Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Pentingnya Sanitasi Dalam Pengelolaan Makanan

Hygiene dan sanitasi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena erat kaitannya. Hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subyeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindungi kebersihan tangan, mencuci piring untuk kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan. Sedangkan sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subyeknya, misal menyediakan air bersih untuk keperluan mencuci tangan atau menyediakan tempat sampah untuk mewadahi sampah. Sanitasi juga memiliki beberapa tujuan lain yaitu memperbaiki, mempertahankan serta mengembalikan kesehatan pada manusia, memaksimalkan efisiensi produksi serta menghasilkan produk-produk yang sehat dan aman dari berbagai pengaruh yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia.

Begitu pula dengan makanan yang harus bersih dan pengolahannya juga tepat. Dalam pengelolaan makanan, ada 6 prinsip yang harus diperhatikan yaitu keadaan bahan makanan, cara penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, cara pengangkutan makanan yang telah dimasak, cara penyimpanan makanan masak dan cara penyajian makanan masak. Peralatan makanan dan minuman dapat dipergunakan seperti piring, gelas, mangkuk, sendok atau garpu juga harus dalam keadaan bersih. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah bentuk peralatan utuh, tidak rusak, cacat, retak atau berlekuk-lekuk tidak rata, peralatan yang sudah bersih dilarang dipegang di bagian tempat makanan, minuman atau menempel di mulut karena akan terjadi pencemaran mikroba melalui jari tangan. Selain itu, peralatan yang sudah retak, gompel atau pecah selain dapat menimbulkan kecelakaan (melukai tangan) juga menjadi sumber pengumpulan kotoran karena tidak akan dicuci sempurna dan kita tidak diperbolehkan menggunakan kembali peralatan yang dirancang hanya untuk sekali pakai.

Adapun usaha-usaha dalam sanitasi makanan antara lain keamanan makanan dan minuman yang disediakan, hygiene perorangan dan praktek-praktek penanganan makanan oleh karyawan yang bersangkutan, keamanan terhadap penyediaan air, pengelolaan pembuangan air limbah dan kotor, perlindungan makanan terhadap kontaminasi selama dalam proses pengolahan, penyajian, dan penyimpanan dan pencucian, kebersihan dan penyimpanan alat-alat/perlengkapan. Kemudian adapun ciri-ciri bahan makanan yang baik adalah daun, buah atau umbi dalam keadaan segar, utuh dan tidak layu; kulit buah atau umbi tidak rusak; tidak ada bagian sayuran yang ternoda; begitu juga dengan susu, aroma khas susu tidak bauasam, tengik, atau bau amis; jika dituangkan dari gelas masih menempel di dinding gelas; bebas dari kotoran fisik seperti darah, debu, bulu, serangga dan lain-lain; buah juga harus utuh, tidak rusak, atau kotor; tidak berbau busuk dan warnanya sesuai dengan bawaannya.

Kesehatan merupakan hal yang mutlak dibutuhkan oleh tubuh. Tanpa kesehatan, manusia tidak bisa beraktivitas dan bekerja. Saat sakit, barulah sangat terasa arti penting kesehatan bagi seseorang. Jadi, mari kita bersama-sama menjaga kesehatan mulai dari hal terkecil yaitu memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Kontributor :

Instalasi Sanitasi dan Lingkungan Rumah Sakit (ISLRS)

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.