Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Terapi Fotodinamik Pada Akne Vulgaris

Akne Vulgaris (AV) merupakan kelainan kronis folikel pilosebaseus yang ditandai lesi inflamasi dan non inflamasi. Lesi AV non inflamasi berupa komedo terbuka dan komedo tertutup. Bakteri yang prominen pada glandula sebasea dikenal sebagai Propionebacterium acnes (P. acnes) yang bila terakumulasi dapat menginduksi respon inflamasi. Selanjutnya kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan papul, pustul, nodul dan kista yang dapat dijumpai pada lesi AV inflamasi.

Akne vulgaris adalah kelainan dermatologi yang sering dijumpai terutama pada usia remaja dan dewasa muda serta mengenai sekitar 80% sampai 95% dari populasi. Kelainan ini paling sering mengenai pria, namun 30% dari wanita dapat persisten selama masa subur. Tidak hanya dapat memperburuk penampilan dan menyebabkan skar permanen, namun dapat juga mempengaruhi perkembangan psikologis, gangguan emosional yang menyebabkan fobia sosial, depresi dan bunuh diri.

Patofisiologi AV tidak sepenuhnya diketahui, namun terbentuknya lesi AV diduga terkait dengan empat proses, diantaranya yaitu pelepasan mediator inflamasi ke kulit, perubahan proses keratinisasi yang menyebabkan terbentuknya komedo, peningkatan dan perubahan produksi sebum serta hiperkolonisasi duktus pilosebaseus oleh bakteri.

Terapi fotodinamik merupakan bentuk fototerapi yang mengkombinasikan fotosensitizer sebagai pengabsorbsi sinar di jaringan, sinar dengan panjang gelombang yang sesuai dan oksigen. Ketiganya bekerja secara simultan, apabila salah satu faktor tidak ada, terapi fotodinamik tidak dapat diterapkan. Penggunaan fotosensitizer memberikan efek sinergistik, sehingga TFD dapat menjadi pilihan terapi pada lesi inflamasi AV.  Fotosensitizer yang umum digunakan pada kelainan kulit yaitu 5-aminolaevulinic acid (ALA) dan methyl aminolaaevulinate (MAL). Sedangkan sumber sinar yang dapat digunakan pada TFD dapat berupa sinar koheren maupun inkoheren. Saat ini TFD dengan ALA dan MAL merupakan satu-satunya modalitas yang telah terbukti menghambat fungsi kelenjar sebasea dan menghasilkan remisi jangka panjang AV.

Prosedur penggunaan TFD terdiri atas 3 langkah yaitu pengolesan fotosensitizer, inkubasi fotosensitizer dan aktivasi sinar. Sebelumnya ditentukan apakah pasien merupakan kandidat yang sesuai untuk TFD. Selanjutnya peran dokter diawali dengan konsultasi mencakup beberapa hal yang terkait dengan TFD.

 Pengambilan foto area yang akan diterapi dan kulit disekitarnya, diperlukan untuk memvisualisasi derajat perbaikan lesi. Pasien juga diedukasi mengenai prosedur terapi yang akan dilakukan, efek samping yang mungkin terjadi, rencana tindak lanjut, serta pilihan terapi tambahan dan terapi alternatif. Pasien disarankan untuk terus menggunakan terapi tambahan mereka, tidak merokok selama 1-2 hari sebelum dan 1-2 minggu setelah terapi dan tidak mengkonsumsi alkohol sebelum terapi.

 Terapi fotodinamik akan menyebabkan sensitivitas pasien baik terhadap sinar matahari alami maupun sinar buatan di dalam rumah. Pasien dianjurkan untuk menghindari alat yang memancarkan sumber sinar tampak seperti lampu TL, mesin fotokopi. Pasien juga disarankan untuk melindungi area yang terpapar sinar, baik dengan menggunakan pelindung fisik maupun tabir surya minimal SPF 30 selama 24-48 jam setelah terapi. Jika memungkinkan sebaiknya pasien menghindari kegiatan di luar rumah, 24-28 jam setelah terapi. Biasanya nyeri atau rasa tidak nyaman akan dirasakan pasien setelah terapi, kondisi ini dapat diatasi dengan mengoleskan petrolatum atau salep hidrokortison 1%.

Terapi fotodinamik biasanya akan menimbulkan efek samping seperti nyeri atau rasa tidak nyaman, sering digambarkan sebagai sensasi rasa terbakar, menyengat atau rasa tertusuk. Meskipun hanya terbatas pada area yang disinari, namun efek samping ini paling sering terjadi dan banyak menimbulkan masalah pada TFD topikal. Biasanya timbul di awal paparan sinar, memuncak dalam beberapa menit dan kemudian menetap selama paparan selanjutnya. Diduga akibat stimulasi saraf dan/atau kerusakan jaringan oleh reactive oxygen species dan dapat diperburuk oleh hipertermia. Strategi untuk mengurangi nyeri antara lain injeksi atau pengolesan anestesi lokal, premedikasi dengan benzodiazepin, menyalakan kipas pendingin atau menyemprotkan air pada lesi selama terapi.

Efek samping TFD dengan ALA dan MAL pada terapi akne disebabkan akumulasi porfirin di epidermis, selain itu intensitas efek samping berkaitan dengan sumber dan dosis sinar. Resiko efek samping permanen seperti ulkus dan skar disebabkan oleh TFD dengan ALA dan MAL sangat jarang. Efek samping lain yang telah dilaporkan antara lain inflamasi, eritem, edem, terbentuknya bula, erupsi pustula steril, krusta, purpura, akne transien akut, eksfoliasi, iritasi, hipersensitivitas kontak, hiperpigmentasi paska inflamasi dan induksi erupsi herpes simpleks. Terapi fotodinamik dapat meningkatkan efek-efek genotoksik antara lain induksi penyimpangan kromosom dan alkilasi DNA. Bukti yang menunjukkan bahwa TFD terkait dengan risiko kanker kulit, secara keseluruhan adalah rendah.

Penulis :

Syamsinar ; dr. Kristiana Etnawati, MPH, Sp.KK (K) ;

Dwi Retno Adi Winarni, Sp.KK (K)

KSM Kulit dan Kelamin RSUP Dr. Sardjito 

Sumber :

  1. Williams HC, Dellavalle RP, Garne S. Acne vulgaris. Lancet. 2012;379:361-72.
  2. Gold MH. Acne and PDT: New techniques with lasers and light sources. Lasers Med Sci. 2007;22:67-72.
  3. Charakida A, Seaton ED, Charakida M, Mouser P, Avgerinos A, Chu AC. Phototherapy in the treatment of acne vulgaris. What is its role?. Am J Clin Dermatol. 2004;5:211-6.
  4. Sakamoto FH, Lopes JD, Anderson RR. Photodynamic therapy for acne vulgaris: A critical review from basics to clinical practice. Part I. Acne vulgaris: When and why consider photodynamic therapy?. J Am Acad Dermatol. 2010;63:183-93.
  5. Bergler-Czop B. The aetiopathogenesis of acne vulgaris. What’s new ?. Int J Cosmetic Sci. 2014;36:187-94.
  6. Santosa V, Limantara L. Photodynamic therapy: New light in medicine world. Indo J Chem. 2008;8:279-91.
  7. Ion RM. Photodynamic therapy (PDT): A photochemical concept with medical applications. Rev Roum Chim. 2007;52:1093-102.
  8. Issa MCA, Manela-Azulay M. Photodynamic therapy: A review of the literature and image documentation. An Bras Dermatol. 2010;85:501-11.
  9. Gold MH. Efficacy of lasers and PDT for the treatment of acne vulgaris. Skin therapy lett. 2007;12:1-10.
  10. Sandberg C, Wennberg AM, Larko O. Photodynamic therapy of a In Gold MH (eds): Photodynamic therapy in dermatology, London, Springer, 2011, p.91-6.
  11. Torres V, Torezan L. Light treatment and photodynamic therapy in acne patients with pigmented skin. In Baron (eds): Light-based Therapies for Skin of Color, London, Springer, 2009, p.249-61.
  12. Taylor MN, Gonzalez ML. The practicalities of photodynamic therapy in acne vulgaris. Br J Dermatol. 2009;160:1140-8.
  13. Gold MH. History of photodynamic therapy. In Gold MH (eds): Photodynamic Therapy in Dermatology, London, Springer, 2011, p.1-4.
  14. Nestor MS, Gold MH, Kauvar ANB, et al. The use of photodynamic therapy in dermatology: Result of a consensus conference. J Drugs Dermatol. 2006;5:140-54.
  15. Touma DJ, Szeimies RM. Topical photodynamic therapy. In Gilchrest BA, Krutmann J (eds): Skin Aging, New York, Springer, 2006, p.157-66.
  16. Szeimies RM, Karrer S, Abels C, Landthaler M, et al. Photodynamic therapy in dermatology. In Krutmann J, Hönigsmann H, Elmets CA (eds): Dermatological Phototherapy and Photodiagnostic Methods, Germany, Springer, 2009, p.241-80.
  17. Moore CM, Bown SG, Trachtenberg J, et al. Photodynamic therapy. In: Ahmed HA, Arya M, Scardino PT, et al (eds): Interventional Techniques in Uro-oncology, London, Blackwell Publishing, 2011, p.86-101.
  18. MacCormack MA. Photodynamic therapy in dermatology: An update on applications and outcomes. Semin Cutan Med Surg. 2008;27:52-62.
  19. Alexiades-Armenakas M. Laser-mediated photodynamic therapy. Clin Dermatol. 2006;24:16-25.
  20. Photodynamic therapy: Update 2006-Part 1: Photochemistry and photobiology. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2007;21:293-302.
  21. Taub AF. 5-aminolevulinic acid: Acne vulgaris. In Gold MH (eds). Photodynamic Therapy in Dermatology, London, Springer, 2011, p.31-45.
  22. Nouri K., Ballard CJ. Laser therapy for acne. Clin Dermatol. 2006;24:26-32.
  23. Choudhary S, Nouri K, Elsaie ML. Photodynamic therapy. In Nouri K (eds): Dermatologic Surgery: Step by Step (1th ed), USA, Blackwell, 2013, p.387-90.
  24. Fritsch C, Goerz G, Ruzicka T. Photodynamic therapy in dermatology. Arch Dermatol. 1998;134:207-14.
  25. Klein A, Babilas P, Karrer S, et Photodynamic therapy in dermatology-an update. 2008. JDDG. 2008;6:839-45.
  26. Kohl E, Torezan LAR, Landthaler M. Aesthetic effects of topical photodynamic therapy. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2010;24:1261-9
  27. Warren CB, Karai LJ, Vidimos A. Pain associated with aminolevulinic acid-photodynamic therapy of skin disease. J Am Acad Dermatol. 2009;61:1033-43.
  28. Babilas P, Schreml S, Landthaler M, Szeimies RS. Photodynamic therapy in dermatology: State-of-the-art. Photodermatol Photoimmunol Photomed. 2010;26: 118-32.
  29. Steinbauer JM, Schreml S, Kohl EA. Photodynamic therapy in dermatology. JDDG. 2010;8:454-64.
  30. Babilas P, Karrer S, Sidoroff A. Photodynamic therapy in dermatology – an update. Photodermatol Photoimmunol Photomed. 2005;21:142-9
  31. Morton CA, McKenna KE, Rhodes LE. Guidelines for topical photodynamic therapy: U Br J Dermatol. 2008;159:1245-66.
  32. Sakamoto FH, Torezan L, Anderson RR. Photodynamic therapy for acne vulgaris: A critical review from basics to clinical practice – Part II. Understanding parameters for acne treatment with photodynamic therapy. J Am Acad Dermatol. 2010;63:195-211.
  33. Gilbert DJ. How I perform ALA-photodynamic therapy in my practice. In Gold MH (eds): Photodynamic Therapy in Dermatology, London, Springer, 2011, p.161-72.
  34. Vijlder HCD, Neumann HAM. How we perform photodynamic therapy MAL in clinical practice. In Gold MH (eds): Photodynamic therapy in dermatology, London, Springer, 2011, p.173-80.
  35. Pinto C, Schafer F, Orellana JJ. Efficacy of red light alone and methyl-aminolaevulinate-photodynamic therapy for the treatment of mild and moderate facial acne. Indian J Dermatol Venereol Leprol. 2013;79:77-82.
  36. Morton CA, Brown SB, Collins S, et Guidelines for topical photodynamic therapy: Report of a workshop of the British Photodermatology Group. Br J Dermatol. 2002;146:552-67.
  37. Gold MH. ALA-PDT and MAL-PDT. What makes them different. J Clin Aesthetic Derm. 2009;2:44-7.
Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.