Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_call_center
early screening header web

Gangguan Sistem Pencernaan Pada Anak

Konstipasi atau sembelit pada anak merupakan gangguan sistem pencernaan dimana anak mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan yang dapat menyebabkan kesakitan hebat pada penderitanya. Bisa dikatakan konstipasi apabila buang air besar dalam seminggu kurang dari 2x dan dalam tempo 1 minggu atau satu bulan terdapat satu periode dimana ketika buang air besar mengeluarkan kotoran yang sangat banyak. Hal ini terjadi karena penimbunan kotoran terlalu lama. Pada umumnya, waktu pengosongan lambung setelah makan sekitar 1 sampai 2 jam dan makanan akan masuk ke usus dua belas jari dan akan berhenti di usus dua belas jari kurang lebih 12 jam tergantung dari isi makanan tersebut, sehingga makanan dapat diserap oleh tubuh setelah dilakukan proses pencernaan yang ada di dalam usus halus, kemudian akan menuju ke usus besar dimana akan ada proses penyerapan cairan.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua adalah mengamati apabila anak mengalami penundaan buang air besar selama 3 hari berturut-turut atau lebih, dalam kondisi ini biasanya anak akan mengeluh kondisi perut membesar dan terasa sakit yang merupakan tanda konstipasi. Selain itu, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kesulitan buang air besar pada anak yaitu kurangnya konsumsi serat, terlalu banyak konsumsi susu, belum mampunya anak melakukan toilet training atau terlalu sering menahan buang air besar maupun kecil. Selain itu, pemberian obat-obatan juga mempengaruhi sistem pencernaan anak seperti obat maag yang akan berpengaruh terhadap lancar atau tidaknya proses buang air besar. Adanya luka di lubang anus yang menyebabkan anak merasa kesakitan ketika buang air besar juga dapat membuat anak menahan kotoran sehingga akan membuat kotoran tersebut tertahan dan mengeras.

Orang tua berperan penting dalam meminimalisir resiko anak terkena gangguan sistem pencernaan dengan memperhatikan apakah awal-awal setelah melahirkan atau setelah anak usia di atas 2 tahun anak berpotensi mengalami konstipasi atau tidak. Jika anak ketika awal-awal setelah lahir sudah mengalami susah buang air besar, maka harus diwaspadai karena hal ini dikarenakan adanya gangguan anatomis pada usus besar pada anak. Sedangkan apabila anak mengalami susah buang air besar di atas usia 2 tahun, hal ini disebabkan adanya gangguan fungsi misalnya anak sering menahan buang air besar, belum bisa toilet training, trauma karena luka dan lain-lain. Orang tua diharapkan selalu memperhatikan pola makan anak, membiasakan waktu buang air besar kepada anak dan apabila masih muncul gangguan pada sistem pencernaan, maka disarankan untuk evaluasi ulang dan segera dikonsultasikan ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Kontributor :

dr. Taufik

KSM Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.