Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Keterlambatan Bicara

Keterlambatan bicara merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak terutama usia pra sekolah. Sekitar 5-8% anak usia pra sekolah mengalami keterlambatan bicara atau bahasa. Samakin dini kita mendeteksi kelainan atau gangguan perkembangan maka semakin besar kemungkinan perbaikannya, oleh karena semakin cepat stimulasi dan intervensi yang dapat dilakukan pada anak tersebut.

Orang tua perlu memperhatikan perkembangan anaknya, apabila dirasa perkembangan anak tidak seperti anak seusianya, maka orang tua perlu waspada. Orang tua perlu waspada ketika:

  • Usia 0 – 6 bulan

Jika bayi tidak menoleh ketika dipanggil namanya dari belakang dan bayi tidak mengoceh.

  • Usia 6 – 12 bulan

Jika bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan dan ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.

  • Usia 12 – 18 bulan

Jika tidak ada kata-kata yang berarti pada usia 16 bulan.

  • Usia 18 – 24 bulan

Jika belum bisa merangkai kalimat yang terdiri dari minimal 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan.

  • Usia 2 – 3 tahun

Jika belum bisa menyebutkan nama dan kegunaan benda yang sering ditemui dan belum bisa melakukan 2 perintah sederhana.

  • Usia 3 – 5 tahun

Jika belum bisa bercerita serta menggunakan kalimat panjang (>4 kata) saat bicara serta bicara yang belum sepenuhnya bisa dimengerti orang lain.

Jika ditemukan salah satu tanda tersebut atau secara umum anak mengalami kemunduran dalam kemampuan bicara dan sosialnya, segera bawa anak ke dokter spesialis anak terdekat. Penting dilakukan, orang tua membawa anaknya ke puskesmas atau poliklinik tumbuh kembang untuk skrining perkembangan pada usia 9, 18, dan 24 bulan atau kapan saja jika orang tua merasa perkembangan anak tidak seperti anak seusianya.

Adapun penyebab keterlambatan bicara yaitu gangguan pendengaran, gangguan perkembangan pada otak (misalnya retardasi mental, gangguan bahasa spesifik reseptif dan / atau ekspresif), gangguan perilaku (misal autisme dan social communication disorder), gangguan pada organ mulut yang menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata / gangguan artikulasi (bibir sumbing).

Penegakan diagnosis penyebab keterlambatan bicara terkadang memerlukan pemeriksaan yang teliti oleh dokter dan pendekatan multidisipliner seperti dokter anak, dokter THT, dokter mata dan psikolog atau psikiater anak. Penanganan keterlambatan bicara pada anak sangat tergantung pada penyebabnya yang mendasarinya serta perlu melibatkan kerja sama berbagai pihak seperti dokter anak, dokter rehabilitasi medik, dokter THT, terapis wicara, dan tentunya orang tua.

Perkembangan bicara dan bahasa seorang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk di dalamnya adalah peran orang tua. Perbendaharaan kata yang dimiliki oleh seorang anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang didengarnya pada masa kritis perkembangan bicaranya. Cara yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan bicara dan bahasa anak antara lain:

  • Orang tua / pengasuh harus rajin berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak sedini mungkin.
  • Orang tua atau pengasuh menyebutkan nama benda yang ditemui dan kegiatan apa yang sedang dilakukan. Meskipun bayi belum bisa berbicara, tetapi stimulasi yang didengarnya merupakan bekal perkembangan bicara dan bahasa di kemudian hari.
  • Membacakan cerita merupakan cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Saat membaca cerita, anak diajak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang dijumpai.
  • Hindari penggunaan gadget, televisi, vidio pada anak di bawah 2 tahun.

Keterlambatan bicara dan bahasa tidak hanya berpengaruh terhadap perkembangan saat ini saja, tetapi mempunyai dampak jangka panjang seperti kesulitan belajar, gangguan komunikasi, dan peningkatan risiko ansietas (kesemasan) sosial. Pada anak yang pernah mengalami keterlambatan bicara, pemantauan perkembangan setelahnya sangat penting terutama perkembangan bahasa yang meliputi menulis, membaca maupun perkembangan emosi dan perilaku anak.

Penulis :

Klinik Tumbuh Kembang, Instalasi Kesehatan Anak, RSUP Dr. Sardjito

 

 

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.