Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Ketahui tentang Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan prevalensi kanker nomor satu yang paling sering menyerang pria dan mengakibatkan beban besar pada penderitanya.

Prostat merupakan sebuah kelenjar yang berfungsi memproduksi cairan berwarna keputihan, cairan ini akan bergabung dengan sperma membentuk formasi bernama cairan mani. Cairan ini akan dikeluarkan ketika melakukan hubungan seksual, salah satu fungsi cairan ini melindungi sperma di vagina dengan sifatnya yang sedikit asam. Kelenjar ini terletak dibawah kandung kemih dan pangkal penis. Air seni keluar melalui kandung kemih melalui urethra, air seni tersebut melalui cairan prostat sebelum keluar melalui penis. Di atas prostate terhadap dan tepat di belakang kandung kemih, terdapat vesika seminalis, organ ini berfungsi memproduksi cairan semen.

Lalu apakah ancaman dari kanker?

Pada dasarnya jaringan kanker adalah jaringan yang tidak tumbuh secara normal, pada intinya ada 3 kelainan yang terjadi pada sel kanker. 1) Sel kanker tumbuh lebih cepat dan memiliki paruh waktu umur yang lebih panjang jika dibandingkan sel normal. Secara harfiah, sel akan mati atau lisis setelah menua ataupun mengalami cidera. Namun, pada sel kanker membentuk sel yang tidak dibutuhkan dan bertahan lama, seiring dengan berjalannya waktu, sel ini membentuk kumpulan sel cukup besar bernama tumor primer. Selain itu, sel kanker berbeda dengan sel normal lainnya, sel ini dapat tumbuh dan menginvasi jaringan lainnya. Sehingga, apabila tidak di tangani kanker primer ini dapat tumbuh dan melingkupi sel prostat secara keseluruhan, serta tumbuh jauh melalui selaput pembungkus dan jaringan sekitar. Keadaan ini disebutkan sebagai ektensi ekstrakapsular.

Selanjutnya, tidak seperti jaringan prostat normal, sel kanker berpindah tempat meninggalkan lokasi sebenarnya sel prostat. Proses ini dikatakan sebagai proses metastasis, dalam proses ini sel kanker melepaskan ikatannya dan menyebar menjauhi lokasi awalnya melalui peredaran darah dan limfonodi. Limfonodi merupakan aliran cairan jernih yang mengalirkan sel yang melawan infeksi dan air serta makanan. Di tempat lainnya, sel kanker menyebar dan mengganggu integritas jaringan lainnya.

Tes apakah yang anda lalui dan diskusikan bersama dokter anda?

Ada beberapa macam modalitas yang dimiliki dalam mendiagnosis serta mengetahui tingkat kanker (stadium atau staging).  Adapun pemeriksaan itu tersebut antara lain:

  1. Prostate Antigen Test (PSA)

PSA adalah sebuah protein yang dibentuk oleh sel epithelial yang berfungsi memproduksi cairan yang berada di dalam sel prostat, PSA merubah air mani menjadi encer yang sebelumnya membentuk klot. PSA dibentuk sebagian besar oleh sel prostat, yang dimana kadarnya meningkat pada kasus kanker prostat. Pada wanita sel ini bentuk dalam jumlah kecil.

PSA dapat di ukur kadarnya melalui pemeriksaan darah, hal itu dikarenakan sebagian besar PSA di masuk kedalam peredaran darah. PSA dapat dijadikan dasar untuk investigasi kecurigaan kanker, staging atau stadium, rencana pengobatan serta evaluasi pengobatan. Beberapa metode yang dapat di gunakan antara lain, kadarnya dalam nanogram setiap milliliternya, kepadatan PSA, percepatan peningkatan PSA (PSA velocity), dan waktu yang perlukan meningkat sebanyak 2 kali lipat. Adapun hasilnya harus di lakukan diskusi terlebih dahulu dan pembuktian kecurigaan, hal tersebut dikarenakan peningkatan PSA tidak spesifik pada kasus kanker prostat, peningkatannya dapat di akibatkan infeksi prostat, manipulsa organ ataupun inflamasi.

Waktu skrening PSA memiliki rekomendasi yang bervariasi, namun, pada pasien tanpa riwayat keluarga dapat dimulai pada usia 45 sampai dengan 75 tahun.

2. Colok Tubur

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter, baik dokter umum ataupun spesialis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukan cari telunjuk yang telah diberikan lubrikan, pemeriksaan ini bertujuan meraba tonjolan tumor baik untuk skrening atau evaluasi staging klinis. Pemeriksaan ini tidak nyaman, namun memiliki makna klinis yang cukup tinggi.

3. Pemeriksaan Imaging

Pemeriksaan ini merupakan pengambilan gambar organ dengan beberapa metode, antara lain, USG, CT-scan, MRI dengan ataupun tanpa kontras. Pemeriksaan ini dilakukan sesuai indikasi yang rumit. Sehingga perlu dilakukan konsultasi mendalam terhadap dokter yang merawat anda.

Penegakan Diagnosis dan staging kanker

Penegakkan diagnosis dapat dilakukan dengan cara melakukan biopsi jaringan prostat. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, dokter dapat menyarankan anda untuk menghentikan komsumsi obat pengencar darah seperti warparin, clapidogrel dan aspilet, serta dapat juga meresepkan antibiotik.

Dalam pemeriksaan ini didapatkan hasil penegakan diagnosis kanker, dan tingkatan keganasan sel kanker yang dinamakan Gleason Score. Skor Gleason ini memiliki nilai primer dan sekunder. Skor primer ini merupakan tingkatan terbanyak keganasannya. Kedua skor tersebut dijumlahkan sehingga memiliki nilai 2 sampai dengan 10. Semakin tinggi nilai skornya, maka semakin ganas sel kanker tersebut. Selanjutnya adalah staging TMN. Staging ini meliputi ukuran Kanker primer yang di gambarkan sebagai kode T, N sebagai keterlibatan limfonodi, dan M sebagai gambaran perpindahan sel kanker yang jauh.

Rencana Pengobatan.

Menggunakan berbagai macam pertimbangan untuk menentukan rencana pengobatan.  Diantaranya kemungkinan angka harapan hidup, penilaian angka resiko, skoring dan algoritma terapi serta staging kanker.

Secara keselurahan hasil tersebut angka tersebut akan menentukan apakah akan dilakukan observasi ketat perkembangan kanker, operasi pengangkatan sel kanker, hormonal terapi ataupun terapi lainnya. Diskusi terkait angka keberhasilan, resiko efek samping dan komplikasi bersama tim dokter di butuhkan untuk memperoleh hasil yang di harapkan.

Kontributor :

dr. Ahmad Zulfan Hendri Sp.U

KSM Urologi, RSUP Dr. Sardjito

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.