Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Perawatan Bayi Lekat Untuk Bayi Berat Lahir Rendah

Perawatan bayi lekat adalah proses kontak langsung antara ibu dan bayi dalam keadaan terus menerus khususnya saat pemberian ASI yang bertujuan untuk menjaga kehangatan pada suhu tubuh bayi agar tetap stabil. Biasanya, perawatan dilakukan pada saat di rumah sakit setelah proses kelahiran, yang kemudian dilanjutkan pada saat bayi pulang ke rumah dengan jangka waktu yang rutin. Adapun syarat perawatan bayi lekat antara lain berat lahir bayi < 2500 gram, bayi tidak mengalami kelainan atau penyakit yang menyertai, bayi refleks dan memiliki koordinasi isap serta menelan yang baik, bayi memiliki perkembangan baik selama berada di inkubator serta kesiapan maupun keikutsertaan orangtua dalam mendukung keberhasilan metode perawatan bayi lekat atau Kangaroo Mother Care (KMC).

Prinsip dalam perawatan bayi lekat adalah memberikan kehangatan ekstra bagi bayi. Sebelum memulai metode ini, bayi sebaiknya diberikan pakaian, topi, popok dan kaos kaki yang telah dihangatkan terlebih dahulu. Selanjutnya, letakkan bayi di dada dengan posisi tegak menempel pada kulit Ibu. Pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada dengan posisi tungkai dan siku bayi menekuk sedangkan kepada dan dada bayi berada di dada dengan kepala agak sedikit mendongak. Sebaiknya, ibu memakai baju yang longgar agar bayi lebih nyaman ketika diletakkan di antara payudara Ibu. Sedangkan untuk menjaga agar bayi tidak jatuh, Ibu bisa melilitkan selendang melingkari perut, tepat di bawah tubuh bayi sehingga Ibu juga dapat bebas bergerak walau berdiri, duduk, jalan, makan dan mengobrol.

Perawatan bayi lekat ini sendiri memiliki berbagai manfaat seperti memperkuat ikatan emosi antara ibu dan bayi dengan menstabilkan suhu tubuh bayi, denyut jantung dan pernapasan bayi; meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi lebih baik lagi, meningkatkan produksi ASI, menurunkan resiko infeksi selama dalam perawatan di rumah sakit serta mempersingkat masa rawat ibu dan bayi di rumah sakit. Pemantauan terhadap BBLR juga perlu dilakukan ketika ibu dan bayi telah meninggalkan rumah sakit. Adapun hal yang perlu diperhatikan antara lain keadaan umum bayi sudah membaik, kemampuan mengisap dan menelan bayi baik, suhu tubuh bayi dalam 3 hari berturut-turut cenderung baik serta Ibu yang telah mampu merawat bayinya sepulang dari rumah sakit.

 

Kontributor :

Instalasi Maternal Perinatal – RSUP Dr. Sardjito

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.