Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Jangan Anggap Remeh Nyeri Gigi

Praktek Kedokteran gigi selalu dihadapkan pada keluhan pasien yang bersumber dari gejala tanda yang mendorong pasien datang ke dokter gigi. Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan pasien adalah nyeri pada gigi. Nyeri dapat dirasakan oleh semua kalangan baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak mengalami nyeri gigi dikarenakan menjelang tumbuh gigi disertai dengan demam. Sedangkan untuk dewasa yang biasa dirasakan karena gigi yang berlubang, gigi yang pecah atau tambalan bocor. Nyeri bisa juga terjadi karena gusi yang luka.

A. Memahami Berbagai Persoalan Gigi pada Anak

  1. Tumbuh Gigi Baru

Pada anak di bawah 10-12 tahun, ada kemungkinan sakit gigi disebabkan oleh tumbuhnya gigi baru untuk menggantikan gigi susu. Proses ini kadang melibatkan sobeknya gusi atau penanggalan gigi lama. Tidak jarang, hal-hal tersebut menyebabkan si anak merasa sakit gigi.

  1. Gigi Berlubang

Kebanyakan makan permen, coklat serta berbagai makanan manis lainnya dan juga pemberian susu botol pada waktu tidur malam dapat menyebabkan gigi berlubang. Gigi anak akan terlihat berwarna kecoklatan. Jika dibiarkan dan tidak dilakukan perawatan pada gigi tersebut oleh Dokter Gigi, lama kelamaan kerusakannya akan semakin dalam sehingga mencapai lapisan dentin gigi dan menimbulkan rasa sakit jika terkena makanan. Gigi berlubang, terutama pada gigi geraham, sering menjadi tempat terselipnya makanan. Dari makanan yang terselip inilah kemudian terjadi proses pembusukan dan lebih jauh merusak bagian dalam gigi sampai mencapai saraf gigi dan menimbulkan rasa sakit berdenyut. Selain itu gigi berlubang pada anak umumnya disebabkan oleh pembersihan gigi yang kurang baik.

  1. Gusi Bengkak

Pembusukan makanan oleh bakteri saat makanan tersisa di rongga mulut tidak hanya menyakiti saraf gigi, tapi juga menimbulkan peradangan pada gigi maupun pada gusi. Pembengkakan yang meluas tidak hanya terlihat di dalam mulut namun dapat pula terlihat sampai di pipi. Wajah akan terlihat sembab, disertai rasa sakit yang hebat dan demam, pada keadaan lanjut dapat menyebabkan kesulitan saat menelan

Spesialis perawatan gigi terbagi menjadi 2 macam yaitu Ortodonsia merawat pasien berkaitan dengan merapikan gigi dengan kawat gigi pasang maupun kawat gigi pasang tentang estetika posisi gigi, rahang, dan wajah dan Periodontik adalah jaringan pendukung gigi yaitu gusi.

Kebiasaan dalam menyikat gigi berpengaruh terhadap kesehatan gigi. Menyikat gigi terlalu bersemangat pun dapat menyebabkan gigi menjadi terluka. Perawatan gigi perlu diupayakan dalam mengubah kebiasaan menyikat gigi dengan benar. Perawatan gigi yang menggunakan gigi kawat baiknya dengan sikat gigi interdental untuk membersihkan sisa makanan dan sikat gigi ortodontis untuk mempermudah menyikat gigi breket yang menempel.

“Perawatan gigi perlu diperhatikan untuk merawat gigi untuk tetap kuat. Karena itu evaluasi lebih lanjut untuk melihat penyebab-penyebab lainnya. Rontoknya gigi bisa dikarenakan kebiasaan menyikat gigi, karang gigi dan hasil evaluasi tulang gigi bergelombang. Maka perlu pemeriksaan lebih lanjut dengan ronsen

“Untuk gigi yang berlubang tambalan yang lepas baiknya ditambal ulang untuk menghindari masuknya sisa makanan ke lubang tersebut meskipun tidak terasa sakit”. (drg. Tri Ayu Hidayani, Sp. Ort)

Penulis :

drg. Tri Ayu Hidayani, Sp. Ort dan drg. Sinta Ferronika, MDSc., Sp. Perio

KSM Gigi dan Mulut RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.