Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Impotensi

Lansia memiliki 2 terminologi berdasarkan usia kronologi dan usia biologi. Usia biologi dimana usia setengah renta adalah usia sekitar 50-60 tahun, usia lanjut lebih dari 65-75 tahun, medium tua sekitar 75-85 tahun, sedangkan yang tua renta lebih dari 85 tahun. Impotensi atau disfungsi ereksi yang disebut ketidakmampuan secara konsisten untuk ereksi atau mempertahankan ereksi untuk mencapai aktivitas seksual yang memuaskan. Secara umum impotensi dibagi menjadi beberapa jenis, impotensi koinde adalah ketidakmampuan untuk melakukan hubungan seksual, impotensi origende tidak mampu berereksi, dan impotensi generandi tidak mampu menghasilkan keturunan. Angka kejadian impotensi terjadi pada usia lanjut, dan akan meningkat angka kejadian pada pria yang lebih tua.

Untuk timbulnya ereksi diperlukan ransangan yang biasa berasal dari ransangan psikologis berupa suatu fantasi atau bayangan erotik, bau-bauan yang disebut juga ovatorik, dan rangsangan sentuhan atau rabaan. Rangsangan melalui jalur pusat yang akan diteruskan ke susunan saraf otonom yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah di penis, dan setelah aktifitas seksualnya terjadi maka saraf ini akan membantu terjadinya ejakulasi dan dari gambaran tersebut dapat kita simpulkan bahwa proses ereksi menyangkut beberapa fungsi diantaranya fungsi saraf, psikologi, hormonal dan fungsi kimiawi.

Penyebab terjadi impotensi ada 2 faktor utama, faktor psikis dan fisik. Usia lansia yang menyebabkan kemampuan fisik berkurang dan akan mempengaruhi psikis. Selain umur yang berperan dalam menurunnya kemampuan seksual, ada beberapa penyakit yang menjadi penyebab impotensi yaitu, diabetes mellitus atau kencing manis, kolesterol, faktor-faktor gangguan saraf neurogenic, ganguan pembuluh darah yang mensuplai darah ke penis, dan faktor psikis pada lansia yang sangat berpengaruh sekali pada kemampuan seksual seseorang  adalah  depresi. Impotensi juga dapat terjadi selain pada lansia, namun biasanya penyebabnya lebih kepada psikis. Pola makan  dan gaya hidup yang kurang sehat dapat menimbulkan penyakit-penyakit yang menjadi salah satu penyebab impotensi.

Biasanya Pasien lansia berada pada kondisi multipatologis yaitu pasien lansia yang menderita tidak hanya satu penyakit, yang mana kaitannya ada pada obat-obatannya yang mengarah kepada impotensia karena menurut sebuah penelitian 25% impotensia dipengaruhi oleh obat-obatan. Obat-obatan penyebab impotensi yaitu obat anti hipertensi, obat anti depresan dan obat tidur.

Pengobatan pada impotensi atau disfungsi ereksi dengan Pendekatan psikoterapi dan pendekatan farmakologis bisa dengan obat-obatan, infalantasi pada penis, injeksi intrakavernusa penis, dan pompa vakum.

Kontributor :

dr. Andreas ; dr. Kisrma Kurnia

Instalasi Kesehatan Reproduksi, RSUP Dr. Sardjito

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.