Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Penyakit Yang Timbul Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat

Gaya hidup tidak sehat adalah pola aktifitas sehari-hari yang mampu menurunkan status kesehatan dan dapat mendatangkan penyakit bagi kita. Sedangkan gaya hidup sehat adalah pola aktifitas yang mampu untuk menjaga kesehatan dan juga menghindarkan dari hal-hal yang bisa mendatangkan penyakit bagi kita. Menjaga asupan makanan dan aktivitas fisik merupakan fondasi untuk memiliki tubuh yang sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang tak tergerak meluangkan waktu untuk melakukannya.

Gaya hidup tidak sehat akan berdampak pada kesehatan tubuh kita seperti Sindrome Metabolik. Ini adalah sekelompok kondisi yang meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Sindrome Metabolik mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh, dan kadar kolesterol yang tidak normal.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu timbulnya penyakit Dislipidemia. Penyakit ini terjadi karena kolesterol atau lemak (lipid) yang tidak normal di dalam tubuh. Dislipidemia meningkatkan kemungkinan penyumbatan arteri (aterosklerosis) dan serangan jantung, stroke, atau masalah sirkulasi darah lainnya terutama pada perokok. Pada orang dewasa, ini sering berhubungan dengan obesitas, diet yang tidak sehat dan kurang olahraga. Dislipidemia berakibat fatal, bahkan kematian.

Kadar kolesterol yang baik adalah sebagai berikut:

  • Kadar kolesterol totalyang baik dalam darah adalah kurang dari 200 mg/dl, termasuk dalam kategori tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dl atau lebih.
  • Kadar kolesterol LDL yang baik dalam darah adalah kurang dari 100 mg/dl, dan akan membahayakan kesehatan Anda bila kadarnya mencapai 160 mg/dl atau lebih.
  • Kadar kolesterol HDLyang baik dalam tubuh adalah 40 mg/dl atau lebih, dan dapat dikatakan rendah bila kadarnya kurang dari 40 mg/dl.
  • Kadar trigliseridayang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dl, dan termasuk dalam kategori tinggi bila kadarnya mencapai 200 mg/dl atau lebih.

Gejala tidak khas dari dislipidemia ini antara lain, pegal-pegal, leher tegang, kesemutan, mudah lelah, dan tanpa gejala. Cara mencegah penyakit dislipidemia dengan melakukan pola aktifitas sehari-hari yang bisa mendatangkan penyakit tubuh kita. Faktor resiko penyakit ini juga disebabkan oleh usia, jenis kelamin, diabetes, hipertensi, genetik, stress psikologis, alkohol, dan pola makan gula, lemak, dan kalori. Cara mengatasi penyakit ini dapat dilakukan dengan upaya pengendalian obat-obatan dan non obat. Untuk non obat dapat dilakukan dengan makan makanan yang sehat dan olahraga yang teratur, makan makanan yang bergizi dan seimbang, kurangi makanan yang digoreng, konsumsi daging tanpa lemak dan kurangi makanan yang mengandung banyak gula. Latihan jasmani juga diperlukan untuk menurunkan trigliserida, menaikkan kolesterol baik, dan menurunkan berat badan. Olahraga jasmani yang dianjurkan adalah jalan, jogging, bersepeda, berenang ataupun senam aerobik.

Apabila dengan mengatur pola hidup sehat target lemak belum tercapai, maka diperlukan obat-obatan. Obat- obatan tersebut disesuaikan dengan komponen lemak mana yang tidak normal. Pilihan spesifik obat-obatan atau kombinasi obat tergantung dari berbagai faktor, termasuk faktor individu, usia, kondisi kesehatan, dan mungkin efek samping. Kenali sakit anda, berusaha berperan dalam mengatasi, rutin berkonsultasi dan upayakan gaya hidup sehat.

Kontributor :

M. Robikhul Ikhsan, M.Kes., SpPD-KEMD

 

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.