Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc

Kenali Gejala Anemia Pada Anak

Anemia adalah situasi hemoglobin < 12 gram %. Penyebab anemia ada 4 yaitu anemia kekurangan zat besi atau kekurangan vitamin B12 / asam folat, anemia karena mudah pecahnya sel darah merah (eritrosit), anemia karena perdarahan dan anemia karena gangguan pembentukan sel darah merah di sumsum tulang sebagai pabrik pembuat darah. Masyarakat umum sering salah arti antara anemia dengan tekanan darah rendah. Anemia berhubungan dengan kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah yang rendah, sedangkan tekanan darah berhubungan dengan kekuatan memompa jantung.

Penyebab kekurangan darah / anemia di masyarakat yang paling banyak adalah kekurangan zat besi. Zat besi digunakan untuk pembentukan hemoglobin. Hemoglobin yang membuat sel darah berwarna merah, serupa dengan klorofil yang membuat daun berwarna hijau. Apabila hemoglobin kurang maka kualitas anak juga kurang baik. Gejala Anemia Defisiensi Besi (ABEDE) bisa dilihat pada anak pucat, lemah dan sering sakit. Anak pucat dapat dilihat dan dibandingkan dengan warna telapak tangan anak sehat. Anak sehat bila diperiksa tidak ada pembesaran limpa atau kelenjar getah bening. Selain diukur kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, pucat tidaknya warna eritrosit, di laboratorium dilakukan pula pemeriksaan jumlah leukosit dan hitung jenis, jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang meningkat membantu diagnosis ABEDE. Sebelum memutuskan untuk terapi ABEDE, perlu dicari penyebabnya terlebih dahulu, misalnya cacingan pada anak umur lebih dari 2 tahun atau kurang asupan zat besi, maupun kebiasaan minum teh setelah makan yang dapat menghambat serapan zat besi.

Anemia karena kekurangan vitamin B12 atau asam folat, lebih jarang terjadi. Biasanya disertai dengan kekurangan gizi. Gejala anemia pada anak akibat kurang vitamin B12 antara lain wajah pucat, tak ada pembesaran limfa atau kelenjar getah bening, serta lemah syaraf. Pada kondisi ini, penting dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium untuk mengetahui eritrosit dan kadar Hb serta kadar vitamin B12 atau asam folat. Selanjutnya, terapi yang digunakan adalah dengan pemberian obat vitamin B12 atau asam folat.

Berbeda dengan anemia karena kekurangan asam folat, anemia hemolitik disebabkan karena kualitas eritrosit yang tidak baik, atau karena salah obat / makan / infeksi misalnya malaria. Di Indonesia, yang paling banyak menyebabkan kualitas eritrosit kurang baik adalah karena penyakit keturunan Thalassemia dan karena Penyakit Malaria. Gejala anemia karena eritrosit adalah wajah anak yang pucat dan terjadinya pembesaran pada limfa. Pemeriksaan di laboratorium dilakukan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan penyakit turunan dari kedua orang tua anak tersebut ataupun infeksi yang mungkin timbul. Apabila diketahui bahwa ada penyakit keturunan, maka terapi yang dilakukan adalah cangkok sumsum tulang. Namun demikian, selama hal tersebut tidak bisa dikerjakan, maka akan dilakukan transfusi seumur hidup dengan mengurangi efek jelek transfusi darah berulang.

Anemia yang disebabkan karena perdarahan (anemia hemoragik) misalnya kasus perdarahan pada penderita penyakit keturunan yaitu hemofilia. Perdarahan yang didapat misalnya perdarahan pasca trauma atau operasi, perdarahan karena infeksi seperti pada demam berdarah. Gejala yang ditimbulkan adalah tampak pucat, tidak ada pembesaran limfa atau kelenjar getah bening serta ada gejala perdarahan spontan misalnya mimisan, atau bintik merah seperti digigit nyamuk atau biru biru di kulit (purpura). Pada pasien hemofilia harus secara berkala ditambah anti factor hemophilia (AHF) seumur hidup. Ada satu penyebab yang sering dijumpai adalah perdarahan karena trombosit rendah (trombositopenia, penia = kurang. Thrombositopenia trombosit yang rendah).

Penyebab anemia yang lain adalah karena gangguan sumsum tulang. Pabrik darah setelah anak lahir ada di sumsum tulang. Bila ada gangguan di sumsum tulang, maka produksi darah akan berkurang. Gangguan itu misalnya kanker atau anemia aplastik yang disebabkan karena berbagai sebab. Cara menegakkan diagnosis untuk anemia jenis ini adalah dengan diambil contoh sumsum tulangnya (Bone Marrow Puncture atau aspirasi) untuk melihat kondisi sumsum tulangnya. Pada kasus anemia, adanya pembesaran limpa dan kelenjar getah bening patut dicurigai penyebabnya kanker. Jika tidak terjadi pembesaran, kemungkinan itu merupakan suatu apalstik. Terapi penyembuhan anemia karena kanker adalah dengan menyembuhkan kankernya. Sedangkan anemia karena aplastik, dapat ditangani dengan memacu menggunakan obat-obat penumbuh sel darah.

Anemia pada anak ada 4 penyebab. Dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium, keempat penyebab itu dapat diketahui sehingga lebih cepat ditentukan terapi pengobatannya. Pencegahan adalah hal yang paling penting untuk dilakukan. Khusus untuk ADEBE, perlu dilakukan pencegahan sejak ibu hamil dan pemantauan gizi sejak anak sampai umur remaja. Pada ibu hamil harus dikontrol Hb-nya dan selalu diberi zat besi setiap hari agar status gizi ibu baik.

Kontributor :

Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K)

KSM Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.