Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Olahraga Saat Puasa, Mengapa Tidak?

Ramadhan 1440 H sudah hadir, agar tubuh tetap sehat dan bugar saat berpuasa, kita harus tetap berolahraga secara teratur. Dengan olahraga secara teratur, maka kebugaran dan kesehatan tetap terjaga meskipun kita sedang berpuasa. Olahraga teratur juga meningkatkan stamina/daya tahan tubuh, rasa percaya diri dan daya ingat yang semakin kuat, mengurangi stress, kemampuan seksual, serta memperlancar peredaran darah. Selain itu, olahraga dapat meningkatkan perkembangan pembuluh darah kecil/mikrosirkulasi di jantung, ginjal, dan organ lainnya sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Prinsip olahraga yang dilakukan pada saat berpuasa adalah menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Artinya, harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot, jantung lebih aktif, dan oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh. Lalu, bagaimana dengan olahraga di bulan Ramadhan? Olahraga selama puasa ramadhan sebaiknya tetap dilaksanakan. Sebab, hal ini akan menambah kebugaran, mempertahankan daya tahan tubuh serta manfaat lainnya. Namun waktu pelaksanaan, jenis olahraga, dosis dan waktu olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi puasa.

Hal yang menjadi perhatian dalam olahraga saat berpuasa adalah menurunnya cadangan cairan tubuh/dehidrasi. Olahraga dapat dilakukan 1 jam atau 30 menit sebelum berbuka puasa agar dapat membakar lemak lebih banyak. Keuntungan berolahraga sebelum berbuka adalah kita dapat segera mengganti energi yang hilang dan menghindarkan diri kita dari dehidrasi. Namun ingat, jangan memaksa untuk melakukan olahraga yang berlebihan untuk bisa membakar lemak lebih banyak. Karena masih dalam keadaan puasa dengan sisa energi yang sedikit, olahraga yang dilakukan perlu dibatasi. Hentikan olahraga bila tubuh terasa lemas dan pusing saat berolahraga. Seusai shalat tarawih, kita juga dapat melakukan olahraga. Makanan yang dimakan saat berbuka, telah dicerna dengan baik oleh tubuh sehingga tubuh memiliki energi yang cukup untuk berolahraga. Jenis olahraga yang dilakukan setelah salat tarawih juga dapat beragam dari latihan paling ringan dan berat. Bahkan, kita juga bisa olahraga untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot pada saat ini. Selain itu, setelah sahur kita juga bisa melakukan olahraga. Tubuh kita telah menerima energi dari makanan yang kita makan saat sahur, sehingga kita bisa melakukan olahraga pada saat ini. Namun, sebaiknya olahraga yang kita lakukan setelah sahur adalah olahraga dengan intensitas ringan. Olahraga setelah sahur baik kita lakukan untuk menjaga kebugaran tubuh saat puasa.

Apa pun pilihan olahraga selama berpuasa, sebaiknya bukan jenis yang berat (high impact) tapi cukup kategori sedang atau low impact saja agar tak sampai menguras seluruh tenaga yang tersisa, selain itu tubuh tidak perlu kehilangan lebih banyak cairan tubuh. Kehilangan cairan tubuh (dehidrasi) akan berdampak buruk pada kesehatan. Untuk itu, perlu untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dalam berolahraga selama berpuasa dengan mempertimbangkan jenis olahraga yang tepat. Olahraga seperti jalan sehat atau jalan cepat juga bisa menjadi pilihan. Selain itu, latihan seperti, yoga, pilates, body balance, juga tepat dilakukan saat berpuasa. Selain intensitas rendah, latihan tersebut juga memiliki manfaat bagi pikiran dan jiwa. Selain tipe olahraganya, perlu dicatat pula formula FITT (frequency-intensity-time-type), yakni seberapa sering frekuensinya, seberapa berat, serta durasinya. Tipe olahraganya pilih yang low impact yang meraih zona aerobik 60%-80%, kekerapannya 3-5 kali dalam seminggu, dan durasinya 30 menit. Perlu diperhatikan bahwa apabila selama berolahraga lalu merasakan gelap berkunang-kunang, atau muncul tanda dehidrasi, maka olahraga harus dikurangi atau berhenti.

Kontributor :

Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (Unit K3RS)

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

 

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.