Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Cegah dan Kenali Penurunan Fungsi Penglihatan

Selain rabun jauh (miopia/mata minus) yang menyerang di usia pertumbuhan, berbagai masalah mata lainnya adalah mata plus atau rabun dekat (hipermetropi), silinder dan katarak. Seseorang akan mulai mengalami mata plus pada usia 35 tahun ke atas. Seiring dengan bertambahnya usia, mata plus ini akan bertambah hingga maksimal plus 3. Sama halnya dengan mata minus, mata plus juga tidak dapat disembuhkan. Mata plus ini dapat diketahui ketika mata tidak lagi jelas untuk melihat jarak dekat, namun cukup jelas untuk melihat jarak jauh. Hal ini kebalikan dari mata minus. Namun, seseorang dengan usia 60 tahun yang memiliki penglihatan kabur untuk jarak jauh dan dekat dimungkinkan mengalami mata plus atau bisa pula silinder (astigmatisme). Silinder adalah kelengkungan kornea antara mendatar dan vertikal tidak sama. Ibarat bola tidak bulat, tapi benjol sehingga harus dibantu dengan kacamata plus.

Pada kasus lain, seseorang dengan usia di atas 40 tahun yang mengalami mual dan muntah saat berlama-lama di depan komputer juga dimungkinkan karena mata plus. Demikian pula dengan mata yang terasa pedih dan kepala pusing saat melihat jauh, kemungkinan juga mengalami mata plus atau mata minus (miopia). Pada kasus penglihatan yang sering berubah-ubah, bisa disebabkan naiknya kadar gula darah. Jika memiliki penyakit gula darah (diabetes melitus), sangat perlu untuk mengontrol tingkat gula darahnya. Naiknya gula darah dapat menyebabkan penglihatan seperti miopia atau hipermetropi. Jika gula darah berubah-ubah, penglihatan juga akan berubah. Maka, pada usia tertentu sangat penting untuk mengontrol atau memeriksakan gula darahnya secara teratur.

Masalah mata lainnya adalah katarak. Pada usia 60-70 tahun ke atas, sangat dimungkinkan terkena katarak. Jika sampai tak lagi dapat membaca, maka harus dioperasi. Sebab, katarak tidak ada obatnya. Katarak adalah lensa mata yang keruh karena usia sehingga harus diganti melalui operasi lensa jernih. Namun bisa pula, penglihatan yang demikian disebabkan kelainan syaraf, seperti retina dan glaukoma.  Hal lain perlu diketahui, pada usia di atas 50 tahun seseorang dapat mengalami gatal-gatal pada mata dan keluar air mata. Hal demikian, sama sekali tidak ada hubungannya dengan mata plus maupun miopia. Sangat mungkin, hal tersebut disebabkan iritasi lain. Kondisi demikian, biasanya dialami oleh perempuan yang telah menopause. Perubahan hormonal pada perempuan menopase dapat menyebabkan air mata berkurang atau kering, sehingga membutuhkan tetes mata khusus seperti air mata buatan. Namun, hal tersebut harus dipastikan terlebih dahulu melalui tes kebasahan air mata (schirmer test).

Penurunan fungsi mata karena usia, memang tak dapat dihindari. Namun berbagai risiko dapat dikurangi. Orang yang bekerja di dalam rumah, akan mendapat risiko penyakit mata yang lebih besar, maka dianjurkan untuk sering keluar rumah. Berdasarkan penelitian, minimal 3 jam orang harus beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari. Sinar matahari merupakan stimulan pelepasan dopamine di retina. Berdasarkan penelitian pula, anak-anak memerlukan paparan matahari setidaknya 3 jam per hari untuk mencegah pemanjangan bola mata. Membaca buku atau melalui gawai dan komputer, sinar atau terang ruangan harus memenuhi syarat. Jika di suatu sekolah atau ruangan tidak ada jendela dan lampu penerangan, itu tidak bagus bagi kesehatan mata. Membaca membutuhkan akomodasi. Otot harus bekerja untuk menyesuaikan melihat dekat. Jarak ideal membaca ini adalah 33 cm. Membaca terlalu lama lebih dari 60 menit juga tidak baik karena akomodasi yang terus-menerus memacu perpanjangan sumbu bola mata. Deteksi dini terhadap kesehatan mata merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penurunan fungsi penglihatan.

Kontributor :

Prof. Dr. Suhardjo, Sp. M (K), SU.

KSM Mata RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.