Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner pada dasarnya terjadi penyumbatan di dalam pembuluh darah koroner jantung, jantung dipendarahi oleh 3 pembuluh darah koroner di sebelah kanan, di depan dan di kiri. Gejala jantung koroner yang paling diwaspadai adalah nyeri dada di sebelah kiri yang sakitnya menjalar ke punggung belakang hingga tangan kaki, rasa terbakar di dada, leher seperti tercekik.

Ada beberapa kelompok usia yang terkena resiko lebih tinggi jantung koroner, untuk laki-laki di usia 40 tahun ke atas dan untuk wanita lebih lambat yaitu di usia 50 tahun atau menopause, karena wanita memiliki hormon ekstrogen yang dapat menghambat penyumbatan di pembuluh darah, namun tidak menutup kemungkinan bagi usia usia produktif muda untuk terkena jantung koroner. Pembentukan plak penyumbatan itu dimulai sejak bertahun-tahun lalu maka sudah dihimbau untuk mulai berhati-hati sejak umur 20 tahun dengan pola hidup sehat dan tidak merokok.

Pada saat timbul gejala serangan jantung, bagi yang mengalaminya untuk segera memberhentikan aktifitas yang saat itu di lakukan, segera rebahan atau duduk 45 derajat, tarik nafas perlahan dan beristirahat, karena beristirahat dengan penyumbatan yang belum banyak, pembuluh darah jantung koroner akan melebar, namun jika dengan beristirahat masih merasakan sakit, segeralah dilarikan ke UGD terdekat. Cara mengetahui adanya penyakit jantung koroner melalui pemeriksaan yang ada di rumah sakit, jika ada gejala-gejala serangan jantung maka segeralah periksa ke rumah sakit untuk menunda kefatalan terkecil dari penyakit jantung koroner ini.

Terjadi serangan jantung pada individu yang memiliki kelelahan fisik dan emosional, pola makan tidak sehat yang menyebabkan kolesterol sehingga saat emosi sedang tinggi penyumbatan tercetus dan menyebabkan serangan jantung. Ada 4 hal yang paling mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner yaitu kolesterol, hipertensi, gula darah dan merokok. Jika sudah memiliki riwayat di atas dan mengalami gejala-gejala serangan jantung dapat dipastikan individu tersebut terkena penyakit jantung koroner. Bagi individu yang sudah terkena jantung koroner dan di rawat di rumah sakit untuk tetap meminum obat-obatan, hidup sehat, dan olahraga fisik yang ringan, karena penyakit jantung koroner Ini adalah penyakit seumur hidup.

Olahraga-olahraga yang mencegah serangan jantung seperti berenang, lari santai, bersepeda dan olahraga-olahraga yang ritme yang tidak terlalu cepat dan mendadak. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di pagi hari, jangka waktunya pun tidak perlu lama-lama cukup 30 menit saja. Pola makan agar tetap sehat menjaga penyakit jantung adalah menghindari makanan lemak, gula, berminyak secara berlebihan seperti goreng-gorengan dan lain-lain. Tips agar terhindar dari penyakit jantung koroner adalah memulai pola makan dan hidup sehat, tidak merokok, bagi yang diabetes untuk selalu mengontrol dan mulai menjaga emosional agar tetap stabil.

Kontributor :

dr. Firman

KSM Jantung, RSUP Dr. Sardjito

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.