Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Mengenali Rambut Rontok dan Mencegah Kebotakan

Pada rambut normal, terdapat 3 siklus pertumbuhan rambut yaitu fase tumbuh (fase anagen), fase istirahat (fase katagen) dan fase rontok (telogen). Secara umum, rambut kepala akan tumbuh sepanjang 1-2 cm tiap bulan dan seseorang akan rontok rambutnya kurang lebih 50 helai per hari yang terlihat pada sisir, maupun saat kita mencuci rambut. Rambut rontok dikatakan tidak normal dan perlu penanganan apabila kita kehilangan lebih dari 100 helai per harinya. Hilangnya rambut bisa berupa penipisan secara keseluruhan atau di tempat tertentu. Ada beberapa penyebab kerontokan rambut yang tidak normal seperti faktor keturunan, penyakit infeksi misalnya tipes, gangguan sistemik lain misalnya setelah melahirkan, gangguan nutrisi, gizi, penyakit gondok, sifilis maupun penyakit jaringan ikat, serta gangguan kulit kepala seperti rambut rontok kulit kepala tampak kemerahan.

Ada beberapa jenis kerontokan yang dapat kita alami, yaitu alopesia androgenik, alopesia areata dan telogen effluvium. Alopesia androgenik adalah kebotakan yang disebabkan faktor umur, hormon testosteron (hormon laki-laki) dan keturunan yang terlihat pada umur 40 tahun atau lebih awal. Tandanya, pada laki-laki adalah rontoknya rambut pada kepala tengah, kepala samping kiri dan kanan. Alopesia Areata adalah kerontokan yang umumnya hanya terjadi di satu tempat, yaitu pada kulit kepala walaupun dapat juga terjadi pada alis, jenggot, kumis dan rambut di seluruh badan yang diakibatkan karena adanya gangguan kekebalan tubuh. Sedangkan jenis kerontokan yang terakhir adalah telogen effluvium adalah rambut menipis 2-4 bulan setelah mengalami sakit berat, setelah melahirkan, stres berat dan setelah diet ketat yang umumnya akan kembali tumbuh normal setelah 6 bulan. Penggunaan obat tertentu juga dapat mengakibatkan kerontokan rambut tetapi rambut dapat kembali tumbuh setelah obat tersebut dihentikan, misalnya obat anti kanker, penyakit gondok, anti pembekuan darah dan lain sebagainya. Beberapa hal yang dapat memperberat rambut rontok antara lain rambut diikat, rambut disanggul, pemakaian obat keriting rambut, pemakaian obat pelurus rambut, pewarnaan rambut serta kebiasaan menarik-narik rambut.

Apabila kita mencurigai rambut rontok tidak normal dan mengalami kebotakan, lebih baik konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebab yang tepat sehingga mendapatkan penanganan yang benar. Pemakaian sisir dengan gigi sisir yang longgar, tidak terlalu sering mengikat rambut, serta tidak melakukan pengeritingan maupun pelurusan rambut juga disarankan untuk mengurangi kerontokan pada rambut. Selain itu, kita juga wajib menjadi konsumen yang cerdas dengandan tetap waspada terhadap iklan yang menawarkan berbagai pilihan produk shampo dengan menyesuaikan jenis shampo sesuai kebutuhan rambut kita masing-masing.

Kontributor :

KSM Kulit dan Kelamin – RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

 

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.