Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Katarak juga Bisa Terjadi pada Anak

Selama ini, masyarakat masih menganggap katarak hanya dapat dialami oleh orang tua. Namun sebenarnya, katarak yang bisa berujung kebutaan ini juga bisa dialami oleh anak-anak.

Katarak adalah suatu kondisi ketika lensa mata mengalami kekeruhan. Gejala khas dari katarak ini adalah berkurangnya kemampuan penglihatan atau pandangan kabur, tanpa disertai rasa nyeri pada mata, warna merah pada mata atau gejala fisik lainnya yang mudah terlihat, dan sering mengalami silau ketika melihat sinar matahari. Juga mengalami penurunan kontras.

Namun, tidak semua penglihatan kabur disebabkan oleh katarak. Ada tiga penyebab katarak, yakni faktor individual, lingkungan dan protektif.

Faktor individual, adalah meningkatnya usia harapan hidup masyarakat di Indonesia, sehingga meningkatkan risiko katarak. Juga faktor genetik, atau kelainan bawaan sejak lahir. Faktor inilah yang menyebabkan katarak juga bisa dialami oleh anak-anak.

Faktor  lingkungan atau dari luar, adalah orang dengan penyakit diabetes melitus yang tidak tertangani dengan baik, sehingga berdampak pada mata atau katarak, asap rokok baik bagi perokok aktif maupun pasif, dan terlalu sering atau berlebihan terkena paparan sinar ultra violet dari matahari.

Faktor protektif, adalah faktor kepedulian atau kurangnya menjaga kesehatan mata. Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan para pakar, nutrisi yang baik dan mengkonsumsi Vitamin E, terbukti bisa memprotektif kesehatan mata.

Masih banyak lagi penyebab katarak ini, beberapa di antaranya adalah kelainan metabolik, trauma atau benturan.

Saat ini, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di dunia. Jumlah penderitanya pun dari tahun ke tahun makin meningkat. Di Asia Tenggara, Indonesia bahkan menempati posisi pertama sebagai negara dengan penderita katarak terbanyak.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat atau tetes mata yang bisa menjernihkan kembali lensa mata yang keruh atau katarak. Juga tidak bisa diatasi atau dikoreksi dengan penggunaan kacamata. Satu-satunya cara penanganan adalah dengan operasi atau pembedahan.

Namun sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut, dokter akan memastikan terlebih dahulu berkurangnya kemampuan penglihatan itu karena betul-betul akibat katarak. Berbagai kemungkinan lain harus ditiadakan, sehingga benar-benar membuktikan berkurangnya penglihatan mata karena disebabkan oleh katarak.

Banyaknya penderita katarak di Indonesia, membuat pengalaman dan peralatan medis dalam penanganannya juga makin berkembang pesat. Penanganan katarak dengan operasi, saat ini dilakukan lebih canggih, efektif, hasilnya bisa diprediksi terlebih dahulu, dan tidak ada komplikasi.

Karena itu, sangat disarankan bagi seseorang yang mengalami berkurangnya kemampuan penglihatan untuk memeriksakan diri. Hal ini untuk memastikan adanya katarak, sehingga segara dapat ditangani. Ketakutan menjalani operasi bagi sebagian masyarakat, justru akan memperparah kondisi katarak.

Kontributor :

dr. Reny Setyowati

KSM Mata, RSUP Dr. Sardjito

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.