Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Mari Lakukan Pemeliharaan Gigi Sejak Dari Kandungan

Pertumbuhan gigi berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, yaitu dimulai dari saat di dalam kandungan yaitu sejak trimester pertama dalam kandungan sang ibu. Dalam mengoptimalkan pertumbuhan gigi janin, ibu memerlukan nutrisi yang mengandung vitamin D, makanan yang mengandung kalsium seperti, susu, bayam, kacang, kangkung, singkong, sawi hijau, kacang panjang dan suplemen yang mengandung kalsium. Pada proses pertumbuhannya, bagian gigi yang pertama tumbuh adalah mahkota gigi yang berwarna putih, setelah itu ke bagian bawah yaitu dentin dan pulpa.

Gigi adalah bagian dalam tubuh manusia yang cukup rumit. Anatomi gigi dibagi menjadi dua yaitu mahkota dan akar gigi yang memiliki beberapa jenis jaringan dan fungsi yang berbeda. Enamel adalah bagian luar gigi paling keras dan putih yang sebagian besar terbuat dari kalsium dan fosfat. Fungsi enamel sendiri adalah untuk melindungi jaringan vital di dalam gigi. Dentin adalah jaringan keras lapisan di bawah enamel yang mengandung tabung kecil. Ketika enamel rusak, suhu panas atau dingin dapat masuk gigi melalui jalur ini dan menyebabkan sensitifitas gigi atau rasa sakit. Berbeda dengan dentin, cementum adalah lapisan jaringan ikat yang mengikat akar gigi dengan kuat ke gusi dan tulang rahang. Karena lebih lembut dari enamel dan dentin, cara terbaik untuk melindungi jaringan lunak dari pembusukan adalah dengan merawat gusi Anda dengan baik. Cementum memiliki warna kuning muda dan biasanya tertutup oleh gusi dan tulang. Kalau tidak merawat gigi dengan baik, gusi bisa menjadi sakit dan menyusut, membuat cementum tertumpuk plak dan bakteri berbahaya. Pulpa adalah bagian dalam anatomi gigi lebih lembut yang berisi pembuluh darah, saraf, serta jaringan lunak lainnya dan dapat ditemukan di pusat dan inti gigi. Bagian ini berguna untuk memberikan nutrisi dan sinyal ke gigi Anda. Sedangkan periodontal ligamentum adalah jaringan yang membantu menahan gigi dengan kuat melawan rahang. Bagian terakhir adalah gusi yang merupakan jaringan lunak yang menutupi dan melindungi akar gigi dimana letaknya tidak menempel pada gigi.

Dalam perkembangannya gigi dan mulut yang tidak terjaga kebersihannya dengan baik akan dapat menimbulkan masalah mulai dari rasa tidak nyaman sampai timbulnya penyakit. Jenis-jenis penyakit gigi yang harus kita waspadai supaya tidak berakhir pada kondisi yang lebih serius antara lain gingivitis, gigi hipersensitif, abses gusi, sariawan/stomatitis, karies gigi dan munculnya karang gigi. Gingivitis yaitu radang gusi atau gusi bengkak. Hal ini terjadi karena mulut kurang terjaga kebersihannya, karang gigi atau plak menumpuk dan berbatasan dengan tepi gusi. Penyebabnya adalah merokok, gosok gigi terlalu kuat, jarang membersihkan gigi, memakai gigi palsu, kurang asupan vitamin dalam tubuh, menderita penyakit tertentu yaitu stroke, jantung, diabetes melitus. Cara mencegahnya adalah dengan menggosok gigi secara teratur dan benar, berhenti merokok, mengkonsumsi makanan sehat, menggunakan obat kumur. Penyakit kedua yang sering dialami adalah gigi hieprsensitif. Hal tersebut ditandai dengan gigi ngilu yang disebabkan oleh sering makan dan minum yang dingin, manis dan asam, prosedur pemutihan gigi, penumpukan karang gigi yang memicu penurunan gusi, faktor penambahan usia. Penyakit selanjutnya adalah abses gusi yang merupakan keadaan gusi bernanah. Nanah yang keluar dari bagian gusi berwarna kuning, putih agak kuning atau kuning kecokelatan yang dapat muncul apabila terjadi inflamasi pada gusi ketika bagian gusi terinfeksi. Cara mencegahnya adalah rutin menggosok gigi dan membersihkan lidah, memakai benang gigi untuk flossing, nutrisi seimbang untuk kesehatan mulut, gigi dan gusi, tidak merokok.

Penyakit lain yang kerap mengganggu kesehatan gigi adalah sariawan/ stomatitis yang ditandai luka-luka kecil kira-kira 1mm, berwarna putih atau abu kekuning-kuningan dengan bagian tepi yang berwarna merah dan sedikit meninggi. Sariawan bisa mengenai lidah, dasar mulut, bibir atau bagian dalam dari pipi. Luka terasa nyeri dan dapat hilang sendiri setelah 10 – 14 hari. Penyebabnya antara lain pemakaian gigi palsu, luka tergigit, konsumsi air panas atau air dingin, obat kumur, pemakaian obat tertentu seperti kortikosteroid dan antibiotik, menurunnya sistem kekebalan tubuh, kekurangan asupan vitamin B, vitamin C, dan zat besi, gangguan pencernaan, kesehatan dan kebersihan mulut yang tidak terjaga. Cara mencegahnya adalah menjaga kebersihan mulut, menghindari stres, mengkonsumsi buah dan sayur, berhenti merokok. Karies gigi juga menjadi pengganggu di mulut kita. Karies adalah lubang pada gigi, terjadi cepat, mengenai beberapa gigi dan menimbulkan rasa sakit yang sering ditemukan pada anak usia kurang dari 5 tahun. Penyebabnya adalah konsumsi makanan manis secara berlebihan, kebiasaan minum susu botol sebelum tidur. Cara mencegahnya adalah menggosok gigi secara teratur, menggunakan pasta gigi ber-fluoride, mengurangi makanan berkarbohidrat dan berkadar gula tinggi seperti ice cream, coklat, permen, jam, jelly, kue manis, soft drink, karamel, sirop. Berbeda dengan karies gigi, munculnya karang gigi dapat menimbulkan penyakit seperti radang gusi. Bila tidak dirawat, karang gigi dapat menimbulkan radang jaringan pada penyangga gigi lainnya dan akhirnya mengakibatkan gigi goyang dan gigi tanggal. Penyebab timbulnya karang gigi adalah tidak menjaga kebersihan gigi sehingga plak yang menempel pada permukaan gigi lama kelamaan  mengeras menjadi karang gigi.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sebenarnya tidak sulit karena dapat dilakukan sendiri di rumah. Yang terpenting adalah sikap konsisten dan menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas. Kebiasaan yang harus dilakukan untuk menjaga mesehatan gigi dan mulut adalah rutin menggosok gigi, menggunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi berflouride, berkumur dengan obat kumur, membersihkan gigi menggunakan benang gigi, memeriksakan secara teratur ke dokter gigi, membatasi konsumsi gula, tidak merokok dan menghindari minuman bersoda.

Kontributor : Nur Utami Hidayati, SKM

Sumber :

Materi penyuluhan drg. Wahyusediningsih, MM

KSM Gigi dan Mulut RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.