Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Cegah Infeksi Cytomegalovirus Sejak Dini

Cytomegalovirus atau CMV adalah kelompok virus dapat menginfeksi manusia dan menimbulkan penyakit.  CMV disebabkan oleh infeksi Cytomegalovirus yang dapat menyebar dengan mudah melalui cairan tubuh seperti darah, air liur, urin dan air susu ibu yang dapat menyerang otak, paru-paru, usus, lambung, ginjal, hati, jantung, mata dan organ lain. Orang yang beresiko terkena CMV antara lain bayi belum lahir yang ibunya terinfeksi CMV, anak-anak dan orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Adapun tanda-tanda seseorang yang terkena CMV antara lain distress pernapasan, kejang, demam, muntah dan pusing, letih, lesu, iritabilitas, fluktuasi tingkat kesadaran, dan paresis saraf cranial dan microsefali. Sementara, pada ibu hamil yang terinfeksi virus CMV dapat menularkan infeksi ini pada janin atau bayi dengan gejala yang lebih buruk, antara lain kematian janin dalam kandungan, kelahiran prematur dengan berat badan lahir rendah, ukuran kepala bayi kecil atau mikrosefali serta kematian bayi yang baru lahir karena perdarahan, anemia maupun gangguan pada hati atau otak.

Pada penderita CMV, perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan penunjang dan menjalani pengobatan kausal atau pengobatan penyebab. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan pemeriksaan inclusion body melalui urin dan cairan lambung dan pemeriksaan serologi antibodi spesifik IgG, IgM dan aviditas IgG. Sedangkan pemeriksaan penunjang terdiri dari USG untuk mengetahui adanya kelainan intracranial, CT Scan untuk mengetahui odema otak atau hydrocephalus dan MRI untuk mengetahui kelainan otak akibat virus agar tampak lebih jelas.

Manajemen terapi yang dapat dilakukan untuk pengobatan pasien CMV antara lain dengan pilihan pengobatan terbaik yaitu dengan Gancyclovir melalui intravena atau infus sesuai prosedur, memastikan kecukupan gizi pasien, tinggikan status kekebalan tubuh, selama rawat inap cegah penularan ke orang lain, perlindungan terhadap kontak serta lakukan pengawasan dan pemantauan melalui pemeriksaan darah.

Upaya pencegahan infeksi CMV dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan. Beberapa upaya dalam menjaga kebersihan antara lain cuci tangan menggunakan sabun dan air selama 15- 20 detik, hindari menggunakan peralatan makan dan minum yang sama dengan orang lain, hindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain seperti mencium bibir, terutama bagi ibu hamil, bersihkan meja, kursi, atau mainan secara rutin  terutama benda yang sering disentuh anak-anak dan gunakan kondom apabila ingin menjalankan hubungan seksual yang aman untuk mencegah penularan CMV. Selain itu, penting bagi kita untuk mengetahui resiko penularan pada anggota keluarga lain dengan memastikan asupan nutrisi yang baik untuk pasien dan apabila terdapat gejala yang mencurigakan, segera bawa ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Narasumber :

KFK Keperawatan Anak

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.