Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Mengenal Kanker Ovarium

Kanker indung telur atau kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). Kanker ini paling sering ditemukan pada wanita 50 –  70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, seperti panggul dan perut melalui sistem bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru-paru.

Gejala umum yang biasanya muncul pada penderita kanker ovarium seperti haid tidak teratur, metrorargia (perdarahan uterus yang terjadi di luar siklus menstruasi), nyeri tekan pada payudara, menopause dini, rasa tidak nyaman / nyeri pada perut, dyspepsia (nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas), sering berkemih, lingkar abdomen yang terus meningkat, serta perut kembung, dan mual.

Penyebab kanker ovarium belum jelas diketahui, namun ada beberapa faktor resiko dan pre disposisi yang menonjol, antara lain:

  1. diet tinggi lemak
  2. merokok
  3. konsumsi alkohol
  4. Riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium
  5. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium
  6. Infertilitas
  7. Menstruasi dini

Metode terapi yang dilakukan pada penderita kanker ovarium yaitu dengan cara:

  1. Operasi
  2. Terapi radiasi, yaitu terapi menggunakan sinar-sinar yang tinggi energinya untuk membunuh sel-sel kanker
  3. Kemoterapi, yaitu terapi menggunakan obat-obat anti kanker untuk membunuh sel-sel kanker

Penderita kanker ovarium yang menjalani terapi dengan cara operasi harus memperhatikan cara pencegahan infeksi luka post / setelah operasi dan melakukan perawatan di rumah dengan cara:

  1. Menjaga kebersihan tubuh dengan baik
  2. Menjaga daerah balutan agar tidak basah terkena cairan dari luar atau terkena benturan
  3. Memakan makanan yang mengandung protein atau tinggi kalori tinggi protein (TKTP)
  4. Melakukan kegiatan sesuai kemampuan
  5. Mengganti balutan luka dengan memperhatikan tindakan sebagai berikut:
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti balutan
  • Perhatikan ada tidaknya tanda infeksi
  • Menggunakan alat steril / bersih
  • Minum secara teratur dan sesuai anjuran dari dokter

Penderita kanker ovarium harus selalu menjaga kondisi tubuh, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Makan secara teratur dan hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dengan nutrisi seimbang yang baik bagi tubuh, dan menghindari makanan / minuman yang mengandung kafein
  2. Istirahat yang cukup
  3. Hindari stres
  4. Perbanyak minum air putih dan jus buah
  5. Tingkatkan konsumsi sayur-sayuran
  6. Rutin melakukan pengobatan sesuai anjuran

Penulis :

Unit Promosi Kesehatan, RSUP Dr. Sardjito
Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.