Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Mengenal Hipertensi, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi saat inimenjadi salah satu penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat Indonesia dan merupakan penyebab kematian terbesar ke-2. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada 2 kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Klasifikasi hipertensi menurut ESC 2018 dibedakan menjadi 5 kategori, yaitu normal dimana sistolik/diastolik <120 / <80, prehipertensi 120-139 / 80-89, hipertensi stadium I (140-159 / 90-99), hipertensi stadium II (>160 / 100-109) dan hipertensi stadium III (>180 / >110).

Tanda dan gejala hipertensi adalah sakit kepala, mimisan, pusing/migrain, rasa berat di tengkuk, sulit tidur, mata berkunang-kunang,lemah dan lelah, tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Salah satu aspek yang paling berbahaya dari hipertensi adalah bahwa setiap individu tidak menyadari bahwa dirinya memiliki hipertensi karena tidak adanya gejala, baru tahu kalau sudah terjadi komplikasi sehingga sering kita sebut silent killer. Hipertensi dibedakan menjadi 2 berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer karena adanya faktor keturunan / 90% tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi sekunder yang penyebabnya dapat ditentukan, di antaranya 5-10% berhubungan dengan penyakit ginjal, 1-2% kelaianan hormonal atau pemakaian obat, kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolahraga), stress, meminum alkohol maupun terlalu banyak menkonsumsi garam (makanan asin).

Tekanan darah yang tinggi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan komplikasi hipertensi, salah satunya adalah komplikasi hipertensi pada jantung dan pembuluh darah yang meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan irama, diseksi aorta, maupun penyakit pembuluh darah tepi. Penyakit jantung koroner adalah suatu penyakit ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung yang ditandai dengan nyeri dada, rasa tertekan, berat dan terbakar di dada, rasa mual atau nyeri ulu hati, keringat dingin, serta nyeri/ rasa tidak nyaman di dada seperti ditindih lebih dari 20 menit. Sedangkan gagal jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang tepat dan ditandai dengan penderita mudah lelah, sesak nafas saat beraktifitas maupun saat istirahat serta  kaki bengkak. Penyakit lain akibat komplikasi hipertensi adalah gangguan irama atau fibrilasi atrium yaitu masalah pada irama jantung ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur yang ditandai dengan berdebar, sesak nafas, kelelahan, pusing dan pingsan. Sedangkan diseksi aorta adalah keadaan yang berbahaya di mana dinding aorta, yaitu dinding pembuluh darah utama jantung, robek dan akhirnya mengakibatkan pemisahan dan ditandai dengan nyeri dada depan seperti ditusuk, nyeri dada tembus punggung, nyeri perut, nyeri tungkai serta kelumpuhan anggota gerak. Berbeda dengan penyakit jantung lainnya, penyakit pembuluh darah tepi adalah kondisi dimana aliran darah ke tungkai tersumbat akibat penyempitan pembuluh darah yang berasal dari jantung (arteri). Dampaknya, tungkai yang kekurangan pasokan darahakan terasa sakit, terutama saat berjalan. Penyakit ini ditandai dengan nyeri pergelangan kaki jika berjalan, kelemahan tungkai, tungkai dingin, perubahan warna kaki/kulit pucat dan adanya koreng di kaki.

Menjalani hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Pola hidup sehat yang bisa kita lakukan adalah menajaga berat badan ideal, rutin berolah raga, hindari faktor resiko, lakukan cek kesehatan secara berkala dan konsumsi makanan yang sehat. Beberapa makanan harus dihindari atau dibatasi antara lain makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih), makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biscuit, craker, keripik, dan makanan kering yang asin). Konsumsi garam yang dianjurkan adalah 1/3 sendok the, makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran dan buah dalam kaleng, soft drink), makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, terlur asin, selai kacang), susu fullcream, mentega, margarine, keju, mayonaise, sumber protein hewani yang tinggi kolesterol daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam, kecap, msg, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang mengandung garam natrium dan alkohol.

Kontributor :

Unit Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.