Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Peresmian Layanan Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Sardjito oleh Menteri Kesehatan RI

YOGYAKARTA – Penyakit kardiovaskular telah menjadi penyebab utama kematian global selama lebih dari 15 tahun. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan setidaknya 17,9 juta jiwa atau setara dengan 31% kematian global meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada tahun 2016. Mengingat hal tersebut, pelayanan jantung perlu ditingkatkan untuk menekan angka kematian. Langkah nyata dilakukan oleh RSUP Dr Sardjito. Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Dr. dr. Darwito, SH., Sp.B(K)Onk beserta jajaran direksi pada Jumat (15/3), menyambut kedatangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) untuk meresmikan Pelayanan Pusat Jantung Terpadu di RSUP Dr. Sardjito, di Ruang Utama Gedung Diklat Lantai IV RSUP Dr. Sardjito.

Acara dibuka dengan laporan, sambutan dan presentasi pelayanan jantung terpadu oleh Direktur Utama yang dilanjutkan dengan pengarahan dan penandatanganan prasasti peresmian Pelayanan Pusat Jantung Terpadu oleh Menteri Kesehatan RI. Menteri Kesehatan selanjutnya menuju Healing Garden untuk menyaksikan penandatanganan Batu Komitmen oleh jajaran direksi RSUP Dr. Sardjito yang berkomitmen dalam menjaga mutu dan keselamatan pasien secara efisien yang berbasis budaya. Peresmian layanan jantung terpadu ditandai dengan pengguntingan buntal di pintu lobi timur Gedung Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat Layanan Poliklinik, Kamar Operasi, Cath Lab, ICCU, ICU Bedah Jantung, Rehab Jantung dan Taman, serta Rawat Inap yang ada di Gedung PJT. Menteri Kesehatan juga melakukan peninjauan terkait simulasi pelayanan one stop service cardiac mulai dari pemeriksaan/ diagnosis non invasif sampai rehabilitasi, prosedur invasif jantung (catheterisasi jantung dan bedah jantung) dan perawatan intensif.

Menteri Kesehatan RI memaparkan bahwa klaim di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk penanganan Katostropik (penyakit dengan anggaran biaya tinggi) telah mencapai presentase sekitar 20%-30%, dimana 50% klaim ini digunakan untuk penanganan kardiovaskuler/ jantung. Hal ini menandakan bahwa pelayanan kesehatan jantung sangat perlu untuk ditingkatkan. Keberadaan Gedung Pusat Jantung Terpadu merupakan salah satu upaya RSUP Dr. Sardjito dalam mewujudkan Indonesia Sehat dengan memberikan pelayanan jantung secara paripurna yang mudah diakses oleh masyarakat. Dalam sambutannya, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.A Moeloek, Sp.M juga mengajak masyarakat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) agar kita semua terhindar dari penyakit. Harapannya, dengan dibangun Gedung Pusat Jantung Terpadu dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis di Indonesia guna meningkatkan pembangunan kesehatan yang merupakan salah satu upaya pembangunan nasional demi tercapainya peningkatan derajat kesehatan.

Kementerian Kesehatan selalu konsisten meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit sesuai standar nasional dan internasional melalui akreditasi rumah sakit dengan berkomitmen untuk selalu berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya melalui rumah sakit UPT vertikal, termasuk penyediaan pelayanan jantung ini. Komitmen ini diimplementasikan melalui pemberian bantuan rupiah murni (RM) terhadap fisik PJT RSUP Dr. Sardjito Tahap I – III (tahun 2014 – 2016). RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan didorong untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, dimana salah satunya adalah pelayanan tentang penyakit jantung termasuk tindakan bedah jantung invasive dan non invasive. Dalam rangka mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) khususnya di bidang kesehatan, RSUP Dr Sardjito berpartisipasi aktif untuk terus meningkatkan kualitas dan aksesibiltas pelayanan kesehatan di wilayah propinsi DIY dan sekitarnya. Semakin bertambahnya beban penyakit jantung-pembuluh darah khususnya di propinsi DIY dan tingginya tuntutan penyediaan layanan yang berorientasi terhadap keselamatan pasien sebagai implementasi akreditasi Joint Commission International (JCI), maka RSUP Dr Sardjito menjadikan layanan jantung-pembuluh darah sebagai salah satu layanan unggulan RS.

Layanan Jantung-Pembuluh Darah diselenggarakan oleh KSM Jantung berkolaborasi dengan KSM Bedah – Bedah Thoraks Kardiovaskular, KSM Anestesi, dan KSM Anak yang meliputi layanan rawat jalan, rawat darurat, pemeriksaan penunjang non invasif, rawat inap bangsal, intermediate, intensif kardiovaskular, code blue, tindakan invasif berbasis kateter, bedah kardiovaskular, dan rehabilitasi kardiovaskular. Adapun layanan pemeriksaan diagnostik invasif dan tindakan intervensi invasif non bedah meliputi angriografi koroner, penyadapan jantung, intervensi koroner per kutan (IKP) elektif, intervensi koroner per kutan (IKP) primer/emergensi, temporary pace maker (TMP), permanent pace maker (PPM), implantable cardioverter defibrilator (ICD), cardiac resynchrozationtherapy (CRT), study elektrofisiologi, ablasi, PTBV/BMV/BAS, penutupan defek (ASDD/VSD/PDA) dengan device, angriografi vaskuler perifer & PIAT/PTA, perikardiosintesis dan IABP. Sedangkan untuk pemeriksaan penunjang non invasif meliputi ekokardiografi transthorakal dewasa 2D/3D, ekokardiografi transesofageal, dobutamine stress echocardiography (DSE), bubble test echocardiography, doppler ultrasound vascular, holter monitor, ekokardiografi transthorakal anak, MSCT cardiac dan MRI cardiac.Tindakan rehabilitasi kardiovaskular meliputi uji latih jalan 6 menit, uji latih jantung (treadmill test), rehabilitasi jantung fase II dan ergocycle test. Sedangkan untuk layanan bedah jantung yang telah dilakukan di RSUP Dr. Sardjito antara lain bedah jantung koroner dewasa, bedah jantung katup/ kongenital dewasa, bedah jantung anak dan pericardial window/perikardiektomi. Tim jantung-pembuluh darah telah menyusun rencana strategik untuk pengembangan layanan, pendidikan, serta penelitian di bidang kardiovaskular yang meliputi kelompok kerja koroner, penyakit jantung struktural dan kongenital, intensif dan rawat inap, ekokardiografi & pencitraan, aritmia, vaskular, rehabilitasi jantung, anestesi dan bedah jantung. (/VM)

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.