Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Mengenal TBC, Gejala, Penyebab dan Penanganan Pada Anak

Tuberkulosis (TBC) yang  juga  dikenal dengan TB merupakan suatu penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Pada masyarakat umum, kita kenal istilah TBC yang menyerang orang dewasa. Sedangkan kebanyakan masyarakat mengenal istilah flek untuk penyakit TBC yang menyerang pada anak-anak. Flek sama seperti TBC, dimana penyebab dan cara penularan sama tetapi gejala berbeda pada anak-anak dan dewasa. Sebanyak 304 anak yang kontak dengan penderita dewasa, 48% diantaranya positif TB. Di Indonesia secara keseluruhan dunia menduduki peringkat ketiga, sedangkan pertama adalah China dan India berada pada posisi kedua. Di Indonesia, kasus TBC mencapai sebanyak 583.000 per tahun dan meninggal 140.000 orang per tahun. Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan akan terjadi 1,3 juta kasus baru tuberkulosis anak di dunia setiap tahunnya.

Dilansir oleh NSW Health, gejala TBC yang mungkin didapatkan oleh pengidapnya dapat terlihat dari batuk yang berlangsung kurang dari 3 minggu, demam, berat badan turun tanpa sebab, keringat malam, sering lelah, nafsu makan berkurang, dahak dengan bercak darah. Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus atau kelenjar. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. TBC lebih rentan menyerang pada seseorang yang kekebalan tubuhnya rendah, misalnya penderita HIV.

TBC dapat tersebar lewat udara apabila orang yang mengidap TBC paru atau tenggorokan sedang batuk, bersin ataupun berbicara dan mengirimnya ke udara. Apabila kuman tersebut terhirup oleh orang lain, maka orang dengan kekebalan tubuh yang rendah dapat terkena infeksi. TBC juga dapat menyebar dari pergaulan yang sering dan lama seperti dengan sesama anggota keluarga dan teman. TBC dapat ditangani dengan melakukan pengobatan selama 6 bulan. Apabila pasien tidak menjalani pengobatan secara teratur dan tidak mengonsumsi obat setiap harinya, maka akan bertambah lama hingga 9 bulan sampai 1 tahun menjalani pengobatan. Pencegahan ataupun pengendalian TBC dapat dilakukan dengan melakukan imunisasi menggunakan vaksin BCG dengan presentase 50-70% keberhasilan.

Narasumber :

dr. Roni Naning, Sp. A(K)., M. Kes, dr. Rina Triasih, Sp. A dan dr. Amalia Setyati, Sp. A

KSM Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Kontributor :  Balqis Putri Dharmita

Sumber : 

Sangadji, dan Kuswanto. 2017. Tuberculosis Paru Pada Anak di Salatiga : Pengaruh Kondisi Rumah dan Pendapatan Keluarga. Berita Kedokteran Masyarakat. 34 : 3. 121-126.

https://tirto.id/mengenal-tuberculosis-alias-tbc-gejala-dan-pencegahannya-c8vX

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.