Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Tips Cegah Terjadinya Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih atau yang dikenal dengan ISK merupakan infeksi yang terjadi pada saluran kemih/kencing. Saluran kemih pada manusia terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Penyebab terjadinya infeksi saluran kemih adalah adanya mikroorganisme patogen yang terdapat di dalam saluran kemih. Mikroorganisme patogen tersering adalah bakteri, namun virus dan jamur juga dapat ditemukan dalam kasus infeksi saluran kemih. Baik pria maupun wanita bisa beresiko terkena ISK, namun demikian wanita lebih beresiko untuk terkena ISK. Sembilan dari sepuluh kasus ISK disebabkan oleh bakteri Eschenrichia Coli atau E. Coli yang umumnya hidup  di dalam usus besar dan sekitar anus. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam uretra seseorang akibat kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya saja jika kertas toilet yang digunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya. Pada saat itulah bakteri dapat masuk ke dalam saluran kemihnya. Dalam kasus seperti ini, wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dari pada tubuh pria. Selain itu, seseorang dengan asupan cairan yang kurang dan orang yang sering menahan keinginan untuk buang air kecil juga beresiko terkena ISK.

Untuk mengenali penyakit ISK bukan hal yang mudah karena tahap awal yang masih ringan biasanya penyakit ini asimtomatik atau tanpa gejala sehingga pada tahap awal penyakit ini biasanya diketahui saat dilakukannya pemeriksaan kesehatan secara berkala atau sering disebut dengan General Check Up (GCU). Pada kasus ISK, biasanya akan ditemukan abnormalitas pada hasil pemeriksaan urin seperti adanya bakteri, leukosit asterase, leukosit pucat, leukosit gelap, maupun eritrosit. Beberapa gejala yang ditemukan pada penderita ISK antara lain rasa ingin selalu buang air kecil namun hanya sedikit kencing yang dikeluarkan (sering dikenal dengan istilah “anyang-anyangan”), nyeri atau perih saat buang air kecil, nyeri pada bagian perut, warna urin keruh / merah / disertai nanah, mual muntah, demam dan nyeri di bagian punggung atau pinggang. Apabila sudah terdapat keluhan-keluhan seperti di atas sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit Infeksi Saluran Kemih antara lain konsumsi air putih minimal 2 liter dalam satu hari atau kurang lebih 8 gelas. Bila konsumsi cairan dengan jumlah yang cukup maka frekuensi buang air kecil akan semakin meningkat sehingga proses pengeluaran bakteri akan semakin lancara. Yang kedua adalah jangan menahan keinginan untuk buang air kecil karena dengan menahan buang air kecil maka bakteri memiliki kesempatan untuk mengendap dan berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi seluran kemih. Selanjutnya adalah menjaga kebersihan terutama saat buang air besar dan buang air kecil dengan membasuh kemaluan dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Sebaiknya saat membilas setelah buang air kecil, gunakan air yang mengalir, bukan menggunakan air yang mengendap. Selain itu, jangan malas untuk mengganti celana dalam dan hindari penggunaan celana yang terlalu ketat dengan memilih bahan celama dalam yang menggunakan katun sehingga nyaman digunakan. Tips terakhir adalah menghindari konsumsi minuman yang mengandung kafein, karbinat dan alkohol.

Apabila kita merasakan gejala infeksi saluran kemih, jangan pernah dibiarkan hingga berlarut-larut, lebih baik segera konsultasikan kepada dokter karena bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan infeksi darah (sepsis). Penyembuhan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. ISK yang tergolong ringan biasanya akan sembuh setelah dilakukan pengobatan secara berkelanjutan.

Kontributor :

dr. Dwi Hestu Anindita

 

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.