Fax:(0274) 565639    humas@sardjitohospital.co.id

Pentingnya Zat Besi Untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak

Zat besi merupakan unsur kelumit (trace element) terpenting bagi manusia. Besi dengan konsentrasi tinggi terdapat dalam sel darah merah, yaitu sebagai bagian dari molekul hemoglobin yang mengangkut oksigen dari paru-paru. Hemoglobin akan mengangkut oksigen ke sel-sel yang membutuhkannya untuk metabolisme glukosa, lemak dan protein menjadi energi (ATP). Besi juga merupakan bagian dari sistem enzim dan mioglobin, yaitu molekul yang mirip hemoglobin yang terdapat di dalam sel-sel otot. Mioglobin akan berkaitan dengan oksigen dan mengangkutnya melalui darah ke sel-sel otot. Mioglobin yang berkaitan dengan oksigen inilah yang menyebabkan daging dan otot-otot menjadi berwarna merah. Di samping sebagai komponen hemoglobin dan mioglobin, besi juga merupakan komponen dari enzim oksidase pemindah energi, yaitu sitokrom paksidase, xanthine oksidase, suksinat dan dehidrogenase, katalase dan peroksidase.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kondisi yang disebut anemia. Anemia defisiensi besi terjadi ketika kita tidak memiliki cukup sel darah merah karena tubuh tidak memiliki zat besi dalam kondisi kadar/jumlah yang cukup. Gejala klinis dari kekurangan zat besi tergantung dari berbagai faktor risiko, misalnya pada saat persalinan bayi lahir kurang dari bulan yang diperkirakan. Pada bayi lahir akan cenderung rewel dan cengeng. Sedangkan pada sebagian besar anak-anak, kekurangan zat besi dipengaruhi oleh pola makan sang anak yang tidak seimbang. Anak yang kekurangan zat besi akan mudah mengantuk dan tidak bersemangat sehingga menurunkan prestasi belajar. Pada kasus yang lebih berat, anak dengan kekurangan gizi dapat mengalami gizi buruk.

Orangtua memiliki pengaruh besar terhadap pemenuhan asupan zat besi pada anak. Pemberian zat besi tetes merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan zat besi. Pada bayi, anak dan remaja yang mengalami masa pertumbuhan, maka kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan perlu ditambahkan kepada jumlah zat besi yang dikeluarkan lewat basal. Kebutuhan zat besi pada anak perempuan sudah meningkat sebelum ia mengalami menstruasi pertama kali sedangkan kebutuhan zat besi remaja meningkat karena terjadi pertumbuhan yang cepat. Remaja perempuan umumnya lebih rentan mengalami defisiensi besi karena mengalami menstruasi setiap bulannya. Inilah alasan mengapa kebutuhan zat besi pada remaja perempuan lebih besar daripada remaja laki-laki.

Kebiasaan makan dan minum yang tidak benar harus diubah mulai sekarang. Dalam makanan terdapat 2 macam zat besi yaitu besi heme dan besi non hem. Besi non hem merupakan sumber utama zat besi dalam makanannya yang terdapat dalam semua jenis sayuran misalnya sayuran hijau, kacang-kacangan, kentang dan sebagian dalam makanan hewani. Sedangkan besi hem hampir semua terdapat dalam makanan hewani antara lain daging, ikan, ayam, hati dan organ-organ lain. Bagi ibu hamil, lebih baik tidak mengonsumsi teh secara berlebihan karena teh menghambat hampir 80% zat besi. Salah satu minuman yang akan meningkatkan serapan zat besi yaitu jus buah. Keberadaan zat besi sejak dalam kandungan sangat berpengaruh pada sel otak. Apabila bayi mengalami kekurangan zat besi, maka akan berpengaruh pada kecerdasan anak. Kecukupan asupan zat besi harus mulai diperhatikan semenjak anak masih dalam kandungan sampai lahir agar anak terlahir cerdas.

Narasumber :

Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp. A(K) dan Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp. A(K)

Kontributor : Balqis Putri Dharmita

Sumber :

Wahyuni. 2004. Anemia Defisiensi Besi Pada Balita. USU Digital Library. 1-13.

https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Kesehatan/Pentingnya-Mencukupi-Kebutuhan-Zat-Besi-pada-Anak-Perempuan

Author Info

Tim Kerja Hukum & Humas

Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.