Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Kenali Tuberculosis Anak

Tuberculosis atau yang disingkat TB merupakan penyakit menular umum. TB pada anak terjadi akibat serangan bakteri basil Mycobacterium Ttuberculosis pada paru-paru sehingga merupakan penyakit yang bisa disembuhkan dan bukan penyakit keturunan. Terdapat 2 tipe tuberculosis, tipe tuberculosis anak dan tipe tuberculosis dewasa. Perbedaan dari kedua tipe ini adalah penularan penyakitnya. Tuberculosis dewasa bisa menularkan ke orang dewasa dan anak-anak namun tuberculosis anak tidak dapat menular pada orang dewasa dan anak-anak. Perlu digaris bawahi seorang anak bisa mengalami tuberculosis tipe dewasa dan tipe anak.

Gejala TB pada anak ditandai dengan munculnya demam maupun batuk dalam kurun waktu lama yang tidak disebabkan oleh suhu ataupun debu, berat badan sulit naik atau jika dihitung dalam standar WHO pada umurnya berat badannya termasuk ke dalam gizi kurang, terdapat benjolan di kelenjar daerah leher rahang bawah, ketiak dan selangkangan. Selain itu, munculnya benjolan dengan diameter 1cm tidak nyeri dan terdapat beberapa benjolan tidak berwarna, tidak muncul di permukaan namun hanya terasa ketika diraba. Seorang anak yang terkontaminasi tuberculosis sampai pada gejalanya berjarak 12 minggu.

Seseorang yang sudah dinyatakan mengidapn tuberculosis pengobatannya bisa sampai 9 bulan. Terdapat dua fase pengobatan, tahap intensif dan tahap lanjutan. Tahap intensif pengobatan dilakukan pada 2-3 bulan pertama yaitu dengan mengkonsumsi obat harian kombinasi dosis tetap berdasarkan pada berat badan anak. Anak dengan tes dahak positif akan ada evaluasi dahak pada bulan kedua, bulan ketiga dan bulan keenam dan dalam masa ini harus sangat benar-benar diperhatikan jangan sampai ada yang terlewat. Dalam hal pengobatan ini, orang tua berperan sangat penting sebagai Pengawas Minum Obat (PMO). Konsumsi obat yang teratur akan menyembuhkan gejala TB perlahan-lahan dan fungsi PMO untuk tidak menghentikan pengobatan secara sendiri tanpa arahan dokter. Jika mengkonsumsi obat secara teratur pada fase tahap intensif dan gejala TB tetap ada, maka pengobatan akan diulangi dari awal. Seorang anak yang orang tuanya terkena TB juga akan mendapatkan pengobatan dengan dosis pencegahan agar tidak tertular dari orang tuanya. Seorang ibu yang terkena TB yang tidak resisten tetap boleh memberikan asi pada anaknya.

Kontributor :

dr Danti

KSM Pulmonologi Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.