Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Cegah Hepatitis A di Tempat Kerja Kita

Hepatitis A adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang ditularkan melalui kotoran/ tinja penderita, biasanya melalui makanan yang terkontaminasi kemudian masuk melalui saluran cerna. Pada berapa kasus hanya memberikan sedikit atau tanpa gejala terutama bagi yang masih muda. Waktu inkubasi sampai munculnya gejala sekitar 2-6 minggu. Gejalanya biasanya berakhir dalam 8 minggu dan meliputi mual (nausea), muntah-muntah, mencret, kulit kuning (terutama bagian putih dari mata), demam dan nyeri perut. Komplikasi dari penyakit Hepatitis A yang fatal memang jarang terjadi, tetapi mungkin dapat terjadi pada penderita lansia.

Penularan virus Hepatitis A atau Hepatitis Virus Tipe A (HVA) melalui frcal oral, yaitu virus ditemukan pada tinja. Virus ini akan masuk ke saluran cerna melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Merebaknya kejadian Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup kurang bersih dan higienitas sanitasi yang buruk. Dalam banyak kasus, infeksi  Hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah Hepatitis B atau C, sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati dan dapat sembuh tuntas bila ditangani dengan baik. Meski demikian, Hepatitis A tetap harus diwaspadai karena dapat mengurangi produktivitas bagi yang harus dirawat di rumah sakit. Apabila dalam suatu lingkungan terjadi kasus kejadian yang bersamaan dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas kegiatan secara umum.

Gejala awal dari infeksi Hepatitis A umumnya diawali dengan rasa mual, walaupun tidak selalu dialami oleh penderita. Masa inkubasi, berkisar 2-6 minggu. Gejala infeksi Hepatitis A berhubungan dengan usia penderita, 80% orang dewasa menunjukkan gejala-gejala yang dapat dikenali sehubungan dengan virus Hepatitis akut sedangkan mayoritas anak-anak tidak menunjukkan gejala. Gejala biasanya berakhir kurang dari 2 bulan, meskipun pada sebagian penderita dapat berlangsung hingga 6 bulan.

Keletihan pada seluruh tubuh, demam, mual/muntah, kehilangan nafsu makan, mengunungnya kulit dan bagian putih mata (ikterik), karena meningkatnya kadar bilirubin dalam darah, air kencing berwarna gelap seperti the, mencret atau kotoran BAB yang berwarna terang atau mirip tanah liat/ dempul. Kadang gejala-gejala yang dirasakan penderita yang satu dengan lainnya belum tentu sama. Diagnosa membutuhkan tes laboratorium darah karena gejalanya seringkali sama dengan penyakit lainnya.

Menurut perjalanan penyakitnya, Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium yaitu pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual; stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik) dan stadium penyembuhan (konvalesensi) yang terkadang memerlukan waktu panjang sehingga penderita masih belum bisa beraktivitas secara normal dan membutuhkan istirahat (bedrest) dan penyesuaian jenis serta pola makan yang harus dikonsumsi agar mempercepat masa penyembuhan.

Adapun beberapa cara pencegahan yang dapat kita lakukan agar terhindar dari Hepatitis A antara lain menerapkan perilaku  hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum makan dan sesudah dari toilet; memperhatikan kebersihan alat makan seperti piring, sendok, gelas yang akan dipergunakan untuk makan; mencuci bahan makanan yang akan masak sampai bersih di air mengalir dan memasak makanan hingga matang agar kuman penyakit yang masih menempel sudah mati karena terkena panas serta melakukan vaksinasi Hepatitis A untuk pencegahan terutam bila akan datang atau bermukim di daerah yang endemis.

Kontributor :

Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.