Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Infeksi Virus Hepatitis B dan Virus Hepatitis C Bisa Dicegah dan Bisa Diobati. Ayo Periksa!

YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hati Hepatitis Sedunia yang secara nasional bertema “Eliminasi Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa”, RSUP Dr. Sardjito menggelar edukasi kesehatan selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 24, 25, dan 26 Juli 2019 kepada pasien dan pengunjung di ruang tunggu Poli Penyakit Dalam. Edukasi dengan narasumber dari Tim Divisi Gastroenterologi dan Hepatologi KSM Ilmu Penyakit Dalam yaitu dr. Putut Bayu Purnama, Sp.PD, KGEH (K), Dr. dr. Neneng Ratnasari, SpPD, KGEH, dan dr. Catharina Triwikatmani, M.Kes, Sp.PD mengambil tema “Infeksi Virus Hepatitis B dan Virus Hepatitis C Bisa Dicegah dan Bisa Diobati. Ayo Periksa!”. Dalam edukasi yang diikuti secara antusias oleh lebih dari 60 pasien dan keluarga, para narasumber menekankan tentang pentingnya melakukan skrining infeksi hepatitis B dan C.

Tanggal 28 Juli setiap tahunnya, dunia memperingati Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) yang bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penyakit hepatitis akibat infeksi virus hepatitis B dan C masih menjadi ancaman kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Tanggal 28 Juli merupakan tanggal kelahiran Baruch Samuel Blumberg, penemu virus hepatitis B, yang digunakan oleh WHO sebagai tanggal untuk penyadaran terhadap umat manusia untuk mengatasi infeksi virus hepatitis, khususnya B dan C  dengan sekitar 250 jutaan orang di dunia yang terinfeksi virus ini. Hepatitis B dan C dapat muncul sebagai penyakit akut dengan gejala dan gambaran fisik yang mirip Hepatitis A, namun dapat berkembang menjadi penyakit kronis, dimana virus tetap bertahan hidup ditubuh orang yang terinfeksi. Organ hati yang terinfeksi virus Hepatitis B atau C dalam kondisi kronis (sangat sering tanpa disertai gejala) dapat berkembang menjadi pengerasan organ hati yang disebut sirosis hati yang bisa mengakibatkan komplikasi muntah darah dan atau berak berwarna hitam, perut membengkak berisi cairan, badan menjadi kuning, penurunan kesadaran, hingga meninggal dunia. Virus Hepatitis B dan C ditularkan melalui paparan darah dan cairan tubuh seperti melalui jarum suntik, sikat gigi, alat cukur dan hubungan seksual. Virus tersebut tidak ditemukan pada air seni, kotoran, maupun keringat, sehingga Virus Hepatitis B dan C tidak menular lewat makanan, pelukan, ataupun batuk. Seorang ibu juga bisa menularkan Hepatitis B kepada anak yang dilahirkannya. Infeksi hepatitis B atau C memang mudah menular tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah.

Menyadari bahwa hepatitis adalah penyakit yang mempunyai dampak  yang sangat serius maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan Hepatitis secara komprehensif. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah imunisasi pada bayi dan orang dewasa yang belum mempunyai kekebalan terhadap virus hepatitis B, melakukan upaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melakukan skrining atau deteksi dini adanya virus hepatitis B atau C. Skrining sangat penting dilakukan mengingat infeksi virus hepatitis B dan C justru sering tanpa gejala dimana gejala dan komplikasi baru tampak setelah infeksi kronik mencapai stadium sirosis hepatis. Ayo Periksa!

Kontributor : Nur Utami Hidayati, SKM (Promkes)

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.