Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

RSUP Dr. Sardjito Gelar Diklat Bela Negara Untuk Perkuat Kerja Sama Tim

YOGYAKARTA – Lebih dari 100 pegawai RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara di Markas Komando Batalion Infanteri 403 Yogyakarta, di Jalan Kaliurang Km 6.5, Kentungan, Sleman. Diklat yang digelar tiga hari sejak Jumat (26/7) ini, diadakan guna menumbuhkan rasa kebangsaan, nasionalisme, jiwa korsa dan kedisiplinan pegawai serta memperkuat semangat kerja sama tim.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Dr. dr. Darwito, SH., Sp.B(K) Onk., mengatakan, pelatihan bela negara sangat penting bagi para pegawai untuk membekali semangat korps, menumbuhkan rasa kesatuan bangsa, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Situasi kerja di RSUP. Dr. Sardjito lebih banyak melibatkan kerja tim. Karena itu, rasa kebersamaan dan semangat, kedisiplinan serta jiwa korsa sangat diperlukan, dalam rangka suksesnya kerja tim dalam memberikan pelayanan kesehatan,” ungkap Dr. Darwito, di sela kegiatan di Lapangan Batalion Infanteri 403

Sementara itu, Instruktur Bela Negara dari Korem 072 Pamungkas Yogyakarta mengatakan, dalam upaya mempertebal rasa nasionalisme dan kebangsaan, serta menumbuhkan kedisiplinan dan jiwa korsa ini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario pelatihan. Pertama, pembentukan kedisiplinan yang antara lain dilakukan dengan baris-berbaris, upacara bendera, dan pelatihan tata cara apel serta kegiatan fisik lainnya. Sementara itu, guna menumbuhkan semangat korp atau jiwa korsa di kalangan para pegawai RSUP Dr. Sardjito, pihaknya terlebih dahulu melakukan penggemblengan mental dengan berbagai permainan fisik, seperti titian tali dan sebagainya.

“Dalam membentuk jiwa korsa ini, kami juga menggelar semacam outbond. Peserta diajak untuk memecahkan permasalahan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk membekali peserta dan menumbuhkan semangat kerja sama tim,” jelas Instruktur.

Pihaknya berharap, setelah tiga hari masa pendidikan Bela Negara, para peserta memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi, jiwa korsa yang kuat, disiplin tinggi, sehinga semua tugas yang kelak diembannya dapat terselesaikan dengan cepat, tepat dan bermanfaaat. (sn)

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.