Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Hindari Terpeleset, Tersandung dan Terjatuh Pada Saat Bekerja

Rumah sakit merupakan sarana yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan yang mempunyai beragam persoalan tenaga kerja dengan berbagai risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, rumah sakit berkewajiban menerapkan upaya pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Upaya ini dijalankan agar tenaga kerja terhindar dari adanya risiko kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan cidera serius pada pekerja antara lain terpeleset (slip), tersandung (trip), dan terjatuh (fall). Dampak yang ditimbulkan akibat kecelakaan kerja terpeleset, tersandung, dan terjatuh dapat berupa luka ringan, cedera serius, hingga kematian bagi pekerja. Selain itu, kecelakaan kerja tersebut juga dapat mengakibatkan kerugian ekonomi. Sangat penting untuk memahami bagaimana terpeleset, tersandung, dan terjatuh dapat terjadi serta bagaimana cara menghilangkan atau meminimalkan bahaya tersebut di tempat kerja.

Terpeleset terjadi karena kurangnya gesekan antara alas kaki yang pekerja gunakan dan permukaan lantai. Penyebab umum terpeleset di antaranya karena permukaan lantai yang basah atau berminyak; bahan-bahan kering yang jika tercecer dapat menyebabkan lantai kerja menjadi licin, seperti debu, tepung, pasir, serbuk kayu, dan sebagainya; bahan lantai yang terlalu licin dan alas kaki yang licin. Berbeda denga terpeleset, tersandung terjadi ketika kaki menabrak sebuah benda dan pada saat bersamaan tubuh tetap bergerak sehingga mengakibatkan pekerja kehilangan keseimbangan. Penyebab umum tersandung di antaranya material yang melintang di area lantai kerja, seperti kabel, selang, kawat, atau benda lain; pencahayaan yang buruk; permukaan lantai kerja tidak rata; dan tangga yang rusak atau ketinggian anak tangga yang tidak sama. Sedangkan terjatuh terjadi ketika pekerja kehilangan keseimbangan. Terjatuh bisa diakibatkan dari tidak adanya pembatas yang menahan agar orang tidak jatuh atau tidak adanya alat pelindung diri yang menahan orang dari jatuh.

Terpeleset, tersandung, dan terjatuh dapat menimbulkan cedera yang serius di area pergelangan kaki, lutut, dan punggung. Bahkan kecelakaan terpeleset dan tersandung dapat menyebabkan cedera patah tulang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh di tempat kerja antara lain menggunakan alas kaki yang tidak licin dan nyaman disesuaikandengan kondisi area kerja, fokus dalam mengorganisir dan mengatur pekerjaan, memasang pelapis lantai anti slip atau mengganti pelapis lantai yang sudah aus, menjaga area kerja tetap bersih, rapi, dan aman, memastikan area kerja memiliki pencahayaan yang baik agar pandangan lebih jelas sehingga dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan pengurangan kesalahan kerja.

Pemasangan tanda peringatan, barikade, atau alat pengaman lainnya juga menjadi hal yang penting untuk membatasi akses ke area yang menimbulkan kemungkinan bahaya. Selain itu, pemasangan rambu peringatan bahaya terpeleset, tersandung dan terjatuh di tempat berisiko juga dapat membantu mengingatkan pekerja akan bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh yang terdapat di area kerja. Jangan lupa untuk menggunakan alat pelindung jatuh yang tepat dan memadai. Sistem perlindungan bahaya jatuh adalah komponen yang penting dalam perencanaan pencegahan bahaya terjatuh. Pastikan pekerja menggunakan alat pelindung jatuh yang tepat dan peralatan dalam kondisi baik saat bekerja di ketinggian. Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah menjaga konsentrasi saat berjalan atau beraktifitas yang membutuhkan perpindahan posisi. Penggunaan handphone atau gadget pada saat berjalan atau beraktifitas dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh. Selain upaya di atas, ada baiknya petugas kebersihan dilibatkan secara langsung untuk menentukan langkah yang tepat dalam menjaga kebersihan dan kerapian area kerja. Kecelakaan kerja dapat dihindari, untuk itu kita harus selalu waspada demi menjaga keselamatan diri dan orang disekitar kita. Salam K3!

Kontributor :

Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (Unit K3RS)

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.