Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Patent Ductus Arteriosus (PDA) pada Anak

Patent Ductus Arteriosus (PDA) adalah suatu kelainan berupa (pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis kiri dengan aorta desendens) yang tetap terbuka  setelah bayi lahir. Penutupan fungsional duktus normalnya terjadi beberapa saat setelah  bayi lahir. Pada bayi cukup bulan penutupan duktus secara fungsional terjadi dalam 12 jam setelah bayi lahir dan secara lengkap dalam 2 sampai 3 minggu. Duktus yang tetap terbuka setelah bayi cukup bulan berusia beberapa minggu jarang menutup secara spontan. Pada bayi prematur ada juga duktus yang baru menutup setelah  enam minggu, duktus paten biasanya mempunyai susunan anatomi yang normal dan keterbukaan  merupakan akibat imaturitas dan hipoksia .

Prematuritas dianggap sebagai penyebab terbesar adanya PDA. Pada bayi prematur dengan PDA cenderung timbul gejala-gejala yang sangat awal, terutama bila anak prematur tersebut bersama dengan Respiratory distress syndrome. PDA juga lebih sering terdapat pada anak yang lahir di tempat yang tinggi (di gunung). Semua itu akibat adanya hipoksia dan hipoksia ini menyebabkan duktus gagal menutup. Penyakit campak Jerman (rubela) pada ibu hamil pada bulan ketiga atau keempat juga dihubungkan dengan terjadinya PDA. Kelainan karena rubela, lengkapnya adalah katarak, tuli dan mikrosefal. Kelainan jantung yang terjadi biasanya adalah PDA atau stenosis

Diagnosis PDA didasarkan pada hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis gejala klinis pasien dengan PDA bervariasi dari asimptomatik sampai gagal jantung berat atau Eisenmenger’s syndrome. Pada PDA sedang biasanya gejala timbul 2 bulan atau lebih yang berupa kesulitan makan, infeksi saluran napas berulang, tetapi berat badan masih dalam batas normal atau sedikit berkurang. Sedangkan pada PDA besar sering memberikan gejala sejak minggu pertama berupa sesak, sulit minum, berat badan sulit naik, infeksi saluran napas berulang, atelektasis, dan gagal jantung kongestif

PDA sedang biasanya memberikan gejala pada usia 2-5 bulan tetapi tidak berat. Pasien mengalami kesulitan makan, sering menderita infeksi saluran nafas namun biasanya berat badan masih dalam batas normal. Anak lebih mudah lelah tetapi masih dapat mengikuti permainan. Pada pemeriksaan fisik frekuensi nafas sedikit lebih cepat dibanding anak normal.

PDA besar menimbulkan gejala yang tampak berat sejak minggu-minggu pertama kehidupan. Pasien tidak nafsu makan sehingga berat badan tidak bertambah. Tampak dispnea dan takipnea dan banyak berkeringat bila minum. Pada pemeriksaan tidak teraba getaran bising sistolik dan pada auskultasi terdengar bising kontinu atau bising sistolik. Semua penderita PDA besar yang tidak dilakukan operasi biasanya menderita hipertensi pulmonal

Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan PDA meliputi pemeriksaan elektrokardiografi, radiologi, dan ekhokardiografi. Pada penderita dengan PDA kecil EKG- nya masih dalam batas normal. Pada PDA yang cukup besar pada usia beberapa minggu kemudian akan tampak gambaran hipertrofi ventrikel kiri dan dilatasi atrium kiri. Sedangkan pada PDA besar atau bila tahanan paru telah naik, gambaran EKG-nya adalah deviasi sumbu ke kanan, hipertrofi ventrikel kanan dan kadangkala ada hipertrofi atrium kanan.

PDA kecil mungkin dapat menutup spontan, akan tetapi berapa persen kemungkinannya sulit dipastikan. Dengan penatalaksanaan yang adekuat, terapi medis dan tindakan bedah bila diperlukan, pasien PDA sedang dan besar mempunyai prognosis yang baik.

Penulis :

Desi Fajar Susanti

Prof. DR. dr. A. Samik Wahab, Sp.A(K)

KSM Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.