Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]

Sumber Karbohidrat Sederhana yang Perlu diketahui Pasien Diabetes

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya (Perkeni, 2015). Pengaturan makan pada penyandang DM merupakan hal penting yang harus dilakukan. Prinsip pengaturannya hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi masing-masing individu. Penyandang DM perlu diberikan penekanan mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis dan jumlah kandungan kalori (dikenal dengan 3J).

Fokus penekanan kali ini adalah pada bahan makanan sumber karbohidrat yang pada umumnya mendominasi pemilihan bahan makanan. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh manusia yang berfungsi untuk menghasilkan energi bagi tubuh manusia. Karbohidrat akan dipecah dan diserap dalam tubuh dalam bentuk monosakarida dan gula. Penyerapan gula dapat meningkatkan kadar gula darah dan sekresi insulin.

Konsumsi makanan sumber karbohidrat perlu ada pengaturannya, antara lain :

  • Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45-65% total asupan energi, diutamakan  yang berserat tinggi.
  • Pemanis alternatif dapat digunakan sebagai pengganti gula murni asal tidak melebihi batas aman konsumsi harian.
  • Dianjurkan makan tiga kali utama dan tiga kali selingan dengan porsi kecil.

Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana sebaiknya  dibatasi, karena karbohidrat sederhana lebih mudah dipecah dan diserap oleh tubuh sehingga relatif lebih cepat membuat kadar gula darah naik dengan cepat, tetapi disisi lain lebih cepat digunakan untuk memproduksi energi.

Jenis makanan karbohidrat sederhana yang tidak dianjurkan dan dibatasi konsumsinya  yaitu :

  1. Makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi
    • Soft drink. Kandungan gula dalam soft drink diperkirakan sekitar 39 gram hingga 99 gram.
    • Saus tomat, Saus tomat kemasan atau saus botol kandungan gulanya cukup tinggi, karena gula digunakan untuk meminimalisir rasa asam yang terdapat pada saus tomat. Selain itu, dengan menambahkan gula, saus tomat akan lebih tahan lama.
    • Selai, Selai disajikan bersama roti, makanan yang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang utama. Kadar gula yang dimiliki oleh roti sekitar 2 gram per satu potong roti. Memakan roti dengan selai membuat kadar gulanya menjadi lebih tinggi lagi, kecuali rotinya menggunakan roti gandum
  1. Madu

Gula dalam madu memang terjadi secara alami, tetapi kita harus berhati-hati, karena ada madu yang ditambahkan pemanis buatan atau gula tambahan. Menurut Audrey Dharmanto, Bsc., RD., LD yang diliput oleh Fimela, satu sendok makan madu memiliki kalori dan karbohidrat yang lebih banyak dibanding satu sendok makan gula.

  1. Produk Kue, Roti dan Cookies

Kue, roti atau cookies memang memiliki kandungan gula (karbohidrat) cukup tinggi, sehingga apabila dikonsumsi oleh pasien diabetes akan berisiko menimbulkan hiperglikemia atau meningkatnya kadar gula darah. Perhatikan batasannya agar tidak mengonsumsi kue kering tersebut secara berlebihan, contohnya: donat, muffin, pretzel, dan kue kering.

  1. Makanan yang terbuat dari tepung terigu

Makanan olahan dengan bahan tepung terigu dibatasi konsumsinya karena tepung terigu mengandung aloksan, zat merugikan untuk tubuh karena bisa menyebabkan diabetes. Zat ini akan menghancurkan sel beta pankreas yang kemudian menaikkan gula darah.

  1. Buah-buahan kaleng

Buah kalengan biasanya dikemas dengan jus dari buah tersebut atau gula tambahan dengan menambahkan sirup yang sangat manis. Jenis inilah yang sebaiknya dihindari oleh pasien diabetes karena akan dengan cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Biasanya, sekaleng buah yang dibuat jus buah terdiri dari 60 kalori dari 12 gram gula. Akan tetapi, saat dikemas dalam kaleng dengan penambahan sirup gula maka kandungannya menjadi 100 kalori dan 19 gram gula pasir.

  1. Es krim

Kandungan gula pada es krim juga tinggi. Bukan berarti tidak boleh makan es krim, tetapi usahakan beli es krim sesekali saja, dan hindari membeli es krim dalam cup yang besar.

  1. Permen

Sekitar  60%  hingga  90% permen adalah gula. Maka permen tidak dianjurkan dikonsumsi oleh pasien DM.

Dengan mengetahui sumber karbohidrat sederhana, diabetisi bisa memperhitungkan manfaat dan bahayanya jika mengkonsumsi tidak sesuai anjuran dietisien. Diabetisi harus lebih cermat memilih terutama karbohidrat sederhana yang “tersembunyi” dalam makanan kudapan, yang memang lebih sulit dalam menghitungnya. Jadikan dietisien sebagai sahabat anda dalam cermat memilih makanan yang bermanfaat.

Daftar Pustaka

  1. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia 2015
  2. Panduan Pelayanan Medik PAPDI, cetakan ke 3, 2008
  3. Food & The Nutrition Care Process, L. Kathleen Mahan, Janice L. Raymond, edisi ke 14, 2017
  4. Ilmu Gizi, Mary E. Barasi, Penerbit Erlangga, 2009

Kontributor :

Instalasi Gizi, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.