Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Pentingnya Screening Kanker Serviks Sejak Dini

Serviks atau yang dikenal sebagai leher rahim adalah bagian yang menghubungkan rahim wanita dengan vagina. Strukturnya membentuk bukaan kecil yang memungkinkan darah menstruasi dan sperma lewat. Selama persalinan, serviks terbuka agar bayi bisa keluar. Kanker serviks adalah keganasan yang terbentuk dalam jaringan serviks. Infeksi Human Papiloma Virus (HPV) merupakan salah satu faktor utama tumbuhnya kanker jenis ini. Fakto resiko yang menyebabkan kanker serviks antara lain HPV dan hubungan seksual. Hampir semua kasus kanker serviks berhubungan dengan HPV, HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 10 – 20 tahun. Penularannya dapat melalui kontak kulit ke kulit selama hubungan seksual. Melakukan hubungan seksual pada usia dini dan mempunyai beberapa pasangan seksual dapat meningkatkan resiko tertular HPV dan mengalami kanker serviks. Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan resiko berkembangnya kanker serviks sebanyak 2 kali lipat.

Kanker serviks tahap awal tidak memberikan gejala. Oleh karena itu, penting untuk menjalani skrining serviks secara rutin, sehingga perubahan sel apapun dapat diketahui sejak awal. Gejala kanker serviks paling umum antara lain pendarahan vagina abnormal biasanya terjadi antara periode menstruasi, pendarahan selama atau setelah berhubungan seksual, pendarahan setelah menopause, keluaran vagina yang berbau, serta rasa tidak nyaman selama hubungan seksual. Meskipun kita telah melakukan skrining serviks atau mendapatkan vaksin HPV, penting untuk menghubungi dokter apabila dijumpai gejala tersebut. Kanker serviks dapat ditangani dengan berbagai metode seperti operasi, terapi radiasi menggunakan sinar-sinar yang tinggi energinya untuk membunuh sel-sel kanker dan kemoterapi menggunakan obat anti kanker untuk membunuh sel-sel kanker.

Pencegahan terhadap kanker servix dapat dilakukan dengan vaksinasi maupun skrining serviks. Vaksinasi berfungsi untuk mencegah infeksi HPV. Vaksin ini paling banyak diberikan pada anak sebelum usia pubertas dan sebelum melakukan hubungan seksual (usia 12-13 tahun). Vaksin diberikan 3 kali selama periode 6 bulan. Vaksin ini dapat melindungi dari 2 tipe HPV yang menyebabkan 7 dari 10 kasus kanker serviks. Meksipun demikian, vaksin ini tidak melindungi dari semua tipe HPV sehingga screening serviks masih sangat penting untuk dilakukan. Screening servix merupakan upaya yang penting untuk mendeteksi perubahan awal pada sel serviks, sehingga pengobatan dapat diberikan untuk mencegah perkembangan kanker. Screening serviks dapat dilakukan dengan Paps Smear atau IVA. Dengan screening ini, dokter dapat menemukan dan menangani sel abnormal pada serviks sebelum akhirnya berkembang menjadi kanker.

Kontributor :

Instalasi Kanker Terpadu Tulip

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.