Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Waspada Lupus Pada Mata

Lupus merupakan penyakit yang memiliki seribu wajah. Gejalanya tidak selalu sama, tergantung dari bagian tubuh yang terkena. Diperkirakan sekitar 5 juta orang di dunia berjuang melawan lupus dan sekitar 16.000 orang baru terdiagnosis lupus setiap tahunnya. Menurut data yang disarkan oleh US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lupus merupakan penyebab 1.176 kematian per tahun di Amerika Serikat. Lupus terjadi terutama pada wanita usia dengan usia produktif antara 15-44 tahun dengan kejadian tinggi pada ras Afrika-Amerika, Hispanik dan Asia. Prevalensi penderita lupus antara perempuan dengan laki-laki adalah 11 banding 1.

Gejala lupus sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga gejala berat yang mengganggu kehidupan. Gejalanya tidak khas, dapat berubah-ubah dan menyerupai gejala penyakit lain sehingga sulit bagi dokter untuk menegakkan diagnosis. Adapun gejala munculnya lupus antara lain demam, nyeri dan pembengkakkan sendi, kemerahan pada kulit yang semakin parah bila terkena sinar matahari, gangguan ginjal, gangguan mata dan gangguan persarafan. Dari banyaknya komplikasi yang terjadi pada penderita lupus, sekitar 50% penderita lupus mengalami gangguan pada mata. Gejala komplikasi lupus pada mata meliputi mata kering, luka pada kelopak mata, mata merah, gangguan saraf mata dan menyebabkan gerak bola mata. Lupus menimbulkan peradangan pada mata, penyumbatan pembuluh darah ke saraf mata dan pendarahan di dalam bola mata yang menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan.

Penyebab dari lupus belum diketahui secara jelas, namun dipercaya terkait dengan faktor lingkungan, genatik dan hormon. Sejauh ini belum ada obat untuk menyembuhkan lupus. Pengobatan lupus bertujuan untuk menekan gejala dan harus diminum dalam waktu lama. Pengobatan lupus diantaranya obat anti peradangan non steroid, kortikosteroid, hidrosiklorokuin, imunosupresan, obat darah tinggi, obat pengencer darah dan plasmapheresis. Beberapa obat lupus dapat menimbulkan efek samping pada mata, seperti kortikosteroid dan hidroksiklorokuin. Obat kortikosteroid jika digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan katarak dan glaukoma, sedangkan hidroksiklorokuin bersifat toksik bagi saraf mata. Efek samping tersebut dapat menimbulkan gejala gangguan penglihatan hingga kebutaan. Penggunaan obat-obatan tersebut dibutuhkan pengawasan rutin oleh dokter mata. Pengobatan lupus pada mata memerlukan kerjasama antara dokter mata dan dokter penyakit dalam. Selain obat-obatan, operasi dapat dipertimbangkan bila lupus menyebabkan perdarahan di dalam bola mata.

Sebanyak 10-15% penderita lupus meninggal akibat komplikasi yang disebabkan karena gagal fungsi organ, infeksi, stroke, serangan jantung dan emboli paru. Hal tersebut dikarenakan keterlambatan diagnosis, pengobatan tidak tepat serta ketidaktaatan penderita pada pengobatan. Melihat fenomena ini, masyarakat tidak boleh menganggap enteng penyakit lupus pada mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Sebelum terlambat, sebaiknya segera konsultasi dan periksakan gangguan mata dengan dokter spesialis mata yang berkompeten.

Kontributor :

Prof. dr. Suhardjo, SU, Sp.M(K)

KSM Kesehatan Mata – RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.