Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Budaya Assesment Pasien Resiko Jatuh

Jatuh pada pasien adalah suatu peristiwa dimana seseorang mengalami jatuh dengan atau tanpa disaksikan oleh orang lain, tidak sengaja/tidak direncanakan, dengan arah jatuh ke lantai, dengan atau tanpa mencederai dirinya. Risiko   jatuh   pada  pasien   yang   berisiko untuk   jatuh umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor fisiologis yang dapat berakibat cidera. Risiko jatuh dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya salah memperkirakan jarak dari tempat tidur ke lantai, merasa lemah atau pusing pada saat mencoba untuk bangun, merubah posisi terlalu cepat dan kehilangan keseimbangan ketika mencoba untuk bangun dari kursi. Hal ini umum terjadi khususnya pada pasien usia lanjut, penyebab lain meliputi tidak mengenal lingkungan sekelilingnya, meminum obat yang membuat kesadaran mereka terhadap lingkungan berkurang, berada di tempat gelap, gangguan status mental (misalnya: bingung atau disorientasi), gangguan mobilitas (misalnya: gangguan berjalan, kelemahan fisik, menurunnya mobilitas tungkai bawah, gangguan keseimbangan), riwayat jatuh sebelumnya, obat-obatan (sedatif dan penenang, obat-obatan yang berlebihan), berkebutuhan khusus dalam hal toileting (memerlukan bantuan untuk buang air, mengalami inkontinensia, diare, tidak dapat menahan keinginan buang air) dan usia lanjut. Hal ini tentu akan merugikan pasien terutama secara fisik, maka dari itu staff medis harus sangat memperhatikan kondisi pasien dengan assesment risiko jatuh yang dengan menggunakan instrument yang tepat. Pelaksanaan program kegiatan manajemen risiko pasien jatuh merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah maupun menangani pasien dengan risiko jatuh maupun pasien yang mengalami insiden jatuh sehingga mengantisipasi terjadinya cedera fisik pada pasien serta untuk meningkatkan mutu rumah sakit.

Dalam upaya mencegah kejadian yang tidak diharapkan (KTD) perlu dibangun budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Program Keselamatan Pasien (patient safety) adalah suatu sistem yang memastikan rumah sakit membuat asuhan atau pelayanan kesehatan terhadap pasien menjadi lebih aman. Komponen yang termasuk di dalamnya adalah: pengkajian risiko, identifikasi dan pengelolan risiko pasien, pelaporan dan analisa insiden risiko jatuh, kemampuan belajar dari insiden, dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Sistem ini mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan baik dari berbagai faktor dalam (kondisi pasien), lingkungan dan ketepatan assement petugas terhadap kejadian cedera pada pasien. Dalam pelaksanaan peningkatan mutu, semua unit di rumah sakit harus mengupayakan indikator mutu yang berdasarkan IPSG (International Patient Safety Goal) salah satunya adalah identifikasi penilaian risiko jatuh, hal ini juga menjadi keharusan di setiap ruangan untuk melakukan asuhan dengan SOP (Standart Operasional Prosedur) keselamatan pasien risiko jatuh.

Menurut buku Preventing Falls in Hospitals: A Toolkit for Improving Quality of Care disebutkan beberapa upaya untuk mengurangi terjadinya kejadian pasien terjatuh di rumah sakit, antara lain, membiasakan pasien dengan lingkungan sekitarnya; menunjukkan pada pasien alat bantu panggilan darurat; posisikan alat bantu panggil darurat dalam jangkauan; posisikan barang-barang pribadi dalam jangkauan pasien; menyediakan pegangan tangan yang kokoh di kamar mandi, kamar dan lorong; posisikan sandaran tempat tidur rumah sakit di posisi rendah ketika pasien sedang beristirahat, dan posisikan sandaran tempat tidur yang nyaman ketika pasien tidak tidur; posisikan rem tempat tidur terkunci pada saat berada di bangsal rumah sakit; jaga roda kursi roda di posisi terkunci ketika stasioner; gunakan alas kaki yang nyaman, baik, dan tepat pada pasien; gunakan lampu malam hari atau pencahayaan tambahan; kondisikan permukaan lantai bersih dan kering dengan membersihkan semua tumpahan; kondisikan daerah perawatan pasien rapi; serta ikuti praktek yang aman ketika membantu pasien pada saat akan ke tempat tidur dan meninggalkan tempat tidur.

Menjaga keselamatan pasien merupakan suatu keharusan bagi para Profesional Pemberi Asuhan dengan menggunkan Standar Prosedur Operasional  (SPO) dalam menerapkan assesment dengan instrument risiko jatuh seperti MFS (Morse Fall Scale), Humty Dumty, Edmoson. Selain itu, menanamkan rasa “Caring” yang ada dalam diri Profesional Pemberi Asuhan penting dilakukan dengan melihat pasien yang dirawat secara holistic. Keberadaan pelatihan tentang International Patient Safety Goals (IPSG) bagi seluruh SDM staff Profesional Pemberi Asuhan yang ada di seluruh unit rumah sakit tentang risiko jatuh dapat menunjang program tepat assement. Dengan penerapan budaya patient safety yang  bersifat “Caring” maka secara otomatis akan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien yang akan berdampak pada meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.

Kontributor :

Fathaillah Liestanto, Neni Puji Astuti

Instalasi Rawat Inap Indraprastha RSUP Dr. Sardjito

Referensi :

  1. Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. 28, Suplemen No. 1, 2014: Sugeng Budiono. Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang
  2. Preventing Falls in Hospitals: A Toolkit for Improving Quality of Care, Agency for Healthcare Research and Quality, January – http://www.ahrq.gov/professionals/systems/long-term-care/resources/injuries/fallpxtoolkit/index.html , download dari http://www.centerforpatientsafety.org/2013/03/08/thirteen-ways-to-prevent-falls/Joint Commission International Acreditation Standards for Hospitals. 4th Edition. 2011
  3. Sardjito.co.id
Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.