Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis wilayah urban. Data dari seluruh dunia menunjukkan bahwa Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya, dan World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Sejak pertama kali ditemukan tahun 1968 di Indonesia, penyebaran penyakit ini dengan cepat terjadi ke berbagai daerah, dari 2 provinsi dan 2 kota, menjadi 32 (97%) propinsi dan 382 (77%) kabupaten/kota pada tahun 2009 serta peningkatan jumlah kasus dari 58 kasus pada tahun 1968, menjadi 158.912 kasus pada tahun 2009.

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Di Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Gejala yang akan muncul seperti ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan menifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.

Pada umumnya penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) akan mengalami fase demam selama 2-7 hari, fase pertama 1-3 hari ini penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi 40°C, kemudian pada fase kedua penderita mengalami fase kritis pada hari ke 4-5, pada fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 37°C dan penderita akan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali) pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan). Di fase ketiga akan terjadi pada hari ke 6-7, penderita akan merasakan demam kembali, fase ini merupakan fase pemulihan, di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali.

Pengobatan yang dapat diberikan pada penderita demam berdarah dengue (DBD) yaitu dengan cara mengompres penderita dengan air hangat guna menurunkan suhu tubuh yang tinggi, penderia diberikan obat penurun panas (parasetamol) untuk mengatasi demam dan rasa sakit, menghindari penggunaan aspirin atau ibuprofen karena dapat mempengaruhi fungsi trombosit darah penderita.

Pencegahan terjadinya demam berdarah dengue (DBD) dapat diatasi dengan 4M Plus yang dilakukan selama seminggu sekali melitputi :

  1. Menguras tempat penyimpanan air
  2. Menutup semua tempat penyimpanan air
  3. Mengubur, dimana membuang dan menutup semua barang bekas yang berkemungkinan dapat menampung air
  4. Memantau semua wadah yang dapat digunakan oleh nyamuk berkembang contohnya Aedes aegypti
  5. Jangan menggantung pakaian terlalu lama
  6. Memelihara ikan pemakan jentik
  7. Menghindari gigitan nyamuk
  8. Membubuhkan abate

Kontributor :

Unit Promosi Kesehatan

RSUP Dr. Sardjito

Sumber : Depkes, RI. 2010. Direktorat P2PL Modul Epidemiologi DBD. Depkes RI.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.