Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Peringatan Hari Thalassemia Sedunia Tahun 2019 di RSUP Dr. Sardjito

YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia sedunia, RSUP Dr. Sardjito melalui Unit Promosi Kesehatan bekerjasama dengan KSM Anak Divisi Hematologi dan Onkologi Anak berperan aktif dengan mengadakan edukasi kepada pasien dan pengunjung di poli rawat jalan selama 3 hari yaitu tanggal 22 – 24 Mei 2019 dan edukasi melalui Radio Redjo Buntung Yogyakarta pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2019, dengan narasumber dr. Bambang Ardianto,MSc., PhD., Sp. A. dan dr. Alexandra Widita Swipratama Pangarso, MSc, Sp A. Sesuai dengan tema nasional, edukasi kali ini mengajak masyarakat untuk memutus mata rantai thalassemia mayor dengan cara deteksi dini agar individu mengetahui apakah mereka pembawa sifat thalassemia atau bukan. Thalassemia terjadi bila terdapat perkawinan antar 2 orang pembawa sifat thalassemia, dimana ada kemungkinan 25% anaknya menderita thalassemia mayor.

Tanggal 8 Mei yang lalu diperingati sebagai hari thalassemia sedunia. Peringatan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan terhadap penderita thalasemia dan keluarganya agar tetap semangat menjalani pengobatan. Thalassemia merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang bersifat diturunkan atau herediter. Berdasarkan data UKK Hematologi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2016, Prevalensi thalassemia mayor di Indonesia sekitar 9.121 orang. Angka ini cenderung meningkat setiap tahunnya sehingga penderita memerlukan transfusi darah sepanjang hidupnya dan tentunya berdampak peningkatan pembiayaan BPJS dari tahun ke tahun.

Thalassemia merupakan penyakit yang tidak dapat diobati, tetapi dapat dicegah yaitu dengan menghindari perkawinan antara dua orang pembawa sifat thalassemia. Oleh karena itu, melalui Hari Thalassemia Sedunia yang diperingati setiap bulan Mei perlu dilakukan upaya peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang thalassemia. Tahun ini, dunia mengambil tema “Universal access to quality thalassaemia healthcare services : Building bridges with and for patients” atau “Akses universal terhadap pelayanan kesehatan thalassemia : membangun jembatan dengan dan untuk pasien”. Sedangkan tema hari thalassemia nasional adalah “Putuskan mata rantai thalasemia mayor”.

Thalassemia adalah penyakit keturunan dengan gejala utama pucat, perut tampak membesar karena pembengkakakan limpa dan hati, dan apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit menjadi menghitam. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga produksi hemoglobin berkurang. Sampai saat ini belum ada obat yang menyembuhkan penyakit thalassemia secara total. Pengobatan yang paling optimal adalah transfusi darah seumur hidup dan mempertahankan kadar Hb selalu sama dan mengatasi akibat samping transfusi darah. (/upkrs)

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.