Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah atau jantung yang mana oksigen tidak dapat masuk ke jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Penderita merasakan rasa nyeri di dada seperti di tindih dan sangat berat, hal tersebut di cetuskan karena ada kerusakan di dinding pembuluh darahnya. Berbagai macam penyebab serangan jantung seperti diabetes, darah tinggi, merokok, kolesterol tinggi dan faktor genetik keluarga dengan penyakit jantung. Ada 4 penyakit pembunuh tertinggi di dunia yaitu jantung, diare, kanker dan TBC, dan serangan jantung merupakan pembunuh nomor 1 di dunia.

Serangan jantung disebut sebagai silent killer atau pembunuh yang secara sembunyi-sembunyi dan bisa menerkam kapan saja. Proses pembentukan penyempitan pembuluh darah itu sendiri berlangsung sekian tahun lamanya di perparah dengan gaya hidup yang tidak sehat, diantaranya makan yang tidak baik, jarang bergerak aktif, mengkonsumsi banyak radikal bebas seperti merokok, minum alkohol dan zat-zat berbahaya yang memicu terjadinya penumpukan lemak jahat atau kolesterol jahat di dalam pembuluh darah koroner. Terjadinya secara bertahap sampai penyempitan atau plak yang ada di pembuluh darah itu pecah secara tiba-tiba yang memancing zat pembekuan darah itu bergerombol di tempat pecahnya plak yang akan meyumbat pasokan oksigen dan darah ke jantung akibatnya timbul rasa nyeri dibawah tulang dada tengah, sensinya seperti tertekan, ditimpah sesuatu yang sangat berat, jantung seperti di remas-remas. Biasanya ada gejala lain yang juga menyertai  seperti panik, berdebar-debar, mual muntah dan diare. Jika mengalami nyeri di dada, jantung serasa di remas-remas dan ditimpa sesuatu yang sanget berat dengan latar belakang riwayat diabetes, hipertensi, kolesterol dan keluarga yang terkena serangan jantung dapat dipastikan gejala yang hadir merupakan pertanda serangan jantung maka segeralah periksa ke tim medis atau ke rumah sakit. Tidak selalu tangan berkeringat itu diasosiasikan lemah jantung atau penyakit jantung, karena tangan yang selalu berkeringat memilki banyak faktor seperti hormonal, kelanjar keringat berlebih dan faktor-faktor lainnya.

Gejala-gejala serangan jantung tidak dapat hilang dengan tindakan-tindakan sederhana  seperti minum air putih dengan jumlah banyak, kerokan atau istirahat yang cukup. 6 jam pertama semenjak serangan nyeri di dada masih bisa di menyelamatkan kematian jantung dengan memberi obat-obatan untuk membongkar penyumbatan-penyumbatan di darah. 6 – 12 jam masih bisa diselamatkan dengan pemasangan ring di jantung. Dalam sebuah penelitian mengatakan semakin lama semenjak serangan pertama diselamatkan maka hasil yang di dapatkan juga semakin sedikit, bahkan sejak umur 35 tahun harus sudah waspada terhadap serangan jantung ini.

Di beberapa negara berkembang seperti Indonesia kebanyakan penyebab serangan jantung adalah masyarakat yang menghirup asap radikal bebas seperti perokok pasif, aktif dan ex aktif. Olahragawan yang berolahraga secara berlebihan dan  memiliki riwayat serangan jantung juga dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung. Rekomendasi olahraga yang baik untuk kesehatan jantung adalah olahraga aerobik, lari santai, bersepeda dan beranang karena olahraga-olahraga tersebut tetap mendapatkan asupan oksigen yang teratur, ritmis, dan intervalnya tetap, cukup dilakukan seminggu tiga kali masing-masing 20 menit sudah cukup untuk kesehatan jantung. Pada permainan-permainan uji nyali yang ekstrim memicu sistem saraf simpatis bekerja, adrenalin bekerja sehingga memaksa jantung memompa lebih cepat darah yang tidak efisien, maka dari itu di beberapa permainan tersebut tidak disarankan untuk dinaiki bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Saat memeriksakan diri ke rumah sakit yang pertama kali di lakukan dokter adalah pemeriksaan yang umum terlebih dahulu seperti pemeriksaan tensi, perabaan nadi,dan yang paling utama rekam jantung, tes laboratorium dan pemeriksaan secara keseluruhan di daerah dada guna mengetahui kesehatan jantung, konsultasi tentang gejala-gejala yang di alami pasien dan riwayat-riwayat penyakitnya juga tidak luput dari pemeriksaan awal, dari beberapa rangkaian pemeriksaan tersebut sudah dapat diketahui tipikal serangan jantung atau tidak dan apakah beresiko kematian tinggi atau tidak.

Rekam jantung adalah suatu alat yang di tempelkan di tangan, kaki dan daerah dada untuk melihat irama jantung. Jika pada penderita serangan jantung, iramanya akan berubah dari yang normal, pada orang normal denyutnya bisa mencapai 60 hingga 100 kali per-menit dan untuk penderita bisa kurang dari itu bahkan lebih.

Setelah pemeriksaan secara menyeluruh, pada pasien serangan jantung yang beresiko kematian tinggi akan diberi 2 pilihan, yang pertama pemberian obat melalui infus untuk menjebol penyumbatan atau yang kedua untuk menjebol penyumbatan dengan pemasaan ring atau cincin di pembuluh darah yang terkena penyumbatan.

Zaman dahulu pemasangan ring atau cincin termasuk tindakan yang beresiko tinggi karena hanya bisa dengan operasi, namun sekarang dengan banyaknya pengalaman pemasangan ring tidak harus dengan prosedur operasi. Pemasangan ring dapat dilakukan dengan katederisasi seperti infus yang di pasang di pangkal paha dan di masukkan kabel yang ujungnya bisa dimasukkan ring di dalam kabel. Ring tersebut menuju pembuluh darah jantung yang di deteksi langsung oleh dokter melalui komputerisasi. Jika ring sudah dan terbuka maka pembuluh darah yang tersumbat akan terbuka juga sehingga oksigen bisa masuk dan ring tersebut akan tetap tertinggal di pembuluh darah.  Ada beberapa kemungkinan penyumbatan tidak hanya terjadi di satu tempat maka pemasangan ring di satu tempat yang paling berbahaya dan tinggi resiko kematiannya, namun tidak menutup kemungkinan jika terjadi penyumbatan yang sangat banyak dan tidak dapat diatasi dengan ring lagi, maka oprasi menjadi pilihannya. Proses pemasangan ring bisa berlangsung kurang lebih 30 menit.

Cara mencegah terjadinya penyakit jantung koroner yang pertama adalah kendalikan faktor resiko seperti beberapa penyakit yang telah disebutkan di atas, yang kedua jika sudah terkena tekanan darah tinggi segeralah berupaya agar tekanan darah tetap terkontrol, bagi yang perokok segeralah berhenti merokok, jika sudah terkena kolesterol kendalikanlah makanan atau bila perlu gunakanlah obat-obatan, jika sudah terkena beberapa faktor penyakit serangan jantung segeralah periksa kesehatan jantung seperti rangkaian-rangkaian pemeriksaan jantung, jika terjadi gejala-gejala serangan jantung segeralah periksa ke rumah sakit terdekat karena semakin lama menunda penangan semakin buruk hasil yang didapatkan, dan yang paling utama perhatikanlah terhadap diri sendiri.

Kontributor :

dr. Satrya Mahendra, dr. Erdi

KSM Jantung

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.