Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Pencegahan Infeksi Pada Anak Dengan Kanker

Pasien kanker anak merupakan pasien dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah sehingga rentan terhadap infeksi. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pemberi pelayanan kesehatan mempunyai peranan penting dalam pencegahan infeksi pada pasien kanker anak dengan memberikan kolaborasi pelayanan keperawatan. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan infeksi pada anak dengan kanker di antaranya membiasakan cuci tangan, perawatan pasien di ruang isolasi, perawatan akses intravena, perawatan kebersihan mulut, perawatan pantat, dan perawatan luka.

Dalam lingkungan rumah sakit, dikenal istilah PPI-RS yang merupakan singkatan dari Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit. PPI-RS adalah suatu program yang ditujukan untuk melindungi pasien, petugas rumah sakit, keluarga pasien dan pengunjung dari risiko tertularnya infeksi karena dirawat, bertugas atau berkunjung ke rumah sakit. Salah satu dari tindakan pencegahan tersebut adalah dengan cuci tangan yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran dari kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara. Adapun waktu yang dianjurkan untuk cuci tangan adalah segera setelah tiba di rumah sakit, sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, sesudah dari kamar mandi, setelah meninggalkan rumah sakit, dan apabila tangan kotor. Ada 2 cara mencuci tangan yaitu dengan air mengalir dan dengan cairan berbasis alkohol. Sedangkan 6 langkah prosedur cuci tangan, yaitu :

  • Ratakan sabun atau antiseptic dengan kedua telapak tangan
  • Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya
  • Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
  • Punggung jari tangan digosokkan pada telapak tangan kiri dengan jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci
  • Ibu jari tangan kiri digosok berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya
  • Gosok memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya.

Waktu yang digunakan untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir adalah 40-60 detik, sedangkan untuk mencuci tangan menggunakan cairan berbasis alkohol adalah 20-30 detik. Edukasi kesehatan tentang cuci tangan ini juga terdapat dalam form Pemberian Pendidikan Kesehatan Pasien / Keluarga Interdisiplin, sehingga cuci tangan menjadi salah satu item yang wajib disampaikan kepada pasien dan keluarga. Mengingat pasien kanker anak merupakan pasien imunocompromise, dimana daya tahan tubuh pasien rendah sehingga pasien rentan sekali terhadap infeksi, maka cuci tangan dengan benar sangat diperlukan sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap infeksi.

Ruang isolasi yang digunakan untuk pasien kanker terutama pada anak adalah ruang isolasi perlindungan. Ruangan ini diperlukan bagi pasien dalam kondisi daya tahan tubuh sangat rendah yaitu menjadi lebih / sangat rentan terhadap infeksi sehingga perlu dilindungi dari risiko penularan di rumah sakit. Pasien bisa tertular bakteri, jamur, parasit dari kolonisasi pasien sendiri maupun dari lingkungan luar. Di dalam ruang isolasi perlindungan, pasien diijinkan ditunggu oleh 1 orang keluarga. Penunggu yang berada di ruang isolasi wajib menggunakan baju khusus dan masker. Pencegahan infeksi berikutnya adalah pada pemasangan alat intravaskuler. Tindakan ini dilakukan pada pasien dengan pemasangan alat Intra Vaskuler (IV) dan Central Vena Cathether (CVC) untuk mencegah infeksi. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mencegah terjadinya phlebitis dan Infeksi Aliran Darah Perifer (IADP) yang disebabkan pemasangan alat intravaskuler sekaligus memonitor tanda dan gejala infeksi sesudah alat intavaskuler dilepas.

Pada anak kanker dengan pemberian kemoterapi, ada beberapa efek samping yang muncul, salah satunya adalah stomatitis atau mucositis atau yang sering disebut dengan sariawan. Manajemen perawatan mulut pada pasien kanker anak perlu dilakukan dengan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang perawatan kebersihan mulut serta mengajarkan cara perawatan mulut yang benar. Adapun cara perawatan mulut yang dianjurkan meliputi sikat gigi 2 kali sehari menggunakan sikat gigi yang lembut setelah sarapan dan sebelum tidur, kumur- kumur menggunakan air matang 1 liter ditambahkan dengan 2 sendok teh garam sebagai pengganti NaCl 0,9% serta jangan lupa memberikan anak Nistatin / Candistatin / Micostatin jika terdapat sariawan. Selain sariawan, tidak jarang diare muncul sebagai efek samping dari kemoterapi. Akibat dari frekuensi diare yang sering, menyebabkan iritasi pada area pantat dan anus anak. Manajemen perawatan pantat, yang dapat dilakukan antara lain membersihkan daerah pantat secara rutin, kemudian olesi dengan baby oil untuk menjaga kelembaban area pantat dan berikan salep yang mengandung zinc oxide jika terdapat iritasi atau luka serta segera ganti diaper jika anak BAB. Pada kasus pasien dengan tumor padat, sering ditemukan luka kronis. Luka kanker biasanya mempunyai bau yang khas sehingga dalam perawatan luka kronis hal yang dilakukan adalah membersihkan luka, mengobati dan menutup kembali luka dengan prinsip bersih.

Tindakan pencegahan infeksi sangat dibutuhkan agar pasien terhindar dari komplikasi yang diakibatkan karena infeksi selama perawatan di rumah sakit. Pada pasien kanker anak, dimana kondisi pasien dengan daya tahan tubuh rendah sehingga pasien lebih beresiko terkena infeksi, peran petugas kesehatan di ruangan terutama perawat harus lebih cepat tanggap terhadap munculnya tanda-tanda infeksi pada pasien. Selain itu, edukasi kesehatan wajib diberikan kepada pasien dan keluarga seperti, cuci tangan, perawatan kebersihan mulut, perawatan pantat untuk mencegah komplikasi infeksi.

Kontributor :

Zeni Widiastuti

Instalasi Kesehatan Anak (INSKA) RSUP Dr. Sardjito

DAFTAR PUSTAKA

Sue Moorhead, dkk, 2013, Nursing Outcomes Classification (NOC) Edisi Kelima, Elsevier

Tarwoto, Wartonah, 2008, Keperawatan Medikal Bedah gangguan Sistem Hematologi, Trans Info Media Jakarta

Gloria M. Bulechek, 2013, Nursing Interventions Classification (NIC) Edisi Keenam, Elsevier

 

 

 

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.