Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Kenali Jenis Gangguan Cemas Yang Mengancam Kesehatan Jiwa

Kesehatan jiwa sama halnya dengan kesehatan fisik. Apabila tidak ditangani, gangguan kejiwaan dapat mengancam kehidupan seseorang. Rasa cemas merupakan reaksi normal tubuh terhadap stres yang merupakan pertahanan diri ketika berada dalam situasi yang memberikan tekanan. Meski tidak enak, stres sebenarnya merupakan bagian dari insting manusia untuk menjaga hidup kita tetap berjalan normal. Rasa cemas yang tidak berlebihan tidak berdampak negatif pada kondisi psikologis seseorang.

Gangguan cemas adalah perasaan khawatir, cemas atau takut yang berlebihan dan mengganggu aktifitas sehari-hari. Gangguan kecemasan wujudnya berbeda-beda pada setiap orang. Tergantung pada gejala apa saja yang dialami serta pemicunya. Cemas yang terjadi terus menerus tidak lagi dianggap cemas biasa dan harus segera ditangani karena merupakan sebuah bentuk gangguan kesehatan jiwa atau mental. Meski penyebab gangguan cemas belum diketahui secara pasti, beberapa faktor diduga dapat memicu munculnya kondisi ini diantaranya adalah pengalaman negatif yang pernah dialami atau trauma psikologis, keturunan, gangguan kepribadian, penyalahgunaan obat tanpa indikasi dan dosis yang tepat, atau penyakit tertentu.

Adapun beberapa jenis gangguan cemas yaitu gangguan panik, gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial, gangguan kecemasan umum atau Generalized Anxiety Disorder (GAD), Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan Obsessive Confulsive Disorder (OCD). Gangguan panik merupakan serangan panik yang tiba-tiba dan berulang tanpa alasan yang jelas bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Gejalanya berupa jantung berdebar, berkeringat, nyeri dada, ketakutan, gemetar,seperti tersedak atau seperti berasa diujung tandung. Berbeda dengan panik, gangguan kecemasan umum atau Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah rasa takut atau cemas yang luar biasa terhadap situasi sosial atau berinteraksi dengan orang lain baik sebelum, sesudah maupun selama dalam situasi tersebut. Gejalanya berupa takut atau tidak suka berinteraksi dengan orang lain, percaya diri rendah, menghindari kontak mata, takut dikritik atau dihakimi orang lain, malu atau takut berada ditempat umum. Sedangkan gangguan kecemasan umum atau Generalized Anxiety Disorder (GAD) yaitu cemas berlebihan dalam waktu lama (lebih dari 6 bulan) yang ditandai dengan gemetar dan berkeringat dingin, otot tegang, pusing atau sakit kepala, mudah marah, sering buang air kecil, sulit tidur, dada berdebar-debar, mudah lelah, nafsu makan menurun dan susah berkonsentrasi. Gangguan cemas yang lain adalah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yaitu serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu misalnya kecelakaan atau kejadian yang mengancam jiwa. PTSD banyak terjadi pada wanita. Gejalanya  antara lain flash back, menghindar / isolasi diri, emosi tidak stabil, sulit tidur dan konsentrasi atau keluhan fisik. PTSD dapat menimbulkan pikiran dan perasaan negatif untuk melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup sehingga perlu mendapatkan pertolongan kesehatan yang khusus. Jenis gangguan cemas yang lain adalah Obsessive Confulsive Disorder (OCD) yang ditandai dengan pikiran negatif sehingga membuat gelisah, takut dan khawatir dan diperlukan perilaku yang berulang untuk menghilangkannya. Biasanya OCD terjadi terkait kebersihan dan keselamatan, dimana penderita menyadari bahwa perilaku yang dilakukan tidak perlu tetapi tidak bisa mengendalikan sehingga menganggu aktifitas.

Gangguan cemas dapat diatasi melalui beberapa cara, seperti cukup tidur dan istirahat, mengurangi asupan kafein, mengonsumsi makanan bergizi tinggi, tidak minum minuman beralkohol, atau mengonsumsi zat penenang lainnya, tidak merokok, berolahraga secara rutin, dan melakukan metode relaksasi sederhana, seperti yoga atau meditasi. Tetapi jika cara ini tidak memberikan perubahan, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter. Terapi yang sering diberikan yaitu dengan obat kepada pasien dengan kasus tertentu misalnya fobia, obsessive – compulsive, panik dan lain lain dan atau dengan relaksasi, hipnoterapi dan psikoterapi. Hal yang perlu dilakukan untuk menghindari gangguan cemas adalah mengenali sumber kecemasan, melakukan antisipasi, memperbanyak wawasan (misalnya dengan membaca buku, menonton televisi, mengikuti kajian), belajar dari pengalaman, menjalin silaturahmi, memperbanyak ibadah, latihan relaksasi, melatih ketegaran diri, berusaha bersikap tenang dan berpikir dengan kepala dingin. Kesehatan jiwa tidak bisa dianggap sepele sehingga gangguan cemas perlu dicegah dan dikendalikan dengan upaya promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.

Penulis :

Retno Pramudyaningtyas

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Narasumber :

Ediana Kurniawati

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.