsip dalam berbicara efektif adalah motivasi, perhatian, keinderaan, pengertian, ulangan dan kegunaan. Dalam berbicara kepada orang dengan usia lanjut, sikap kita sebaiknya berwajah yang berseri dan jangan berbicara dengan terburu-buru, berikan suara yang lembut. Selain itu, gunakan bahasa yang sederhana dalam menyampaikan informasi. Usahakan agar intonasi suara tidak terlalu cepat dan tidak terkesan menggurui. Tips berkomunikasi saat berbicara dengan lansia adalah BICARA, yaitu Bermanfaat, bersemangat, baca, berlatih; Instrumen; Catat; Atensi (setarakan-puji, sanjung), Action; Rajin, Ramah, Rendah Hati, Rasakan (Empati); dan Agama-Akhlaq. Sedangkan Tips berkomunikasi agar menjadi pendengar lansia yang sukses adalah DENGAR yaitu Dorong; Engga buka rahasia; Natap mata; Gak mencela/ mengejek; Angguk, Angkat bahu, Alat bantu, Akrab, Atensi; dan Resume (Rumuskan).

 

Kontributor :

Dr. dr. Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIM, SE

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.