Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Implant Gigi dan Maksilofasial

Pengertian implant gigi dan maksilofasial ialah suatu alat bantu yang digunakan untuk mengganti gigi yang hilang. Implan gigi dapat dijadikan alternatif prostetik pengganti satu atau beberapa gigi yang hilang. Implan gigi dapat berdiri sendiri sebagai restorasi tunggal atau juga dapat berperan mendukung struktur protesa dengan beberapa gigi yang hilang atau sering disebut overdenture. Bahan Titanium alloy merupakan bahan pilihan yang sering digunakan sebagai bahan dasar material implant dental dan maksilofasial. Perbedaan umum antara implan gigi dan maksilofasial biasanya pada ukuran implant, implan maksilofasial biasanya memiliki ukuran panjang yang lebih kecil namun sedikit lebih tebal bila dibandingkan implan gigi. Bahan implant merupakan bahan pilihan yang memiliki biokompatibilitas yang baik terhadap jaringan tubuh manusia. Komponen implant terdiri dari 2 bagian utama yaitu fixture dan abutment. Fixture ialah bagian yang tertanam ke dalam tulang rahang sedangkan abutment ialah bagian yang dijadikan penopang konstruksi prostetik. Pada implant maksilofasial terkadang memiliki komponen yang lebih kompleks dibandingkan dental implant. Prinsip utama perawatan implant ialah pada proses oseointegrasi proses penyatuan implant dengan tulang. Pemasangan implan pada kedokteran gigi dan area maksilofasial biasa dilakukan oleh spesialis bedah mulut, periodonsia dan juga prostodonsia.

Proses penyatuan implant dengan tulang dipengaruhi berbagai hal seperti kualitas tulang, kualitas implant, teknik pemasangan implant hingga pengalaman operator. Pemasangan implant gigi perlu memperhatikan berbagai aspek. Faktor sistemik atau keadaan kesehatan tubuh secara umum perlu menjadi perhatian utama pada asesmen awal rencana pemasangan implant gigi. Keadaan Diabetik, kelainan darah, cancer dengan radio atau kemo terapi dan kelainan sistemik lainnya dapat mempengaruhi atau memberikan resiko pada perawatan pemasangan dental implant. Kebiasaan buruk pasien juga perlu mendapat perhatian khusus sebelum dilakukan perawatan atau pemasangan implan gigi. Kebiasaan kerot (bruxism), Clenching, mengunyah satu sisi, merokok merupakan bad habit yang perlu diatasi terlebih dahulu  sebelum dilakukan perawatan atau pemasangan implan gigi. Pemeriksaan laboratorium darah untuk memastikan terdapatnya infeksi pada tubuh juga hal yang perlu dilakukan sebelum dilakukan perawatan implan gigi. Pemeriksaan penunjang diagnostik juga perlu dilakukan untuk memastikan tipe serta jenis dan bentuk anatomis tulang sehingga dapat ditentukan ukuran implant yang tepat untuk mendapatkan oseointegrasi implant dengan tulang yang maksimal. Faktor usia dan kepadatan tulang juga mencadi faktor yang tidak boleh diabaikan dalam rangkaian perawatan implan gigi.

Saat ini pemeriksaan persiapan sebelum perawatan implan gigi sudah dimudahkan dengan teknologi yang modern dengan CAD/CAM. Perawatan pemasangan implan gigi dapat dimulai dengan analisis senyum secara digital kemudian dilanjutkan pemeriksaan dan perencanaan pemasangan implan gigi secara digital. Produk perencanaan implant secara digital antara lain ialah surgical template yang membantu dan memudahkan operator menentukan letak serta aksis implant dengan tepat. Di Indonesia saat ini terdapat berbagai jenis implant dari berbagai negara mulai negara Eropa hingga Asia dengan kualitas dan sisi ekonomis yang beragam. Pemilihan macam dan jenis implan gigi oleh dokter bergantung pada preferensi dan juga pengalaman masing-masing dokter dalam melakukan perawatan implan gigi.

Pemasangan atau perawatan implan memiliki beberapa tahap antara lain mulai dari pemeriksaan klinis dan penunjang yang lengkap, selanjutnya direncanakan pemasangan implan gigi. Setelah tahap pemasangan implan gigi selesai dilakukan, diperlukan beberapa waktu untuk penyembuhan dan proses oseointegrasi tulang dengan gigi. Proses penyembuhan (healing) dan oseointegrasi bergantung pada banyak faktor antara lain usia, kepadatan dan jenis tulang serta vaskularisasi. Pada beberapa kasus dimana tulang rahang yang ada terlalu sedikit, terkadang diperlukan penambahan material tulang baik sintetis (buatan) maupun autograft dengan mengambil tulang dibagian lain pada tubuh untuk ditanamkan ke dalam rahang. Tahap akhir dalam pemasangan dan perawatan implan gigi ialah tahap penentuan dan pembuatan prostetik.

Dental implant memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dental implan yang utama ialah mengenai biaya perawatan yang relatif mahal. Biaya pemasangan dan perawatan implant yang mahal dikarenakan material titanium, instrumen dan bahan pendukung perawatan implan yang cukup banyak dan juga tidak murah. Selain itu pemasangan implan gigi membutuhkan keahlian, ketrampilan dan pengalaman operator sehingga tidak setiap dokter dapat melakukan pemasangan implan gigi. Keuntungan perawatan protesa implant gigi antara lain berupa estetika yang optimal, kenyamanan, peningkatan kualitas hidup dan kesehatan yang diharapkan lebih baik. Gigi tiruan dengan pendukung implan juga memiliki kelebihan retensi yang dan stabilisasi yang baik sehingga tidak mudah untuk lepas dengan sendirinya. Gigi tiruan dengan pendukung implan juga dirasakan lebih mendekati gigi asli dibandingkan jenis protesa gigi lainnya sehingga memberikan rasa nyaman dan adaptasi yang lebih mudah bagi pasien. Pemilihan implan gigi sebagai prostetik rehabilitatif rongga mulut dan maksilofasial juga banyak membantu tulang tidak cepat mengalami resorbsi. Perawatan kebersihan dan kesehatan rongga mulut yang baik akan mendukung implan untuk dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama didalam rongga mulut.

Penulis :

drg. Franciscus Wihan Pradana, Sp.Pros-KSM Gigi dan Mulut RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.