Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Pencegahan Tubercolosis di Lingkungan Rumah Sakit

Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TB pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). Cara penularan infeksi kuman (bakteri) tuberkulosis dari seorang yang menderita TB terhadap orang lain ditentukan oleh banyaknya jumlah kuman (bakteri) yang bersarang di dalam paru-paru penderita. Sumber penyebaran penularan TB di udara bisa berasal dari dahak yang berupa doplet yang keluar di saat penderita batuk atau bersin. Banyaknya kuman (bakteri) pada paru-paru penderita penyakit TB dapat diperiksa dan dilihat melalui mikroskop yaitu pada pemeriksaan dahaknya.

Rumah sakit merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang juga melayani pengobatan terhadap pasien TB sehingga tidak menutup kemungkinan juga para petugas kesehatan dapat tertular penyakit TB. Seperti kata pepatah bahwa “Mencegah lebih baik dari pada mengobati “, pepatah ini juga berlaku dan harus kita garis bawahi dalam upaya pencegahan TB paru agar kita terhindar dari penularan. Adapun tanda dan gejala yang timbul antara lain batuk > 2 minggu, turun nafsu makan, demam fluktuatif, berkeringat saat malam dan berat badan turun secara drastis. Apabila kita menemukan gejala-gejala tersebut, maka perlu kita curigai sebagai kasus TB dan untuk penegakan diagnosisnya perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu pemeriksaan dahak, foto rontgen dan pemeriksaan tes tuberkulin.

Tindakan pencegahan TB oleh orang yang belum terinfeksi antara lain jika terpapar dengan penderita TB maka para petugas kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri seperti masker, menjaga agar lingkungan tempat kerja memiliki sirkulasi udara yang baik dan dapat dijangkau oleh sinar matahari, menjaga supaya tubuh dalam asupan nutrisi yang baik dengan mengkonsumsi makanan dengan prinsip gizi seimbang, serta menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga serta menjaga lingkungan selalu sehat baik itu di rumah maupun di tempat kerja.

Sedangkan bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi penderita TB aktif tindakan yang bisa dilakukan adalah melakukan konsultasi dan meminum obat anti TB dari dokter dan menjaga agar tidak menularkan kuman kepada orang lain di sekitarnya. Hal ini biasanya membutuhkan waktu sampai beberapa minggu dari masa pengobatan dengan obat TB hingga penyakit TB sudah tidak bersifat menular lagi.  Beberapa tips dan cara untuk membantu menjaga pencegahan TB agar infeksi bakteri tidak menular kepada orang-orang di sekitar anda baik itu teman atau keluarga di rumah antara lain bukalah jendela dan nyalakan kipas angin untuk meniupkan udara dari dalam ke luar ruangan sehingga bakteri TB tidak mudah menyebar, selalu menggunakan masker untuk menutup mulut kapan saja ketika didiagnosis TB dan membuang masker yang sudah tidak dipakai lagi pada tempat yang tepat serta aman dari kemungkinan terjadinya penularan TB ke lingkungan sekitar, jangan meludah di sembarangan tempat, hindari udara dingin dan selalu mengusahakan agar pancaran sinar matahari sehingga udara segar dapat masuk secukupnya ke ruangan tempat tidur, usahakan selalu menjemur kasur, bantal, dan tempat tidur di bawah sinar matahari secara rutin sehingga kuman tidak mudah bersarang di peralatan tidur, tidak melakukan kebiasaan menggunakan barang atau alat pribadi bersamaan dan jangan lupa mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kadar karbohidrat dan protein tinggi.

Kontributor :

Dwi Hestu Anindita

Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (Unit K3RS)

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.