Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Mengatasi Kelelahan dan Kebosanan Dalam Bekerja

Rumah sakit adalah salah satu tempat kerja dengan pelayanan yang beroperasi 24 jam sehingga membutuhkan tenaga dan stamina yang fit dalam melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit terutama yang menggunakan shift kerja (shift pagi, siang, malam). Mungkin masalah dari kebosanan Anda bukan karena jenis pekerjaan Anda, tetapi karena rasa lelah sehingga tidak mempunyai energi untuk melanjutkan kerja Anda, jadi rasa bosan-pun datang. Kelelahan dan kejenuhan kerja merupakan komponen yang bersifat fisiologis dan psikologis. Kerja fisik terus menerus dan memerlukan konsentrasi dapat diukur dengan perubahan fisiologis dalam tubuh yaitu penurunan waktu reaksi dan perubahan psikologis yaitu adanya perasaan lelah, pada tenaga kerja (Setyawati, 1985).

Kelelahan dan kejenuhan di tempat kerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pengaturan shift kerja yang tidak baik, faktor individu (kesehatan baik fisik maupun psikis), jenis kelamin, umur, pendidikan,beban kerja, masa kerja, status gizi dan faktor lingkungan fisik (kebisingan, penerangan, suhu dan tekanan panas, vibrasi dan ventilasi). Kelelahan fisik dipengaruhi oleh mikroorganisme (biologi), zat kimia, kebisingan dan perubahan circardian rhythms (terutama pada tenaga kerja shift malam) sedangkan kelelahan non fisik disebabkan oleh faktor psikososial baik di tempat kerja maupun di rumah atau masyarakat sekeliling. Otak karyawan yang sedang mengalami kelelahan dan kejenuhan tidak bekerja secara optimum karena respon terhadap stimulus atau rangsangan dari luar menurun. Kemudian derajat kreatifitas dan inisiatif dalam bekerja juga akan mengalami penurunan sehingga mengakibatkan produktifitas kerja ikut menurun. Kelelahan dan kebosanan bisa menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan kerja karena kewaspadaan dan kesiagaan dalam bekerja akan menurun, apalagi bila bekerja di rumah sakit yang penuh dengan berbagai risiko.

Kelelahan dalam bekerja semakin lama dapat menyebabkan kebosanan dalam bekerja. Demikian juga sebaliknya, sehingga agar dapat bekerja dengan optimal sedapat mungkin kita mengurangi faktor penyebab kebosanan dan kelelahan dalam bekerja. Beberapa tips untuk meminimalisir rasa lelah dan kebosanan saat kerja tanpa harus bermalas-malasan sampai mendapat teguran dari atasan  yang dapat kita lakukan antara lain :

  1. Pikirkan hal menyenangkan dari pekerjaan yang anda jalani

Ingat dan pikirkan kembali hal-hal menyenangkan yang Anda peroleh selama menekuni pekerjaan tersebut, selain gaji yang diterima bukankah bekerja dipelayanan umum seperti rumah sakit adalah sama dengan membantu orang lain? Tak salah bila pekerjaan Anda bernilai ibadah ibadah. Pikirkan juga bahwa betapa banyak orang yang ingin menggantikan Anda di posisi kerja sekarang ini. Jadikanlah hal itu sebagai motivasi untuk kembali bersemangat dalam bekerja.

  1. Gunakan target waktu

Bosan biasanya datang karena memulai pekerjaan dengan mindset yang salah. Kebanyakan orang masuk kerja hanya sekedar untuk menunggu jam pulang saja. Ini membuat 8 jam bekerja itu melelahkan dan jam pulang terasa semakin lama dan membosankan. Apalagi untuk pekerjaan yang bersifat rutinitas akan lebih cepat membuat bosan. Selalu pasang target waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Selain untuk motivasi, hal ini juga membuat pekerjaan semakin menantang seperti bermain game yang ada batasan waktunya. Semakin lama, kita akan semakin cepat dalam bekerja dan setiap hari target waktu tersebut semakin kita perpendek dan itu semua kita lewati tanpa merasa bosan.

  1. Mengkonsumsi minuman atau camilan yang sehat.

Mengkonsumsi minuman atau camilan yang sehat di sela- sela jam bekerja juga dapat membantu Anda dalam mengatasi rasa bosan saat bekerja. Selain meningkatkan mood, hal ini juga akan memotivasi Anda untuk bekerja kembali. Kegiatan ini dapat dilakukan pada waktu- waktu yang memungkinkan untuk rehat sejenak dan dilakukan di pantry atau ruangan khusus, tidak dilakukan ketika pelayanan berlangsung. Makanan atau camilan sehat antara lain salad buah, buah potong, makanan berbahan gandum utuh, krakers rendah gula atau makanan tradisional yang direbus. Hindari camilan yang tinggi lemak, tinggi karbohidrat dan tinggi gula karena justru akan memicu rasa kantuk saat bekerja lagi. Minuman yang sehat yang dapat diminum antara lain teh hangat rendah gula, jus buah, smoothies, yoghurt dan lain- lain.

  1. Mendengarkan Musik

Bila pekerjaan yang sedang dilakukan memungkinkan untuk dapat mendengarkan musik, maka alunan musik dapat diperdengarkan. Sesuaikan jenis musik yang didengar dengan selera dan kegiatan yang dilakukan sehingga alunan musik justru tidak memecah konsentrasi kita. Ketika mengerjakan tugas yang berhubungan erat dengan ketelitian dapat diiringi dengan instrumental lembut. Sebuah penelitian membuktikan bahwa tingkat konsentrasi dan kecerdasan bisa meningkat ketika melakukan aktivitas dengan mendengarkan musik instrumental klasik.

  1. Berusaha mencari kepuasan dalam bekerja

Kita wajib bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi ( Tupoksi ) yang dibebankan kepada kita dengan baik, tapi kita juga harus berusaha mencari kepuasan dalam bekerja. Kepuasan dalam bekerja bukan identik dengan gaji atau fasilitas yang kita dapatkan. Tetapi lebih bersifat rohaniah dimana kita merasa bahwa kerja kita dapat membawa manfaat yang besar baik bagi pasien, keluarga, rekan kerja dan diri kita sendiri.

  1. Mengobrol dengan Rekan Kerja Anda

Terlibat pembicaraan dengan rekan kerja atau mengobrol santai dapat dilakukan di dalam tempat kerja selama tidak mengganggu suasana dan pekerjaan. Hindari gurauan yang bersifat tidak sopan atau menyinggung orang lain. Selain mengurangi kebosanan, hal ini juga dapat membangun hubungan baik dan kerja sama dengan rekan kerja.

  1. Bekerja Cerdas

Tarik garis lurus yang tegas antara “kerja keras” dan “kerja cerdas”. Lakukan pekerjaan sesuai prosedur serta mulailah bekerja sebagai team work, yaitu bekerja bersama dengan tujuan yang sama dan target yang sama sehingga tidak akan terjadi kecemburuan dalam bekerja yang akan mengakibatkan pekerjaan tidak beres atau tidak selesai pada waktunya.

  1. Berolahraga ringan setelah pulang dari bekerja

Olahraga atau gerak badan yang ringan mampu mengusir stress dan penat. Mungkin Anda sudah lelah seharian berkutat dengan pekerjaan rutin namun, dengan bersepeda santai, berenang, aerobik, anda bisa mendapatkan badan kembali segar, serta menghilangkan rasa tertekan pada rutinitas kerja Anda.

Kegembiraan ataupun kesegaran yang didapatkan bisa memacu hormonhormon yang dapat mengurangi rasa capek dan penat dari bekerja. Tentunya aktivitas ini harus disesuaikan dengan kondisi kegiatan di rumah dan kondisi kesehatan anda.

  1. Berusahalah menjadi panutan atau contoh yang baik bagi lingkungan anda

Berusaha berlaku positif selama bekerja dan berusaha untuk dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitarnya akan membuat kita semakin bersemangat dalam bekerja. Bukan dengan tujuan untuk mendapat pujian atau tambahan bonus tetapi dilakukan dengan ikhlas dengan harapan dapat membawa energi positif dan perubahan yang baik bagi lingkungan kerja dapat menjadi cara jitu sebagai inspirasi bagi Anda untuk menambah motivasi bekerja. Apapun posisi jabatan atau apapun jenis pekerjaan kita bila dilakukan dengan baik selalu bisa menjadi inspirasi bagi orang- orang di sekitar kita.

Perilaku yang Baik adalah Modal Utama untuk Selamat. Selamat bekerja, semoga selalu sehat dan selamat. Salam K3 !!

Kontributor :

Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (Unit K3RS)

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.